Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan dirinya sejak awal telah menyampaikan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa tidak akan masuk ke dalam kabinet pemerintahannya.
Megawati mengatakan keputusan tersebut bukan berarti PDIP menempatkan diri sebagai oposisi. Ia memilih berada di luar pemerintahan untuk menjalankan fungsi sebagai penyeimbang.
Saya datang benar, ngomong baik-baik saya tidak akan, ditawari untuk masuk, ‘saya tidak masuk ke kabinet Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang’,”
kata Megawati saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidikan Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10-17 Juli 1945 yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Megawati, istilah oposisi tidak tepat digunakan dalam sistem presidensial seperti Indonesia. Ia mempertanyakan pihak yang terus menyebut dirinya maupun PDIP sebagai oposisi.
Saya baca, tapi kembali saya nggak hafal, yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem Presidensial, betul atau tidak? Betul toh, loh kok saya selalu diomongin oposisi, emangnya ada?”
ujarnya.
Presidensial dengan Parlementer
Megawati kemudian menjelaskan perbedaan sistem presidensial dengan parlementer. Ia menegaskan dalam sistem yang dianut Indonesia, tidak ada konsep oposisi seperti yang dikenal dalam sistem parlementer.
Ia juga menyinggung kritik dari buzzer yang mempertanyakan istilah penyeimbang. Ia menilai kritik tersebut muncul karena pihak yang bersangkutan tidak memahami sistem politik Indonesia.
Menurut Megawati, menjadi penyeimbang bukan berarti harus selalu berseberangan dengan pemerintah. Ia menegaskan sikap politik harus diberikan berdasarkan benar atau salahnya kebijakan yang diambil pemerintah.
Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau enggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa?”
katanya.
Megawati menegaskan posisi di luar pemerintahan justru memberikan ruang bagi PDIP untuk tetap menyampaikan kritik tanpa harus terikat dengan kepentingan kabinet.
Ia pun kembali menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan langsung pilihannya kepada Prabowo. Megawati tidak ingin masuk kabinet dan memilih menjalankan peran sebagai penyeimbang dari luar pemerintahan.
Saya bilang penyeimbang,”
tegas Megawati.






















