Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Rupiah menguat tipis sebesar 0,06 persen atau 10 poin ke level Rp17.938 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah karena meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Sebab, AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi kembali.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa AS dan Iran mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan negosiasi,”
ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 21 Juli 2026.
Dana Asing Mulai Masuk RI


Selain itu, penguatan rupiah juga didorong oleh sentimen dalam negeri. Pasalnya, dana asing kini sudah mulai masuk ke pasar dalam negeri.
Rupiah juga didukung oleh dana asing yang masih terus kembali masuk ke pasar Indonesia,”
tuturnya.
Nilai Tukar Negara Asia
Dengan demikian, Lukman memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan diperdagangkan menguat pada hari ini di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut mengalami penguatan. Mereka diantaranya Dolar Singapura (SGD) menguat 0,03 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,05 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,07 persen.
























