Nilai tukar rupiah dibuka berotot pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Rupiah menguat 0,72 persen atau 128 poin ke level Rp17.732 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah bersama mata uang negara Asia tercatat menguat, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,06 persen terhadap dolar AS, Won Korea (KRW) naik 0,29 persen, Rupee India (INR) 0,67 persen.
Nilai tukar Yen Jepang (JPY) juga menguat 0,01 persen, Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,18 persen, Peso Filipina (PHP) naik 0,18 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,19 persen, dan Baht Thailand (THB) berotot 0,53 persen melawan dolar AS.
Penyebab Penguatan

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan, penguatan rupiah pada hari ini karena meningkatnya harapan damai di Timur Tengah. Sehingga, indeks dolar AS mengalami penurunan karena harapan tersebut.
Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah memicu sentimen risk on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepakatan damai interim antara AS-Iran telah tercapai,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Senin, 15 Juni 2026.
BI Rate dan Pemangkasan MBG Mulai Beri Harapan

Sedangkan dari dalam negeri, penguatan rupiah didorong oleh kenaikan suku bunga atau BI Rate dari Bank Indonesia (BI), dan rencana pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beberapa perkembangan domestik memang cukup positif seperti ekspektasi siklus kenaikan suku bunga BI, pengurangan anggaran buat MBG,”
katanya.
Adapun pada perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat di kisaran Rp17.700-Rp17.850 melawan dolar AS.

