Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / BEM ‘Mahasewa’ Pro Pemerintah Bermunculan, Pengamat: Waspada Suara Kritis Bisa Tak Didengar
Politik

BEM ‘Mahasewa’ Pro Pemerintah Bermunculan, Pengamat: Waspada Suara Kritis Bisa Tak Didengar

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Juni 18, 2026 6:04 pm
Rika Pangesti
Dusep Malik
Share
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu saat beri keterangan pers. (Foto: Istimewa).
SHARE

Fenomena munculnya dukungan terbuka sejumlah kelompok mahasiswa kepada pemerintah, seperti BEM Bersatu, disebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Daftar isi Konten
  • Ruang Suara kritis Menyempit
  • Dampak terhadap Kebijakan Publik

Namun, Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Adinda Tenriangke, mengingatkan bahwa hal itu berpotensi menggeser posisi suara kritis dalam perumusan kebijakan publik.

Menurut Adinda, persoalannya bukan pada munculnya kelompok pro-pemerintah di kalangan mahasiswa. Dalam sistem demokrasi, keberadaan kelompok yang mendukung maupun mengkritik pemerintah merupakan hal yang wajar.

Baca juga:
Mahasiswa Ultimatum Pemerintah: Jangan Coba Permainkan Isu Perut Rakyat! Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dheni Ribowo, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah terkait…
Di Hadapan Mahasiswa DPR Bongkar MBG Bisa Hemat Rp70 Triliun,… DPR RI mengungkap adanya potensi efisiensi anggaran hingga Rp70 triliun dalam Program…
Catat! DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Gelombang aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat, 19 Juni 2026,…
  • Mahasiswa Ultimatum Pemerintah: Jangan Coba Permainkan Isu Perut Rakyat!
  • Di Hadapan Mahasiswa DPR Bongkar MBG Bisa Hemat Rp70 Triliun, Bukti Tata…
  • Catat! DPR Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa

Ruang Suara kritis Menyempit

Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Aksi mahasiswa ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Rahmat Tunny).

Namun, ia menilai yang menjadi persoalan adalah ketika ruang bagi suara kritis justru menyempit.

Jangan sampai ada favoritism hanya kepada suara-suara yang pro-pemerintah yang tidak kritis, sementara suara yang kritis malah dikriminalisasi. Jika terjadi ketidakseimbangan akses, kita layak curiga kenapa kelompok pro diterima dengan baik, sementara kelompok kritis justru diabaikan,”

kata Adinda kepada Owrite, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menilai kualitas demokrasi tidak bisa diukur dari banyaknya dukungan terhadap pemerintah. Menurutnya, demokrasi yang sehat justru membutuhkan ruang kritik yang setara agar kebijakan publik tidak berjalan tanpa koreksi.

Demokrasi itu bukan soal tirani mayoritas atau soal siapa yang dukungannya paling banyak. Demokrasi bukan berarti ketika ada kelompok yang mendukung, lalu kebijakan yang sebenarnya salah dan perlu dikritisi dianggap menjadi benar dan tetap dijalankan,”

ujarnya.

Adinda juga menyoroti posisi mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika yang seharusnya berbasis pada argumentasi dan data dalam setiap sikap politiknya, baik mendukung maupun mengkritik pemerintah.

Menurut saya, justru yang perlu diuji adalah argumen dan datanya. Kita mengharapkan mahasiswa sebagai civitas akademika yang belajar teori, konsep, dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat mengabdi kepada masyarakat. Mereka harus punya argumen berbasis data, bukan hanya sekadar bilang ‘pro harga mati’ tanpa dasar yang masuk akal,”

katanya.

Ia mengingatkan bahwa pembatasan terhadap suara kritis bukan hanya persoalan demokrasi, tetapi juga berdampak pada kualitas kebijakan publik.

Teman-teman media pasti tahu, ketika ada suara kritis dari masyarakat sipil, mereka cenderung dikriminalisasi. Hal ini menimpa dosen, mahasiswa, lembaga pusat studi, universitas, akademisi, buruh, nelayan hingga jurnalis,”

ujarnya.
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Doc: Rahmat Tunny

Dampak terhadap Kebijakan Publik

Adinda menilai kondisi tersebut berisiko langsung terhadap kualitas kebijakan publik. Ketika suara kritis tidak diberi ruang yang setara, proses perumusan kebijakan kehilangan mekanisme koreksi yang penting.

