Aktivis dr. Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dikabarkan ditangkap Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2026 pagi. Dokter Tifa diamankan hanya beberapa jam sebelum menjalani seminar hasil program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Kabar tersebut disampaikan Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Airlangga Prof Henri Subiakto. Menurutnya, informasi itu diperoleh dari salah satu tim penguji doktoral Dokter Tifa yang sudah bersiap mengikuti agenda akademik tersebut.
Barusan saya dapat khabar dari salah satu tim penguji S3 dr. Tifa, bahwa rencananya jam 9.00 hari ini dia akan ujian Seminar Hasil doktoral di FK UI,”
tulis Henri di akun media sosial X pribadinya.
Namun, menurut Henri, agenda akademik tersebut berubah setelah petugas kepolisian mendatangi Dokter Tifa sejak Jumat pagi.
Tiba-tiba jam 6.30 tadi di parkiran, dr. Tifa didatangi petugas dari Polda Metro Jaya. Mereka menunjukkan surat untuk membawa dr. Tifa ke Polda Metro, padahal Ujian S3 menunggu dr Tifa pagi ini,”
lanjut tulis Henri.
Henri menyebut sudah ada permohonan agar proses pemeriksaan bisa ditunda demi memberikan kesempatan kepada Dokter Tifa menyelesaikan kewajiban akademiknya. Namun, dari informasi yang diterimanya, permohonan itu tak dikabulkan.
Walau sudah minta ijin penangguhan untuk ujian. Petugas kekeuh membawa dr. Tifa ke Polda. Ada kemungkinan besar Polda Metro akan melakukan penahanan,”
ujar Henri.
Henri heran dengan mempertanyakan langkah aparat dalam menangani dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dia menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat mengenai independensi penegakan hukum.
Inilah wujud polisi sudah tidak lagi menegakkan hukum, dan keadilan tapi lebih menegakkan perintah yang bertentangan dengan hukum dan Keadilan itu sendiri,”
kata Henri.
Sebelumnya, salah seorang kuasa hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa yakni Refly Harun menyampaikan kronologi penangkapan dua klienya. Dia bilang Roy dijemput paksa aparat Polda Metro Jaya setelah menghadiri acara di Bandung, Jawa Barat.
Refly mengaku dirinya masih sempat bertemu Roy pada Jumat dini hari tadi sekitar pukul 00.30 hingga 01.00 WIB. Tapi, tak lama kemudian, ia dapat kabar Roy diamankan polisi.
Dia menuturkan dari pengakuan Roy bahwa kliennya itu diamankan pada Jumat pagi tadi.
Ia mengatakan dari informasi, Dokter Tifa dijemput paksa penyidik pada Jumat, pukul 07.00 WIB. Refly protes karena Dokter Tifa diamankan saat hendak jalani ujian disertasi program doktor.
“Pukul 08.00 dia mau ujian seminar hasil disertasi, pukul 07.00 ditangkap. Padahal, dia sedang bersiap menuju lokasi ujian,” kata Refly di Polda Metro Jaya, Jumat, 19 Juni 2026.

























