Bank Indonesia (BI) sudah memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen, setelah melakukan langkah agresif menaikkan BI Rate 100 basis poin (bps) dalam sebulan. Kini otoritas moneter memilih memperkuat insentif untuk investasi portofolio asing, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan sebenarnya terdapat dua pilihan yang dipertimbangkan oleh bank sentral untuk merespons tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Keduanya diantaranya menaikkan BI Rate atau perluasan insentif.
Di sini ada dua pilihan apakah menaikkan BI Rate dengan konsekuensi suku bunga dalam negeri juga akan naik, atau yang kami lakukan hari ini tidak menaikkan BI Rate tapi meningkatkan insentif bagi semakin masuknya aliran portofolio asing,”
ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 22 Juli 2026.
Rincian Insentif


Adapun opsi kedua dipilih karena dinilai lebih efektif dibandingkan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps. Sejumlah insentif yang diberikan yakni menaikkan dan memperluas insentif pengurangan premi.
Insentif itu diantaranya untuk investasi portofolio asing berupa kenaikan insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada BI) dari 10 persen menjadi sebesar 12,5 persen, dan perluasan insentif bagi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) Jual Lindung Nilai sebesar 15 persen.
Ini lebih efektif mengendalikan nilai tukar dan karenanya memperkuat inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal, kesehatan korporasi, itu lebih efektif,”
tuturnya.
Selain itu, BI memberikan insentif untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra untuk diversifikasi transaksi valas berupa penambahan premi Swap Beli Lindung Nilai (Swap Jual Lindung Nilai kepada BI) sebesar 10 persen, dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10 persen.
Dengan diversifikasi pembayaran, perdagangan dan investasi ini akan mengurangi demand permintaan terhadap dolar. Yang kami lakukan ini adalah memanfaatkan Local Currency Transaction baik dalam Yen, Yuan, maupun mata uang lain tadi untuk memperkuat transaksi di pasar valas dalam negeri,”
imbuhnya.