Jika suara yang pro lebih banyak lalu suara yang kritis dikesampingkan, di situlah letak masalahnya. Hal itu membuat kualitas perumusan kebijakan menjadi buruk karena prosesnya sengaja diatur untuk menciptakan kesan bahwa publik lebih banyak yang pro, sekaligus mengabaikan masukan konstruktif yang mewakili suara masyarakat yang tidak puas,”

jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi ideal, kebijakan publik seharusnya lahir dari proses deliberasi yang terbuka dan berbasis data, bukan hanya dari dominasi suara tertentu.

Menurutnya, kelompok sipil tandingan bukan faktor penentu kualitas kebijakan. Yang lebih penting adalah bagaimana negara memastikan seluruh elemen masyarakat, baik pro maupun kontra, memiliki akses yang setara dalam proses demokrasi.

Adinda juga menekankan pentingnya mekanisme mitigasi risiko dalam setiap kebijakan publik. Menurutnya, suara yang berbeda pandangan seharusnya tidak diabaikan, melainkan dijadikan bahan evaluasi.

Setidaknya suara yang kontra tersebut ditampung dan dijadikan pertimbangan untuk mitigasi risiko,”

katanya.

Ia menilai demokrasi yang sehat tidak bisa hanya bergantung pada dukungan mayoritas. Tanpa ruang kritik yang memadai, kebijakan publik berisiko menjadi bias dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.

Kita sebenarnya hanya ingin sistem ini bekerja. Namun, jika sistem tidak bekerja, masyarakat harus berteriak dan berisik. Menurut saya, bersuara lantang adalah hal yang sehat dalam demokrasi, proses kebijakan, dan politik,”

jelasnya.
Baca juga:
Polisi Diduga Jegal Pelajar SMA Ikut Demo di DPR, Mahasiswa:… Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Juni…
Usai Audiensi dengan DPR, Mahasiswa: Negara Ini Milik Rakyat Bukan… Setelah sempat kecewa karena tak kunjung ditemui, perwakilan mahasiswa akhirnya diterima DPR…
Orasi Menggema hingga Malam di DPR, Mahasiswa: Perlawanan Kita Panjang… Massa mahasiswa yang unjuk rasa masih bertahan hingga malam di depan Gedung…
  • Polisi Diduga Jegal Pelajar SMA Ikut Demo di DPR, Mahasiswa: Mereka Takut…
  • Usai Audiensi dengan DPR, Mahasiswa: Negara Ini Milik Rakyat Bukan Pemerintah!
  • Orasi Menggema hingga Malam di DPR, Mahasiswa: Perlawanan Kita Panjang demi Rakyat…
Tag:BEMBEM BersatudemokrasiMahasewaMahasiswaPro PemerintahSuara Kritis
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
2
Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik
By Rahmat Tunny
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
3
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
4
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Politik

Tiket Cawapres 2029 Terancam Tertutup, Koalisi Bisa Memanas

Peta politik menuju Pemilu 2029 diperkirakan akan semakin dinamis seiring menguatnya wacana…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
41 menit lalu
Ilustrasi Prabowo Subianto didampingi para bakal calon wakil presiden di Pilpres 2029.
Politik

AHY, Cak Imin hingga Golkar Bakal Terjepit, Efek Besar Jika Prabowo-Gibran Dua Periode

Manuver Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang dinilai ingin mengunci…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
55 menit lalu
Ilustrasi PKB dan PDIP adu banteng.
Politik

Serangan PKB ke PDIP Makin Tajam, Pengamat: Kritik Pemerintah untuk Dapatkan Citra

Perseteruan politik di antara partai-partai besar kembali memanas. Kali ini, Partai Kebangkitan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
59 menit lalu
Pengamat politik, Ujang Komaruddin.
Politik

Golkar Tuduh PDIP Main Dua Kaki, Pengamat Curiga Ada Data yang Belum Dibuka ke Publik

Friksi antara elite Partai Golkar dan PDI Perjuangan (PDIP) tengah jadi sorotan.…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up