Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Negara Kacau! Bolivia Kerahkan Militer dan Tetapkan Darurat Nasional Usai Gelombang Protes
Internasional

Negara Kacau! Bolivia Kerahkan Militer dan Tetapkan Darurat Nasional Usai Gelombang Protes

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 21, 2026 8:44 pm
By
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah.
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah. (Foto: Istimewa).
SHARE

Harapan agar krisis ekonomi dan sosial di Bolivia bisa berakhir damai hanya bertahan beberapa jam. Kerusuhan pecah di Bolivia setelah pemerintah dan kelompok pengunjuk rasa menandatangani kesepakatan damai pada Jumat, 19 Juni 2026.

Daftar isi Konten
  • Kesepakatan Buyar
  • Kudeta dari Kubu Morales

Mengutip dari El Pais, optimisme yang sempat muncul langsung sirna saat Presiden Rodrigo Paz mengumumkan status darurat nasional selama 90 hari. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Sabtu dini hari.

Keputusan itu terjadi hanya beberapa jam setelah dokumen perdamaian ditandatangani. Langkah itu membuka jalan bagi pengerahan Angkatan Bersenjata untuk membantu memulihkan ketertiban di tengah gelombang protes yang sudah berlangsung lebih dari 50 hari.

Laporan El Pais, krisis di Bolivia sudah menewaskan sedikitnya 14 orang. Data itu merujuk Kantor Ombudsman Bolivia.

Baca juga:
Mengenal Sandi Morse, Kode Komunikasi yang Masih Dipelajari Pramuka Dunia Menjelang peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus, berbagai kegiatan kepramukaan kembali digelar…
Jangan Berulah, Kapolri Patrolikan Tim Siber Kejar Penyebaran Hoaks Isu… Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi ke jajaran untuk menindak…
Gerus Pikiran Rakyat, Menko Polkam Perintahkan Tindak Penyebar Hoaks Ganggu… Menko Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memerintahkan aparat penegak…
  • Mengenal Sandi Morse, Kode Komunikasi yang Masih Dipelajari Pramuka Dunia
  • Jangan Berulah, Kapolri Patrolikan Tim Siber Kejar Penyebaran Hoaks Isu Demo Agustus
  • Gerus Pikiran Rakyat, Menko Polkam Perintahkan Tindak Penyebar Hoaks Ganggu Keamanan

Kondisi ekonomi di Bolivia saat ini lumpuh. Begitu pun distribusi bahan bakar, dan pasokan kebutuhan pokok di berbagai wilayah negara tersebut juga terganggu.

Kesepakatan Buyar

Kesepakatan yang dicapai pemerintah dengan Serikat Pekerja Bolivia (COB) sejatinya dirancang untuk meredakan ketegangan nasional.

Dalam kesepakatan itu, pemerintah berjanji memenuhi sejumlah tuntutan demonstran. Salah satunya memberikan kompensasi kepada pemilik kendaraan yang terdampak distribusi bensin campuran yang sebelumnya diakui bermasalah oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen membekukan harga kebutuhan pokok di tengah resesi ekonomi. Lalu, melibatkan organisasi sosial dalam pembahasan regulasi strategis, serta mencegah privatisasi perusahaan-perusahaan publik yang dianggap vital.

Namun, kesepakatan tersebut langsung mendapat penolakan keras dari gerakan petani adat, terutama yang berasal dari wilayah La Paz dan Cochabamba.

Kelompok itu menuding COB telah mengkhianati perjuangan demonstran. Selain itu, COB juga dicap terlalu dekat dengan pemerintah.

100 Blokade Jalan Lumpuhkan Bolivia, Dua Menteri Mundur di Titik Kritis Pemerintahan

Mereka bahkan menyerukan perluasan blokade jalan hingga Presiden Rodrigo Paz dipaksa mengundurkan diri.

Menghadapi penolakan tersebut, Presiden Paz menyatakan pemerintah telah menempuh seluruh jalur dialog yang tersedia sebelum akhirnya memutuskan menetapkan status darurat.

Menurutnya, aksi blokade dan kerusuhan telah mengganggu perekonomian nasional, distribusi bahan bakar, layanan publik, hingga keamanan negara.

Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah.
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah. (Foto: Istimewa).

