Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer Dikritik, Pakar: Dari Hadiah jadi Beban Baru
Nasional

Wacana Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer Dikritik, Pakar: Dari Hadiah jadi Beban Baru

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Juni 25, 2026 5:30 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Pakar kebijakan Publik UPN Veteran Achmad Nur Hidayat
Pakar kebijakan Publik UPN Veteran Achmad Nur Hidayat. (Foto: Istimewa).
SHARE

Wacana pemanfaatan motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk guru honorer di daerah menuai kritik. Kebijakan itu dinilai terlalu berisiko.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai kebijakan itu berisiko menjadikan guru honorer sebagai tempat parkir aset negara yang sejak awal pengadaannya dipersoalkan.

Menurut Achmad, persoalan utama guru honorer bukanlah kebutuhan akan kendaraan. Tapi, kesejahteraan yang belum layak.

Apakah guru honorer yang bertahun-tahun hidup dengan penghasilan tidak layak benar-benar membutuhkan motor listrik, atau sesungguhnya membutuhkan negara yang berani membayar kerja mereka secara adil?”

kata Achmad, dalam keterangannya kepada Owrite, Kamis, 25 Juni 2026.
Baca juga:
Megawati Sentil Prabowo soal Menu MBG: Mbok Ada Rendang Sekali-kali Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ikut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis…
Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN dan 12… Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana angkat…
Sudaryono Minta Siswa Tidak Bawa Pulang Makanan MBG Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan para siswa untuk tidak membawa pulang makanan…
  • Megawati Sentil Prabowo soal Menu MBG: Mbok Ada Rendang Sekali-kali
  • Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN dan 12 Saksi
  • Sudaryono Minta Siswa Tidak Bawa Pulang Makanan MBG

Achmad menilai gagasan pemberian motor listrik memang terlihat simpatik di permukaan. Namun, kebijakan publik tidak bisa hanya diukur dari niat baik.

Menurut dia, hal itu mesti dilihat dari ketepatan sasaran, dasar hukum, hingga konsekuensi fiskalnya.

Dalam kerangka itu, wacana pengalihan motor listrik BGN kepada guru honorer justru membuka persoalan yang lebih besar. Negara tampak sedang mencari jalan keluar atas aset bermasalah. Lalu, membungkusnya dengan narasi keberpihakan kepada guru honorer,”

ujarnya.

Lebih lanjut, Achmad mengingatkan motor listrik yang kini diwacanakan untuk dialihkan kepada guru honorer sebelumnya terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pun, program itu kini terserat dalam pusaran penyidikan dugaan korupsi pengadaan.

Guru honorer berisiko dijadikan etalase moral untuk menyelamatkan persepsi publik atas belanja negara yang sejak awal dipertanyakan,”

katanya.
Biar Uang Negara Gak Mubazir, Kejagung Izinkan BGN Pakai 17.600 Motor Listrik yang Disegel

Berdasarkan informasi yang beredar, pengadaan motor listrik BGN disebut mencapai 21.801 unit dengan pagu anggaran sekitar Rp1,035 triliun.

Sementara, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga sudah menyegel belasan ribu unit motor listrik terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan program MBG periode 2025-2026.

Menurut Achmad, bila pengadaan sejak awal tak didasarkan pada kebutuhan yang jelas, maka pembagian motor kepada guru honorer tidak serta merta menghapus persoalan itu.

Guru honorer sedang dibantu atau sedang dijadikan alasan agar belanja yang bermasalah terlihat lebih manusiawi?” .

ujarnya

Dia bilang kebutuhan utama guru honorer adalah penghasilan yang layak, kepastian status kerja. Selain itu, guru honorer perlindungan sosial, dan peningkatan kesejahteraan, bukan sekadar bantuan barang.

Guru honorer tidak butuh simbol, mereka butuh keadilan upah,”

tutur Achmad.

Lebih lanjut, dia juga mengingatkan tak semua guru honorer membutuhkan motor listrik. Selain itu, tak semua daerah memiliki infrastruktur pengisian daya maupun kemampuan menanggung biaya perawatan dan penggantian baterai.

Bila pengalihan aset dilakukan tanpa kajian kelayakan, motor listrik bisa berubah dari hadiah menjadi beban baru,”

katanya.

