Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 14 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Formappi: Komisi III DPR Sok Jadi Pendamai, Padahal Tak Paham Akar Konflik Polri-Kejaksaan
Hukum

Formappi: Komisi III DPR Sok Jadi Pendamai, Padahal Tak Paham Akar Konflik Polri-Kejaksaan

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 14, 2026 8:16 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Manajer Riset Formappi, Lucius Karus.
Manajer Riset Formappi, Lucius Karus. (Gambar: Owrite/Rahmat Tunny)
SHARE

Manajer Riset Formappi Lucius Karus, mengkritik langkah sejumlah anggota Komisi III DPR RI yang menghadiri konferensi pers Kejaksaan Agung di tengah mencuatnya penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Ditegaskannya, DPR seharusnya lebih mengutamakan fungsi pengawasan dengan menelusuri akar persoalan yang memicu ketegangan antarlembaga penegak hukum, bukan terburu-buru menampilkan diri sebagai pihak yang mendamaikan situasi. 

Baca juga:
Ketua KPK Respons Desakan Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Biarkan… Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, belum membuka peluang lembaganya mengambil…
Mitra MBG Sebut Potensi Kerugian Investasi Capai Rp8,7 Triliun, Minta… Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (APGI 3T) mengungkap…
DPR Beberkan Fakta, Insiden Tambang Freeport Picu Turunnya Penerimaan Negara Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan kecelakaan tambang yang terjadi…
  • Ketua KPK Respons Desakan Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Biarkan Kejagung Berproses…
  • Mitra MBG Sebut Potensi Kerugian Investasi Capai Rp8,7 Triliun, Minta DPR Turun…
  • DPR Beberkan Fakta, Insiden Tambang Freeport Picu Turunnya Penerimaan Negara

Saya kira berbagai hal yang kemudian dipertanyakan dalam rangkaian drama yang dipentaskan, baik dari kepolisian maupun kejaksaan, membuat kita sebenarnya penuh harap kepada DPR,”

kata Lucius dałam dis kusi publik di kantor Formappi, Jakarta Timur, Melasa, 14 Juli 2026.

Lucius menilai, respons Komisi III lebih bersifat reaktif daripada didasarkan pada pendalaman terhadap persoalan yang sedang berkembang.

Kejaksaan Harus Buktikan Pengusutan Eks Jampidsus Bebas dari Konflik Kepentingan

Tapi ketika mereka kemudian terlihat supersemangat, itu bukan respons, melainkan reaksi,”

ujarnya.

Ia berpandangan, DPR seharusnya terlebih dahulu memahami substansi persoalan sebelum menyampaikan posisi sebagai pihak yang ingin meredakan ketegangan.

Belum tahu persoalannya, belum tahu apa yang harus dilakukan, tiba-tiba mereka datang ke kejaksaan, bikin konferensi pers, dan mengaku sebagai pendamai,”

ucapnya.

Dikatakan Lucius, jika memang terdapat persoalan di balik hubungan dua institusi penegak hukum, maka yang diperlukan adalah pengungkapan akar masalah, bukan sekadar menampilkan simbol persatuan.

Ngapain? Apa pentingnya berdamai ketika kenyataannya sedang ada konflik dan konflik itu ada alasannya? Jadi tidak penting senyum-senyum di depan kamera kalau faktanya persoalannya masih ada. Ngapain? Itu damai palsu,”

jelasnya.

Ia bahkan menilai klaim sebagai pendamai tidak akan bermakna apabila DPR belum menjalankan fungsi pengawasannya secara mendalam.

Jadi kalau Komisi III mengatakan dirinya adalah pendamai, dia adalah pendamai palsu antara kepolisian dan kejaksaan,”

ungkapnya.

Lebih jauh Lucius, langkah yang lebih tepat adalah menggunakan kewenangan pengawasan DPR untuk mengurai persoalan yang melatarbelakangi ketegangan tersebut.

