Pemerintah menyoroti besarnya jumlah pengungsi di Papua yang sudah mencapai sekitar 122 ribu orang. Persoalan ini mesti segera diatasi.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran TNI dan Polri.
Menurut dia, pemerintah berencana menggelar rapat lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut. Dia mengatakan pengungsi jadi salah satu tantangan lain di Papua.
Ada banyak pengungsi di sana. Dan, Kementerian Hak Asasi Manusia dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan, melibatkan kementerian/lembaga terkait, untuk melakukan upaya-upaya menangani pengungsi yang ada di Papua,”
kata Mugiyanto di Kantor KemenHAM RI, Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Mugiyanto, dari data yang diterima Kementerian HAM, jumlah pengungsi di Papua mencapai angka yang cukup besar.
Kalau angka yang sampai ke kami, ada yang menyebutkan 122.000 pengungsi. Jadi, kami ingin memastikan negara hadir untuk memastikan persoalan pengungsi bisa ditangani dengan baik dengan sinergi lintas kementerian dan lembaga,”
ujarnya.
Selain membahas pengungsi, rapat yang dihadiri perwakilan TNI dan Polri itu juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan hak asasi manusia sebagai landasan dalam penanganan persoalan Papua.
Kementerian Hak Asasi Manusia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada TNI dan Polri atas kerja-kerja yang dilakukan selama ini yang sudah menjadikan hak asasi manusia sebagai dasar,”
tutur Mugiyanto.
Lebih lanjut, dia menilai penyelesaian persoalan Papua tak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Tapi, perlu keterlibatan seluruh elemen bangsa.
Dia menyebut situasi di Papua kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan, konsensus semua pihak yang ada di negara RI.
Semua komponen bangsa, legislatif, eksekutif, yudikatif, tokoh agama, tokoh masyarakat, kemudian partai politik juga harus terlibat,”
katanya.
Mugiyanto pun mengapresiasi langkah aparat penegak hukum dalam menangani sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Papua. Hal itu termasuk kasus tewasnya pilot pesawat AMA berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa kami responsif. Bila ada persoalan-persoalan terkait kekerasan, tindak pidana, ditangani secepatnya. Itu menjadi komitmen kami dan itu sudah kami lakukan,”
tutur Mugiyanto.
Seperti diketahui, sebanyak 122.931 warga sipil di Tanah Papua masih mengungsi secara internal akibat konflik bersenjata dan operasi militer yang berkepanjangan.
Angka ini mencakup pengungsi yang tersebar di wilayah Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya (termasuk Kabupaten Maybrat).
Banyak dari pengungsi internal ini telah kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian mereka sejak konflik memuncak beberapa tahun terakhir. Imbasnya beberapa kelompok terpaksa bertahan hidup di kamp-kamp terpencil di dalam hutan tanpa akses bantuan kemanusiaan yang memadai.



