Kudeta dari Kubu Morales

Sebagai kepala negara, ia memahami ada keresahan mendalam yang disuarakan petani, pekerja transportasi, asosiasi lingkungan dengan tuntutan yang nyata dan sah.

Tetapi kita juga tahu bahwa di balik mobilisasi ini, yang beroperasi dengan sumber daya ilegal, adalah organisasi dari masa lalu yang tidak berupaya menyelesaikan masalah, tetapi lebih berupaya melakukan proses destabilisasi,”

kata presiden Paz bersama kabinetnya dalam video yang dikutip dari El Pais, Minggu, 21 Juni 2026.

Paz juga secara langsung menuding mantan Presiden Evo Morales sebagai sosok yang berada di balik gerakan yang ingin menggoyang pemerintahan saat ini.

Baca juga:
Heboh Pagar Tinggi di Mal Gegara Isu Kerusuhan, Menko Polkam:… Menko bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyoroti fenomena pembangunan…
Ramai Isu Cipta Kondisi Jelang 17 Agustus, Sahroni: Jangan Sebar… Ramainya isu di media sosial soal dugaan adanya 'cipta kondisi' menjelang peringatan…
'Kawin Silang' Militer-Sipil di URI: Risiko Habitus Komando dan Distorsi… Sosiolog Jannus TH Siahaan menanggapi terkait pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) yang…
  • Heboh Pagar Tinggi di Mal Gegara Isu Kerusuhan, Menko Polkam: Tidak Ada…
  • Ramai Isu Cipta Kondisi Jelang 17 Agustus, Sahroni: Jangan Sebar Ketakutan ke…
  • 'Kawin Silang' Militer-Sipil di URI: Risiko Habitus Komando dan Distorsi Konteks

Menurut Paz, kelompok yang berafiliasi dengan Morales tak sekadar menuntut perubahan kebijakan. Tapi, berupaya menggulingkan pemerintahan yang sah.

Ia menyebut gerakan tersebut sebagai upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahannya.

Meski status darurat belum mencakup larangan berkumpul atau pemberlakuan jam malam nasional, pemerintah membuka kemungkinan menerapkan pembatasan tersebut di wilayah-wilayah tertentu yang dianggap rawan.

Menteri Pertahanan Ernesto Justiniano mengatakan pemerintah sedang memetakan sejumlah kawasan sensitif. Hal itu untuk menjadi prioritas operasi gabungan antara kepolisian dan militer.

Pemerintah juga melarang berbagai tindakan yang dianggap mengancam stabilitas, termasuk aksi kekerasan, kepemilikan bahan peledak, serta upaya menghambat distribusi pangan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, aparat diperintahkan mengamankan berbagai infrastruktur strategis seperti jalan raya, pembangkit listrik, bandara, dan fasilitas publik lainnya. Deretan fasilitas itu sudah berminggu-minggu menjadi sasaran pendudukan massa demonstran.

Penetapan darurat nasional menandai babak baru dalam krisis yang mengguncang Bolivia. Alih-alih membawa ketenangan, kesepakatan damai yang sempat diharapkan jadi jalan keluar justru berujung pada perpecahan di kalangan demonstran.

Kondisi itu memicu langkah keras pemerintah. Pihak militer kini diberi kewenangan lebih besar untuk menjaga stabilitas.

Tag:boliviaDarurat NasionalkerusuhanKrisiskrisis ekonomiMiliter
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
1
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
By Syifa Fauziah
Ilustrasi koridor rumah sakit penuh sesak.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Kondisi Lebanon saat digempur militer Israel.
Internasional

Penentuan Perang Timur Tengah, Lebanon – Israel Masuki Putaran Negosiasi Terakhir

Hari ketiga dan terakhir dari putaran ketujuh negosiasi Lebanon-Israel yang dimediasi AS…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

RI Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Hambat Peace Plan dan Perparah Derita Rakyat Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 hari lalu
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Internasional

Diterpa Isu Lengser, Presiden Iran Tegaskan Tetap Pimpin Perjuangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
5 hari lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat akan menaiki pesawat kepresidenan
Internasional

Tarif Baru Trump Digugat Rakyatnya, 25 Negara Bagian Tuding Gedung Putih Langgar Hukum

Koalisi yang terdiri atas 25 negara bagian dan satu persemakmuran di Amerika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up