Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 9 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Politik Uang dan Mahar Partai Bikin Pilkada Mahal, RUU Pemilu Harus Dirombak
Politik

Politik Uang dan Mahar Partai Bikin Pilkada Mahal, RUU Pemilu Harus Dirombak

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 20, 2026 9:49 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD
Gambar ilustrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Tingginya biaya Pilkada dinilai bukan disebabkan sistem pemilihan langsung, melainkan lemahnya regulasi yang belum mampu menekan praktik mahar politik, politik uang, dan transaksi politik selama kontestasi berlangsung.

Tingginya biaya pilkada karena adanya mahar politik, politik uang, anggaran saksi, dan anggaran untuk Tim IT,”

kata pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga dalam keterangan tertulis kapada Owrite, Senin, 20 Juli 2026.

Dikatakan Jamiluddin, biaya yang harus dikeluarkan calon kepala daerah sebenarnya dapat ditekan apabila berbagai pos pengeluaran di luar kebutuhan kampanye dapat dihilangkan melalui pengaturan yang lebih tegas.

Kasus Korupsi Bupati Ardito dan Lingkaran Setan Politik Uang di RI

Menurutnya, apabila praktik mahar politik, politik uang, serta kebutuhan menyediakan saksi tidak lagi menjadi beban calon, maka biaya Pilkada akan jauh lebih rendah.

Kalau anggaran tersebut dapat ditiadakan, seharusnya anggaran yang harus dikeluarkan calon pada pilkada tidak terlalu besar. Sebab, calon hanya mengeluarkan anggaran untuk kampanye dan tim kampanyenya,”

ucapnya.

Ia menegaskan besarnya ongkos politik selama ini lebih banyak dipicu pengeluaran di luar aktivitas kampanye, sehingga persoalannya bukan terletak pada sistem Pilkada langsung.

Dengan begitu, pengeluaran pilkada yang besar bukan karena sistem pilkadanya. Pengeluaran besar para calon lebih banyak untuk anggaran di luar kampanye,”

jelasnya.

Karena itu, Jamiluddin mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu memasukkan ketentuan yang secara tegas melarang mahar politik, politik uang, sekaligus memperkuat tata kelola penyelenggaraan pemilu.

Jadi, pembuat RUU Pemilu seharusnya dapat menyusun pasal-pasal yang dapat mencegah mahar politik, politik uang, serta meniadakan saksi dari calon pilkada,”

tegasnya.

Lebih jauh Jamiluddin, penguatan kewenangan dan mekanisme pengawasan juga perlu diberikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar setiap suara pemilih benar-benar terlindungi dan tidak berpindah kepada kandidat lain. Dengan begitu, calon kepala daerah tidak lagi merasa perlu mengeluarkan biaya besar untuk menempatkan saksi.

Baca juga:
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi… Keberadaan wakil menteri atau wamen yang banyak di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran…
BRIN Desak DPR Serius Sahkan RUU Perampasan Aset, Bukan karena… Harapan publik agar RUU Perampasan Aset segera disahkan dinilai harus benar-benar ditindaklanjuti…
Jelang Dua Tahun Prabowo – Gibran, Banyak Wamen Tak Produktif… Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, keberadaan banyak…
  • Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
  • BRIN Desak DPR Serius Sahkan RUU Perampasan Aset, Bukan karena Tuntutan Rakyat
  • Jelang Dua Tahun Prabowo – Gibran, Banyak Wamen Tak Produktif jadi Beban…

Untuk itu, harus ada pengaturan terhadap Bawaslu yang menjamin suara yang diperoleh calon tidak akan berpindah ke calon lain. Jaminan ini diperlukan agar setiap calon tak perlu lagi menyediakan saksi dan anggarannya,”

ungkapnya.

Kalau ongkos pilkada dapat diminimalkan, maka hal itu tidak lagi dikaitkan saat bupati dan wali kota terjerat korupsi. Hal itu juga tidak lagi dikaitkan dengan sistem pilkada, termasuk kegenitan untuk mengubahnya,”

tambahnya.

Ia mencontohkan besarnya biaya yang harus ditanggung calon kepala daerah untuk memperoleh dukungan partai politik. Menurutnya, praktik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat biaya Pilkada terus membengkak.

Untuk calon bupati atau wali kota misalnya, calon membayar mahar ke partai berdasarkan jumlah kursi di DPRD. Kalau satu kursi dikonversi Rp500 juta saja, maka bila calon bupati atau wali kota butuh dukungan 30 kursi saja sudah harus mengeluarkan mahar ke partai sebesar Rp15 miliar,”

tutupnya.
Tag:HeadlineJamiluddin Ritongamahar politikpilkadapolitik uangRUU Pemilu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
3
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
4
Menteri Sibuk Bangun Citra Politik tapi Program Mandek, Layak Jadi Sasaran Reshuffle
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Politik

AHY Singgung Kekuasaan Ada Batas, Nasdem Balik Ingatkan Koalisi Prabowo Harus Tetap Solid

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa merespons pernyataan Ketua Umum Partai…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Politik

Pilkades 2027 Dinilai Bebani Keuangan, Kades Minta Mekanisme Pj Kepala Desa Diubah

Kepala desa yang masa jabatannya berakhir pada 2027 meminta pelaksanaan pemilihan kepala…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Politik

KDM-Gibran Dijodohkan untuk Pilpres 2029, Pengamat: Berani Lawan Prabowo Sekaligus Ketum?

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mulai mencuat dalam bursa Pilpres…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto dan Tenaga Ahli KSP Ulta Leverai Nababan. (Sumber: Instagram Ulta Levenia)
Politik

Ulta Levenia Singgung Erupsi Anak Krakatau Ulah Asing, Deddy Sitorus Beri Komentar Pedas

Pernyataan Plt Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Ulta Levenia Nababan,…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up