Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Niño tidak hanya berdampak pada cuaca yang lebih kering, tetapi juga dapat memengaruhi sektor strategis seperti produksi pangan, perikanan, hingga pasokan energi.
Karena itu, petani, nelayan, dan masyarakat di wilayah rawan kekeringan diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab mengatakan dampak El Niño paling terasa ketika fenomena tersebut menyebabkan curah hujan berada di bawah kondisi normal.
Berkurangnya hujan dapat mengganggu ketersediaan air yang dibutuhkan untuk pertanian.
El Niño dapat mempengaruhi produksi pangan terutama ketika terjadi pengurangan curah hujan sehingga hujan yang turun pada suatu wilayah menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan normalnya,”
ujar Fachri kepada Owrite, Kamis 30 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, curah hujan rendah ini berpotensi dapat mengurangi produktivitas tanaman padi serta tanaman lain yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup
Namun, ia menjelaskan dampak El Niño tidak sepenuhnya negatif. Di sektor kelautan, fenomena ini justru dapat memberikan keuntungan bagi perikanan tangkap.
Menurut Fachri, secara historis kejadian El Niño umumnya bertepatan dengan munculnya fenomena upwelling yang membawa plankton ke permukaan laut di perairan Indonesia dan sekitarnya.
Kondisi tersebut meningkatkan ketersediaan pakan alami bagi ikan sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Selain pertanian dan perikanan, El Niño juga dapat memengaruhi sektor energi, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Menurunnya curah hujan berpotensi mengurangi volume air di waduk dan bendungan sehingga pasokan listrik dari PLTA dapat berkurang.
Meski demikian, potensi energi tenaga surya dapat meningkat seiring dengan berkurangnya tutupan awan selama periode El Niño,”
tambahnya.
Mitigasi Guna Mengurangi Dampak Musim Kering
Lebih lanjut BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi dampak musim kering.
Untuk para petani, nelayan, serta warga yang tinggal di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara efektif dan efisien.
Menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran di lingkungan sekitar,”
tuturnya.
Selain itu, Fachri juga mengingatkan masyarakat agar rutin memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG serta mengikuti arahan dari dinas terkait agar dampak negatif kekeringan akibat El Niño dapat diminimalkan.























