Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin
Ekonomi Bisnis

Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Juli 30, 2026 4:20 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026).
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/bar)
SHARE

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sawit. Daerah penghasil dinilai belum menikmati manfaat yang sepadan dari kekayaan alamnya sendiri, sehingga banyak kabupaten penghasil sawit tetap bergulat dengan kemiskinan.

Daftar isi Konten
  • Daerah Jadi Penonton
  • Tolong Berpihak ke Daerah

Ketua Umum APKASI periode 2025–2030, Bursah Zarnubi, mengatakan formula DBH sawit saat ini belum mencerminkan kontribusi daerah penghasil. Bahkan, pemerintah kabupaten mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan formula pembagian dana tersebut.

Bahkan kami tidak tahu sama sekali, tidak pernah diajak berunding, tidak pernah diajak berdiskusi bagaimana rumusan DBH ini sehingga menghasilkan fiskal yang adil untuk di daerah; adil bagi pusat, adil juga bagi daerah,”

kata Bursah dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. 
Baca juga:
Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar… Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus…
Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran… Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) meminta pemerintah tidak lagi memangkas anggaran…
Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang… Sejumlah kepala daerah di Tanah Papua meminta pemerintah pusat menjadikan pembangunan infrastruktur…
  • Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa…
  • Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran TKD 2027
  • Kepala Daerah Papua Protes Ketimpangan Infrastruktur: Pembangunan di RI Kurang Adil

Daerah Jadi Penonton

Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton.
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/agr)

Menurut Bursah, ketimpangan itu membuat daerah penghasil sawit hanya menjadi penonton, sementara keuntungan besar justru dinikmati perusahaan.

Rasanya sangat tidak adil. Di daerah kabupaten itu kemiskinan yang sudah akumulatif sekali, mereka jadi penonton bagi orang-orang pemilik sawit di daerah,”

ujarnya.

Ia menggambarkan ironi yang terjadi di sejumlah daerah penghasil sawit. Perusahaan menguasai lahan hingga puluhan ribu hektare dan meraup keuntungan besar, tetapi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan justru masih hidup dalam kemiskinan.

Mereka ada yang 20.000 hektare, 40.000 hektare dengan kekayaan luar biasa, tapi meninggalkan penderitaan rakyat di samping kebun-kebun sawit itu,”

kata Bursah.

Tolong Berpihak ke Daerah

Ilustrasi Kebun Sawit.
Ilustrasi Kebun Sawit. (Sumber: Sawit Watch)

Karena itu, Apkasi mengusulkan pemerintah menyempurnakan formula DBH sawit agar lebih berpihak kepada daerah penghasil. 

Menurut Bursah, pembagian hasil perkebunan sawit sebenarnya pernah diterapkan pada awal era reformasi, namun tidak berlanjut lantaran belum memiliki payung hukum.

Jadi, kita ingin sekali perlu ada payung hukum agar ada keadilan dari penghasil sawit itu untuk PAD di daerah,”

ujarnya.

Selain meminta formula DBH sawit dirombak, Apkasi juga mendesak pemerintah memastikan penyaluran dana bagi hasil dilakukan tepat waktu. Sebab, keterlambatan penyaluran DBH, termasuk pembayaran kurang bayar yang masih dicicil, kerap mengganggu penyusunan APBD di daerah.

DBH kurang bayar pun masih dibayarkan secara bertahap, sehingga mengganggu pengelolaan keuangan daerah. Jadi, kadang-kadang asumsi kita sekian, tiba-tiba DBH tertunda lagi, jadi mengganggu penetapan APBD,”

kata Bursah.
Baca juga:
Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih… Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menilai tujuan pemekaran daerah untuk mempercepat pembangunan…
Krisis Gaji PPPK Mengintai! 39 Daerah Butuh Suntikan APBN, DPR… Sebanyak 39 kabupaten/kota diperkirakan tidak akan mampu menanggung beban gaji aparatur sipil…
Prabowo Klaim Berhasil Atasi 110 Masalah dalam 18 Bulan: Kita… Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan nasional sejak…
  • Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih Rasa Kabupaten
  • Krisis Gaji PPPK Mengintai! 39 Daerah Butuh Suntikan APBN, DPR Siapkan Jurus…
  • Prabowo Klaim Berhasil Atasi 110 Masalah dalam 18 Bulan: Kita Rendah Hati,…
Tag:apbdAPKASIdana bagi hasilKemiskinanKetimpangansawit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
2
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
3
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
4
Jangan Paksa Smelter Bangun Rantai Nilai LTJ Sendiri, Ini Usulan Industri Nikel
By Natania Longdong
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
5

BERITA LAINNYA

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Goda Destry Jadi Gubernur BI Definitif: Oke Nggak? Terserah DPR

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal terkait pengisian kursi Gubernur Bank Indonesia (BI)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
32 menit lalu
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Apkasi Minta Daerah Timur Dapat Perlakuan Khusus, PAD Rp5 Miliar Tak Bisa Disamakan

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan khusus…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
1 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Tak Sejalan Lagi, Rupiah Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Tapi IHSG Menguat 1,56 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bertolak belakang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Pekerja mengumpulkan biji buah sawit yang terpisah dari tandanya di salah satu pengepul di Pangalle, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Sawit di Semester I-2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan dana pungutan ekspor kelapa sawit…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up