Achmad menilai bantuan berupa barang tidak akan menyelesaikan ketidakadilan struktural yang selama ini dihadapi guru honorer.

Dia menyinggung seorang guru honorer yang menerima motor listrik tetap menghadapi pertanyaan yang sama pada akhir bulan.

Cukupkah penghasilannya untuk makan, transportasi, keluarga, pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan hidup dasar?”

ujarnya.
Baca juga:
Belajar dari Kasus Dadan Cs, BGN Minta Pendampingan Kejagung Badan Gizi Nasional (BGN) minta pendampingan hukum Kejaksaan Agung (Kejapung) serta pengawasan…
'Bongkar Dapur' Program MBG: Kejagung Periksa 12 Saksi, Telusuri Aset… Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa saksi terkait dugaan penyimpangan tata kelola program…
Lapangan Kerja Susah, Program Pemerintah Malah Dikuasai Orang Dekat Kekuasaan Analis Kebijakan Publik The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke menilai, persoalan sulitnya…
  • Belajar dari Kasus Dadan Cs, BGN Minta Pendampingan Kejagung
  • 'Bongkar Dapur' Program MBG: Kejagung Periksa 12 Saksi, Telusuri Aset Pelaku
  • Lapangan Kerja Susah, Program Pemerintah Malah Dikuasai Orang Dekat Kekuasaan

Maka itu, ia minta agar pemerintah tak terburu-buru menjalankan wacana pengalihan motor listrik tersebut sebelum seluruh proses audit dan aspek hukum pengadaannya selesai.

Audit dulu, kesejahteraan guru jangan dijadikan alibi,”

kata Achmad.

Lebih lanjut, ia juga minta pemerintah membuka secara transparan seluruh informasi terkait pengadaan motor listrik BGN. Pengadaan itu mulai dari nilai kontrak, harga satuan, spesifikasi barang, hingga status hukum aset tersebut.

Pada akhirnya, guru honorer tidak boleh dijadikan etalase kebaikan setelah negara gagal merencanakan belanja secara disiplin. Mereka bukan tempat parkir aset. Mereka adalah pendidik yang layak menerima keadilan,”

ujar Achmad.

Menurut Achmad, jika pemerintah benar-benar ingin berpihak kepada guru honorer, langkah pertama yang harus dilakukan bukan membagikan motor listrik. Tapi, bisa memastikan para guru mendapatkan gaji yang layak dan kepastian status kerja.

Motor listrik mungkin bisa mengantar guru ke sekolah. Tetapi, hanya kebijakan upah yang adil yang bisa mengantar mereka pada kehidupan yang layak,”

tutur Achmad.

Tag:BGNguru honorerMBGMotor ListrikPakar kebijakan publik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Seskab Teddy-Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik Versi IPO, Pengamat: Sangat Tidak Logis
By Rika Pangesti
Ilustrasi Bahlil
1
Viral Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Newport Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
By Syifa Fauziah
Booth Newport di festival musik.
2
Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb
By Natania Longdong
Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
3
Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun
By Anisa Aulia
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
4
Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan Sering Loncat Pagar!
By Rika Pangesti
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II. (Sumber: YouTube BPIP RI)
5

BERITA LAINNYA

Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur,
Nasional

Daftar Kebakaran Hebat di Indonesia Sepanjang Januari-Agustus 2026 Diduga Dipicu Ulah Manusia

Sepanjang Januari hingga April 2026, setidaknya sudah ada beberapa kasus kebakaran lahan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Kementerian Kehutanan Tangkap Tersangka Jual-Beli Lahan Hutan Lindung 
Nasional

Jual-Beli Garapan di Hutan Lindung Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Praktik jual-beli atau ganti rugi lahan garapan secara ilegal di kawasan hutan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh
Nasional

MUI Bereaksi Keras soal Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Bentuk Perendahan Kesucian

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara perihal viralnya aksi promosi minuman keras…

Rika PangestiSyifa FauziahHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Wakil ketua umum MUI, KH M Cholil Nafis
Nasional

MUI Desak Polisi Usut Challenge Hafalan Surah Alquran Berhadiah Miras: Harus Diproses Hukum

Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta aparat kepolisian menelusuri pihak yang terkait dengan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up