Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Pengamat: Narasi Antek Asing Ala Prabowo Keliru, Penjajah Kini Hanya Berganti Wajah
Politik

Pengamat: Narasi Antek Asing Ala Prabowo Keliru, Penjajah Kini Hanya Berganti Wajah

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 20, 2026 9:47 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
21 jam lalu
Share
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, 12 Juli, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, 12 Juli, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno. (Tangkapan layar tayangan Youtube Sekretariat Presiden)
SHARE

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kerap mengaitkan pengkritik pemerintah dengan “antek asing” dinilai keliru. Narasi tersebut dianggap berpotensi membenturkan sesama masyarakat dan mengaburkan substansi kritik publik terhadap pemerintah.

Saya jadi teringat ketika Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa intelektual Jakarta tidak peduli kepada nelayan, atau menyebut adanya antek asing. Menurut saya, wacana seperti itu berbahaya apabila keluar dari seorang pemimpin. Karena narasi tersebut menempatkan masyarakat seolah-olah saling berhadapan,”

kata Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar kepada Owrite, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Adinda, kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan, bukan langsung dikaitkan dengan kepentingan pihak asing.

Gerindra Semprot Hotman Paris, Minta Jangan Seret Nama Prabowo di Kasus Febrie

Buat Adinda, masyarakat yang menyampaikan kritik justru menunjukkan kepedulian terhadap masa depan Indonesia dan ingin memastikan tata kelola pemerintahan berjalan sesuai prinsip negara hukum.

Padahal orang-orang yang kritis justru melakukannya demi kebaikan Indonesia, bukan berarti mereka tidak mencintai Indonesia,”

ujarnya.

Adinda menilai, kepedulian terhadap bangsa diwujudkan dengan mengawasi penyelenggaraan negara agar praktik-praktik yang merugikan kepentingan publik tidak terus terjadi.

Kalau ada orang yang peduli kepada Indonesia, apakah dia harus pergi meninggalkan negeri ini? Justru karena peduli, mereka ingin memastikan agar ‘tikus-tikus’ yang merugikan negara tidak terus leluasa,”

ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terhadap Indonesia saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk penjajahan fisik, melainkan dapat muncul melalui berbagai persoalan yang memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena penjajah sekarang mungkin hanya berganti wajah, persoalan perut, hak asasi manusia, demokrasi, dan ekonomi tidak bisa dipisahkan,”

jelasnya.

Lebih jauh Adinda, perbandingan Indonesia dengan negara lain, termasuk Tiongkok, tidak dapat dilakukan secara sederhana karena masing-masing memiliki sejarah, sistem politik, dan tata kelola pemerintahan yang berbeda.

Sering kali Indonesia dibandingkan dengan Tiongkok. Tiongkok tidak terlalu suka dikritik soal HAM karena mereka beranggapan ekonomi mereka berhasil. Bagi mereka, ekonomi juga merupakan bagian dari hak asasi manusia. Tetapi itu Tiongkok, dengan sejarah dan sistem pemerintahannya sendiri,”

bebernya.

Lanjut Adinda, Indonesia sebagai negara demokrasi yang berdasarkan hukum harus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, perlindungan hak asasi manusia, dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Baca juga:
Rekam Jejak Pemberantasan Korupsi Tak Meyakinkan, Publik Sulit Percaya Komitmen… Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri mengatakan, komitmen Polri dalam pemberantasan korupsi dipertanyakan…
Pengusutan Korupsi BGN dan Eks Jampidsus Perlihatkan Penegakan Hukum Amburadul Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menilai, penanganan dugaan korupsi yang melibatkan petinggi…
Penghentian Pemeriksaan MBG Cerminkan Lemahnya Komitmen Berantas Korupsi Pakar psikologi forensik Reza Indragiri mengatakan, instruksi penghentian pemeriksaan terkait program Makan…
  • Rekam Jejak Pemberantasan Korupsi Tak Meyakinkan, Publik Sulit Percaya Komitmen Polri
  • Pengusutan Korupsi BGN dan Eks Jampidsus Perlihatkan Penegakan Hukum Amburadul
  • Penghentian Pemeriksaan MBG Cerminkan Lemahnya Komitmen Berantas Korupsi

Indonesia berbeda. Kita adalah negara demokrasi yang berdasarkan hukum. Karena itu, persoalan ini harus dilihat secara menyeluruh, menggunakan helicopter view. Tidak bisa hanya melihat kebutuhan perut semata,”

ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan hak-hak dasar warga negara.

Misalnya, kalau seseorang diberi makan, lalu hak asasinya dicabut, tentu tidak bisa dibenarkan. Atau ketika seseorang menyampaikan pendapat di jalan, kemudian langsung ditahan. Persoalan tidak sesederhana itu,”

tegasnya.
Tag:Adinda Tenriangke MuchtarAntek AsingHeadlineKorupsiKritik KebijakanpenjajahPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik UMB, Dr. Syaifuddin.
Politik

Pemerintah Dianggap Sengaja Alihkan Kritik Publik dengan Menghina Simbol Akademik

Respons Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan yang menyamakan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam diskusi ekonomi di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
Politik

Cak Imin Sentil Ekonomi Prabowo: Konsep Benar, Masalahnya Mandek di Implementasi

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai orientasi baru pembangunan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Teenage Ali KSP, Ulta Levenia Nababan.
Politik

KSP Disorot, Respons Ulta Levenia ke BEM UI Justru Bikin Citra Pemerintah Terpukul

Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Universitas Mercu Buana (UMB) Dr. Syaifuddin…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Politik

Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden

Elite Partai Demokrat akhirnya buka suara menanggapi polemik Menteri Pekerjaan Umum (PU)…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up