Belakangan ini, roti sourdough semakin populer karena dianggap lebih sehat dibandingkan roti biasa. Selain memiliki cita rasa khas hasil fermentasi alami, sourdough juga disebut-sebut memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu menurunkan risiko kanker payudara. Namun, benarkah klaim tersebut?
Dalam sebuah edukasi kesehatan yang disampaikan oleh ahli gizi Mikayla Yasmine Thwayya dalam media sosialnya @mikiglamup, dijelaskan bahwa hubungan antara sourdough dan pencegahan kanker payudara berkaitan dengan kandungan bakteri asam laktat hasil proses fermentasi.
Mengapa Kanker Payudara Lebih Banyak Terjadi pada Perempuan?
Mikayla menjelaskan bahwa kanker payudara memang jauh lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Salah satu penyebab utamanya adalah hormon estrogen yang jumlahnya lebih tinggi pada tubuh perempuan.
Karena yang punya hormon estrogen lebih banyak itu adalah perempuan,”
ungkap Mikayla.
Estrogen berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara. Namun, pada beberapa jenis kanker payudara, hormon ini juga dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Diperkirakan sekitar 75 hingga 80 persen kasus kanker payudara dipengaruhi oleh hormon estrogen.
Meski demikian, bukan berarti laki-laki tidak bisa terkena kanker payudara. Kasusnya memang sangat jarang, yakni kurang dari satu persen dari seluruh kasus kanker payudara.
Hormon estrogen itu bisa berpengaruh ke pertumbuhan sel kanker sampai 75 persen, bahkan 80 persen. Tapi cowok bisa kena kanker payudara juga nggak sih? Bisa, cuma case-nya kurang dari 1 persen,”
jelasnya.
Apa Hubungan Sourdough dengan Kanker Payudara?
Melansir dari Akademi Tataboga Bandung, sourdough merupakan roti yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (lactic acid bacteria) dan ragi alami.
Bakteri ini diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan saluran pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus.
Dalam penjelasannya, Mikayla mengutip sejumlah penelitian yang dilakukan pada periode 2014–2015, bahwa bakteri asam laktat diduga mampu membantu mengatur kadar estrogen dalam tubuh.
Aku nemu ada studi dari 2014 sampai 2015 yang membahas tentang bakteri asam laktat itu bagus untuk mengatur jumlah estrogen di dalam tubuh,”
kata Mikayla.
Selain itu, bakteri ini juga berpotensi memengaruhi metabolisme tumor sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko berkembangnya kanker payudara.
Asam laktat itu bagus untuk mengatur jumlah estrogen di dalam tubuh dan juga bisa mengubah metabolisme dari tumor,”
jelasnya.
Meski demikian, mekanisme tersebut masih terus diteliti dan belum dapat dijadikan dasar bahwa mengonsumsi sourdough secara langsung mampu mencegah kanker.
Selain sourdough, Mikayla juga mengungkapkan ada beberapa makanan yang kaya akan bakteri asam laktat maupun nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh.
Contohnya, selain sourdough, ada yogurt, buah, sayur, kedelai, dan produk turunan kedelai kayak contohnya sari kedelai dan masih banyak lagi,”
paparnya.
Meski hasil penelitian awal terlihat menjanjikan, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar studi mengenai manfaat bakteri asam laktat terhadap kanker payudara masih dilakukan pada hewan percobaan maupun penelitian laboratorium.
Tapi side note, penelitian ini masih banyak dilakuin ke hewan dan butuh penelitian lebih lanjut pada manusia,”
tutupnya.

















