Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mendukung pencekalan seumur hidup terhadap 92 warga negara asing (WNA) asal China yang dideportasi Direktorat Jenderal Imigrasi karena terlibat jaringan judi online dan penipuan investasi internasional di Batam.
Seluruh WNA tersebut telah dideportasi dan dikenai larangan masuk kembali ke Indonesia seumur hidup. Meity menilai, langkah tegas itu penting untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kewibawaan penegakan hukum di bidang keimigrasian.
Saya mendukung secara moril kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi yang mencekal para pelaku seumur hidup karena terkait kedaulatan negara,”
kata Meity, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi pesan kuat bahwa Indonesia tidak memberikan ruang bagi warga negara asing yang menyalahgunakan izin tinggal untuk melakukan tindak kejahatan.
Sikap tegas ini juga akan menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak main-main dalam pelanggaran imigrasi, termasuk dalam masalah kriminal seperti judi online,”
tegas Meity.
Politisi PKS itu menuturkan, langkah deportasi dan pencekalan permanen juga penting untuk memperkuat kepercayaan terhadap sistem pengawasan keimigrasian Indonesia.
Dengan demikian, sistem keamanan dan pengawasan imigrasi kita juga tidak dianggap lemah dan longgar terhadap warga negara asing,”
ucapnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan kejahatan siber lintas negara semakin mudah berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi dan masih lemahnya pengawasan di ruang digital.
Infrastruktur digital dengan kecepatan internet yang baik dan mudahnya mendapatkan perangkat pendukung memudahkan operasi mereka. Sementara pengawasan di ranah siber juga masih lemah,”
jelasnya.
Meity juga menyoroti pergeseran aktivitas jaringan kejahatan internasional ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara setelah mendapat tekanan dari aparat keamanan di wilayah lain.
Selama ini, pusat aktivitas scammer dan judi online di sana. Tapi sekarang mereka terdesak dengan operasi militer di perbatasan Thailand-Kamboja, Laos, dan perang di Myanmar,”
tutupnya.





















