Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Tiga Pekerja Migran Dianiaya di Malaysia, Sistem Perlindungan Dipertanyakan
Politik

Tiga Pekerja Migran Dianiaya di Malaysia, Sistem Perlindungan Dipertanyakan

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
Last updated: Juni 18, 2026 5:38 pm
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
Share
Ilustrasi pekerja migran Indonesia.
Ilustrasi pekerja migran Indonesia. (Foto:AI)
SHARE

Penganiayaan yang menimpa tiga pekerja migran Indonesia di Johor, Malaysia, memicu sorotan tajam dari DPR. Sistem perlindungan pekerja migran Indonesia dinilai masih menyisakan banyak celah.

Kasus di Johor juga dianggap sebagai alarm keras bahwa keselamatan pekerja migran Indonesia masih jauh dari kata aman.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengapresiasi langkah cepat aparat dan perwakilan Indonesia dalam menangani kasus tersebut. Namun, menurut dia, penegakan hukum terhadap pelaku hanyalah langkah awal.

Bagi dia, penangkapan pelaku merupakan langkah penting untuk menghadirkan keadilan bagi korban.

Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan kejadian serupa tidak terus berulang menimpa pekerja migran Indonesia di luar negeri,”

kata Netty dalam keterangan tertulisnya yang diterima Owrite, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga:
DPR Beberkan Alasan Rapat Anggaran BGN Digelar Tertutup dari Publik:… Komisi IX DPR menjelaskan alasan rapat dengan Komisi IX DPR menjelaskan alasan…
Rapat Perdana Kepala BGN Nanik S. Deyang di DPR Digelar… Rapat kerja perdana Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI…
832 Ton Bawang Selundupan dari Malaysia Dibekuk di "Jalur Tikus" Satgas Gakkum Lundup Bareskrim Mabes Polri membongkar dugaan penyelundupan peredaran bawang impor…
  • DPR Beberkan Alasan Rapat Anggaran BGN Digelar Tertutup dari Publik: Data Tak…
  • Rapat Perdana Kepala BGN Nanik S. Deyang di DPR Digelar Tertutup, Takut…
  • 832 Ton Bawang Selundupan dari Malaysia Dibekuk di "Jalur Tikus"

Menurut dia, kasus itu memperlihatkan masih tingginya kerentanan pekerja migran Indonesia. Hal itu khususnya mereka yang berangkat melalui jalur nonprosedural.

Kondisi tersebut sering membuat pekerja migran kehilangan akses perlindungan hukum saat menghadapi persoalan di negara tujuan. Dia bilang kasus ini harus jadi momentum evaluasi bersama.

Perlindungan pekerja migran tidak cukup dilakukan saat mereka sudah berada di luar negeri, tetapi harus dimulai sejak proses rekrutmen, pemberangkatan, hingga masa penempatan,”

ujar Netty.
Miris, Pekerja Migran RI Masih Rentan Eksploitasi, Migrant CARE Soroti Kebijakan Pemerintah

Lebih lanjut, Netty juga menyoroti masih maraknya praktik perekrutan ilegal yang memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal.

Maka itu, dia minta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan edukasi hingga ke tingkat desa.

Masih banyak masyarakat yang tergiur jalur cepat tanpa memahami risiko yang dihadapi. Karena itu edukasi dan pengawasan terhadap praktik perekrutan ilegal harus diperkuat sampai ke tingkat desa,”

tuturnya.

Tak hanya soal penegakan hukum, Netty mengatakan negara juga memiliki tanggung jawab besar dalam proses pemulihan korban.

Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik. Namun, juga menyisakan trauma psikologis yang membutuhkan penanganan serius.

Baca juga:
Viral! Turis Malaysia Dituduh Kabur Usai Makan di Pagi Sore,… Seorang wisatawan asal Malaysia viral di media sosial Threads setelah membagikan pengalamannya…
Polri Upayakan Pemulangan WNI Korban Penganiayaan Sindikat Timah Ilegal di… Polri mengupayakan evakuasi Doris Candra, seorang warga negara Indonesia agar bisa kembali…
Ekspor Listrik ke Singapura Belum Terwujud, Bahlil: Harganya Harus 'Cengli' Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana Indonesia…
  • Viral! Turis Malaysia Dituduh Kabur Usai Makan di Pagi Sore, Ternyata Sudah…
  • Polri Upayakan Pemulangan WNI Korban Penganiayaan Sindikat Timah Ilegal di Malaysia
  • Ekspor Listrik ke Singapura Belum Terwujud, Bahlil: Harganya Harus 'Cengli'

Korban kekerasan membutuhkan pendampingan yang komprehensif. Negara harus memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan, dukungan psikologis, dan pendampingan sosial agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,”

jelas politikus PKS itu.

Dia juga menyoroti pentingnya sistem pengaduan darurat yang mudah diakses pekerja migran saat menghadapi ancaman di negara penempatan. Netty bilang, kecepatan respons sering kali jadi faktor penentu keselamatan pekerja migran.

Kata dia, setiap pekerja migran mesti mengetahui saat minta pertolongan dalam menghadapi ancaman atau kekerasan.

Setiap pekerja migran harus mengetahui ke mana harus meminta pertolongan ketika menghadapi ancaman atau kekerasan. Sistem pelindungan yang responsif akan sangat menentukan keselamatan mereka,”

ujarnya.

Bagi Netty, para pekerja migran bukan sekadar pencari nafkah di luar negeri, melainkan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia yang hak dan martabatnya wajib dijaga negara.

Mereka adalah warga negara yang sedang bekerja dan mengharumkan nama bangsa di luar negeri. Karena itu perlindungan terhadap pekerja migran harus menjadi prioritas yang terus diperkuat,”

imbuhnya.

Tag:disiksaKomisi IX DPRmalaysiaNetty Prasetiyani Aherpekerja migran indonesia
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
By Natania Longdong
Presiden AS Donald Trump teken kesepakatan perdamaian dengan Iran disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
1
BEM Bersatu Dukung MBG, Ada Dugaan Skenario Pecah Belah Gerakan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
2
Sindir Tokoh yang Berubah Haluan Usai Dapat Jabatan, Islah Bahrawi: Jijik Lihatnya!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Baru Rilis, Lagu “Follow Me” yang Melibatkan Jihyo TWICE Langsung Bikin Fans Kaget
By Ossid Duha Jussas Salma
Jihyo TWICE
4
Bahlil Akui Pasokan Batu Bara PLN Menipis, Janji Tak Ada Pemadaman Listrik
By Anisa Aulia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Muncul ‘Mahasiswa Tandingan’, Pengamat Curiga Pola Lama Hadapi Gelombang Kritik

Polemik seputar gerakan mahasiswa yang mengkritik pemerintah terus berkembang. Setelah muncul kelompok…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Di Balik Fenomena BEM Bersatu, Pengamat Soroti Demokrasi Semu Era Prabowo

Munculnya kelompok mahasiswa yang secara terang-terangan mendukung pemerintah, seperti BEM Bersatu dinilai…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
4 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

BEM ‘Mahasewa’ Pro Pemerintah Bermunculan, Pengamat: Waspada Suara Kritis Bisa Tak Didengar

Fenomena munculnya dukungan terbuka sejumlah kelompok mahasiswa kepada pemerintah, seperti BEM Bersatu,…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Menteri HAM RI Natalius Pigai.
Politik

Bela MBG, Menteri HAM Pigai Dikritik jadi Tameng Program Bermasalah

Figur Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali jadi sorotan karena…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up