Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Babinsa Awasi Wajib Pajak Tuai Polemik, Koalisi Sipil: Jangan Militerisasi Urusan Pajak
Nasional

Babinsa Awasi Wajib Pajak Tuai Polemik, Koalisi Sipil: Jangan Militerisasi Urusan Pajak

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 22, 2026 11:33 am
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi pajak
Ilustrasi pajak (Foto: pixabay)
SHARE

Rencana pelibatan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak menjadi polemik.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai, kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu berpotensi menyeret militer ke ranah sipil dan mengubah sistem perpajakan menjadi instrumen yang menimbulkan rasa takut di masyarakat.

Baca juga:
PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan… Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengkritik keras wacana pelibatan Bintara…
Heboh Pengawasan Pajak Libatkan Babinsa, DPR Ingatkan Kepercayaan Publik Bisa… Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang…
TNI-Polri Dilibatkan Jadi Pengawas Pajak, DJP Pastikan Bukan Pemungut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan buka suara terkait keterlibatan Bintara Pembina…
  • PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
  • Heboh Pengawasan Pajak Libatkan Babinsa, DPR Ingatkan Kepercayaan Publik Bisa Turun
  • TNI-Polri Dilibatkan Jadi Pengawas Pajak, DJP Pastikan Bukan Pemungut

Koalisi sipil itu terdiri atas gabungan organisasi sipil dan penelitian seperti YLBHI, Amnesty International Indonesia, KontraS, Imparsial, ICW, Setara Institute, ICJR, LBH Pers, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur, menegaskan kepatuhan pajak tidak boleh dibangun melalui pendekatan keamanan.

Kepatuhan pajak tidak boleh dibangun melalui militerisasi ruang sipil. Negara tidak boleh menjadikan kepatuhan pajak sebagai pintu masuk normalisasi pelibatan militer dalam urusan sipil sehari-hari,”

ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026. 

Isnur yang menyampaikan sikap mewakili Koalisi Masyarakat Sipil menilai, pengawasan dan pemungutan pajak merupakan fungsi administrasi pemerintahan sipil yang harus dijalankan berdasarkan prinsip legalitas, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, dan pelayanan publik.

Menurut koalisi, dalam sistem self-assessment, negara memang memiliki kewenangan melakukan pembinaan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum perpajakan. 

TNI ‘Tongkrongin’ Wajib Pajak, DPR Wanti-wanti Keterlibatan Aparat Jangan Bikin Rakyat Takut

Namun seluruh proses tersebut semestinya dilakukan oleh otoritas pajak dan aparat penegak hukum sipil yang memiliki mandat serta mekanisme pengawasan yang jelas.

Pelibatan Babinsa, menurut Koalisi, justru menggeser pendekatan kepatuhan sukarela menjadi pendekatan keamanan. Selain dipersoalkan dari sisi tata kelola, kebijakan tersebut juga dinilai bertentangan dengan mandat TNI. 

Koalisi menegaskan tugas pokok TNI berdasarkan Undang-Undang TNI adalah menjaga pertahanan negara, bukan mengawasi kepatuhan perpajakan masyarakat.

Pengawasan kepatuhan pajak, pendataan aktivitas ekonomi warga, atau pemetaan potensi wajib pajak bukanlah fungsi pertahanan dan tidak dapat diperluas hanya melalui surat edaran administratif,”

bunyi pernyataan koalisi.
Baca juga:
TNI 'Tongkrongin' Wajib Pajak, DPR Wanti-wanti Keterlibatan Aparat Jangan Bikin… Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto angkat bicara soal kebijakan Direktorat…
DJP Mulai Sisir Wajib Pajak Baru, Data Rekening hingga Kendaraan… Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membidik wajib pajak baru atau wajib…
Mutasi Ratusan ASN Kementerian PU Bikin Geger, ICW Duga Ada… Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga ada upaya pembungkaman oleh Menteri Pekerjaan Umum…
  • TNI 'Tongkrongin' Wajib Pajak, DPR Wanti-wanti Keterlibatan Aparat Jangan Bikin Rakyat Takut
  • DJP Mulai Sisir Wajib Pajak Baru, Data Rekening hingga Kendaraan Jadi Target
  • Mutasi Ratusan ASN Kementerian PU Bikin Geger, ICW Duga Ada Upaya Pembungkaman

Koalisi juga mengingatkan adanya risiko terhadap kerahasiaan data wajib pajak. Informasi mengenai penghasilan, aset, transaksi hingga kegiatan usaha merupakan data sensitif yang semestinya hanya diakses dalam mekanisme perpajakan yang memiliki pertanggungjawaban jelas.

Mereka khawatir keterlibatan aparat kewilayahan di luar struktur DJP justru membuka peluang penyalahgunaan data, kebocoran informasi, hingga tekanan sosial terhadap warga.

Di tingkat desa, kehadiran Babinsa dalam urusan perpajakan dinilai dapat menciptakan rasa diawasi, terutama bagi kelompok rentan seperti pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pekerja sektor informal.

Minta Pemerintah Cabut Kebijakan

Koalisi menilai, apabila pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara, langkah yang ditempuh seharusnya bukan memperluas pelibatan aparat keamanan, melainkan memperbaiki kualitas layanan perpajakan, menyederhanakan prosedur, memperkuat edukasi publik, menindak penghindaran pajak skala besar, serta memastikan penggunaan data wajib pajak berlangsung transparan dan akuntabel.

Atas dasar itu, Koalisi mendesak DJP dan Kementerian Keuangan mencabut kebijakan yang membuka ruang pelibatan Babinsa dalam pengawasan kepatuhan pajak. 

Mereka juga meminta Panglima TNI memastikan seluruh jajaran TNI tidak terlibat dalam pendataan, pengawasan, maupun penagihan pajak warga.

Selain itu, DPR didorong mengevaluasi kebijakan tersebut agar tidak bertentangan dengan prinsip negara hukum, supremasi sipil, perlindungan hak asasi manusia, dan kerahasiaan data wajib pajak. 

Sementara Komnas HAM dan Ombudsman diminta mengawasi potensi maladministrasi maupun intimidasi yang dapat muncul akibat kebijakan tersebut.

Tag:ajiAmnesty International IndonesiababinsaDirjen PajakICJRICWKoalisi Masyarakat Sipilkontraslbh perslbhiPajaksetara institute
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
1
Sayuti Achmad Siap Maju Jadi Ketua PWI Aceh, Usung Visi Perkuat Profesionalisme Wartawan
By Ani Ratnasari
Sayuti Achmad
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
PDIP Kritik Keras Wacana Libatkan Babinsa Urus Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
By Rika Pangesti
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Doc: IG SekjenPDIP.
5

BERITA LAINNYA

Sudaryono calon Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang. (Sumber: IG @Sudaru_Sudaryono)
Nasional

Prabowo Tunjuk Sudaryono Gantikan Nanik di BGN, Jabatan Wamentan Dilepas

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
47 menit lalu
Kuasa hukum Sony, Sonjaya, Krisna Murti, di Kejagung, 18 Juni 2026.
Nasional

Nanik Mundur Dari Kepala BGN, Kubu Sony: Sudah Seharusnya!

Kubu eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan, sudah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan Bintang Mahaputra Pratama kepada Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Nasional

Nama Sudaryono Menguat Gantikan Nanik di BGN, Istana Masih Bungkam

Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nasional

Komisi IX Desak Evaluasi Total MBG Usai Nanik Mundur dari BGN

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pergantian Kepala Badan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up