Baca juga:
Ngebet Garap RUU Ketenagakerjaan Baru, Komisi IX DPR Usul Tetap… DPR RI menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan mendesak untuk segera dilakukan. …
Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Tak Jelas, Polri dan Kejaksaan… Manajer Riset Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, penanganan…
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung 2026, Pembahasan Bisa Tetap… DPR RI menargetkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana…
  • Ngebet Garap RUU Ketenagakerjaan Baru, Komisi IX DPR Usul Tetap Rapat Saat…
  • Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Tak Jelas, Polri dan Kejaksaan Sedang Main…
  • DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung 2026, Pembahasan Bisa Tetap Jalan Saat…

Karena seharusnya yang dilakukan oleh Komisi III adalah menggali persoalannya, membongkar apa yang terjadi, apa yang membuat kepolisian dan kejaksaan bertikai terkait temuan yang sebenarnya bagus, yaitu penemuan harta yang begitu besar,”

bebernya.

Ia juga mengkritik penampilan dan sikap Komisi III saat mendatangi Kejaksaan, yang menurutnya menimbulkan pertanyaan di ruang publik.

Jadi kalau Komisi III mengatakan ada konflik, justru Komisi III yang aneh. Memang benar-benar aneh kalau melihat apa yang mereka tunjukkan hari Sabtu lalu. Datang ke kejaksaan memakai pakaian seragam. Sejak kapan DPR punya seragam? Jaket lagi, ala-ala polisi, lalu mengaku sebagai pendamai,”

tegasnya.

Sebagai solusi, Lucius mendorong DPR menggunakan instrumen konstitusional untuk mengawasi persoalan tersebut secara menyeluruh.

Yang kita minta adalah DPR membentuk pansus angket untuk menyelidiki betul akar persoalan konflik ini. Jadi bukan mengintervensi kasus yang juga melibatkan pihak tertentu, tetapi menggali sebenarnya konflik antara dua institusi itu disebabkan oleh apa,”

tutupnya.
Tag:DPREks JampidsusFebrie AdriansyahFormappiHeadlineJampidsusKejaksaanKomisi III DPRLucius Karuspolisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Gibran Dinilai Kalahkan AHY Soal Prestasi Politik, Relawan Beberkan Tolok Ukurnya
By Rahmat Tunny
Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
1
Viral Peta SPPG Terbanyak: Dominasi TNI-Polri, Muhammadiyah Mengekor
By Ani Ratnasari
Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto (kedua kiri) bersama Ketua Umum Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) Marsekal Pertama TNI Ady Rachmanaya Panca Putra (ketiga kiri) melepas secara simbolis kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ambaipua Lanud Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6/2026).
2
Pengacara Don Ritto: Klien Sebagai ‘Korban’ Senggolan Dua Lembaga, Uang Bukan Hasil Korup
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso, di Polda Metro Jaya, 14 Juli 2026.
3
S&P Pertahankan Rating Utang RI, Purbaya Janji Perbaiki Hal Ini Agar Naik Kelas
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
4
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo, Tembus Rp133 Juta!
By Hadi Febriansyah
Estadio Azteca, tempat berlangsungnya pertandingan perdana Piala Dunia 2026
5

BERITA LAINNYA

Proses pertukaran buron berlangsung melalui National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia kepada Kepolisian RRT.
Hukum

Barter Buronan Internasional: Polri Tukar Tiga Warga Negara Tiongkok dengan Satu Buron WNI Kasus Penipuan

Polri dan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) resmi melakukan pertukaran buronan lintas…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah
Hukum

Ketua KPK Respons Desakan Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Biarkan Kejagung Berproses Dulu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, belum membuka peluang lembaganya mengambil…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
3 jam lalu
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Hukum

Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK, Barang Bukti Disita dalam Kasus Bupati Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Anggota 5 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Kuasa Hukum Don Ritto, Handika Hanggowongso, di Polda Metro Jaya, 14 Juli 2026.
Hukum

Kasus Jampidsus: Don Ritto-Febrie Satu Almamater, Uang Sitaan Diklaim untuk Proyek Dermaga

Keterlibatan seorang advokat, Don Ritto, dalam tiga perkara korupsi tata kelola batu…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up