Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Kursi Plastik Bikin Kapal Kelebihan Penumpang, Komisi V: Jangan Main-main dengan Nyawa
Politik

Kursi Plastik Bikin Kapal Kelebihan Penumpang, Komisi V: Jangan Main-main dengan Nyawa

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
Last updated: Agustus 19, 2026 3:47 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
3 jam lalu
Share
KN Masalembo bawa korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa II di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
KN Masalembo bawa korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa II di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono).
SHARE

Komisi V DPR RI menyoroti celah pengawasan yang memungkinkan jumlah penumpang kapal melebihi kapasitas. Salah satu persoalan yang disorot adalah penggunaan kursi tambahan yang tidak masuk dalam perhitungan kapasitas kapal maupun manifes penumpang.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan praktik semacam itu tidak boleh dianggap sepele. Operator kapal harus memiliki tanggung jawab untuk memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas yang telah ditetapkan.

Tidak semua bisa kita kontrol, tapi kalau operator kapalnya nakal, ini menimbulkan persoalan,”

kata Lasarus dalam rapat Komisi V DPR RI, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Bukan Lagi Sekadar Musibah, DPR: Ini Alarm Pemerintah

Politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, persoalan bisa terjadi ketika kapal yang telah memiliki kapasitas tempat duduk tertentu kemudian menambah tempat duduk secara informal.

Penambahan tersebut membuat jumlah orang yang berada di kapal bisa jauh lebih banyak dari kapasitas sebenarnya.

Ia mencontohkan praktik penggunaan kursi plastik yang ditumpuk untuk menambah tempat duduk penumpang. Menurutnya, kursi tambahan itu bisa membuat kapal menampung penumpang dalam jumlah besar tanpa tercatat dalam kapasitas awal.

Saya pernah berdiskusi, ada berapa tempat duduk di kapal? Ada 100,”

ucap Lasarus.
Baca juga:
Usai Rentetan Kecelakaan Kapal, Kemenhub Siapkan Sanksi Keras hingga Larangan… Kementerian Perhubungan RI akhirnya buka suara setelah rentetan kecelakaan kapal terjadi dalam…
Penumpang Naik Tanpa Tercatat, Komisi V Desak Pemerintah Evaluasi Total… Komisi V DPR RI kembali menyoroti persoalan manifes penumpang setelah rentetan kecelakaan…
Kecam Letusan Senjata di Tempat Ibadah Saat Pengibaran Bendera GAM,… PDI Perjuangan menyoroti respons aparat dalam menangani insiden pengibaran bendera Bulan Bintang…
  • Usai Rentetan Kecelakaan Kapal, Kemenhub Siapkan Sanksi Keras hingga Larangan Berlayar
  • Penumpang Naik Tanpa Tercatat, Komisi V Desak Pemerintah Evaluasi Total Pengawasan Kapal
  • Kecam Letusan Senjata di Tempat Ibadah Saat Pengibaran Bendera GAM, PDIP: Jangan…

Namun, jumlah kursi resmi itu bukan berarti menjadi batas akhir jumlah orang yang berada di dalam kapal. Lasarus mempertanyakan berapa banyak kursi tambahan yang kemudian dimasukkan untuk menampung penumpang.

Tapi berapa kursi plastik yang ditumpuk-tumpuk dan tidak dihitung? Ada sekian ratus penumpang bisa naik menggunakan kursi tumpuk itu,”

ungkapnya.

Lanjut Lasarus, persoalan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, ketika terjadi kecelakaan, dampaknya bisa sangat besar karena jumlah penumpang yang sebenarnya berada di kapal tidak lagi sama dengan data yang dimiliki pemerintah.

Ini hal sederhana Pak, tapi dampaknya besar,”

tegasnya.

Persoalan kursi tambahan itu juga berkaitan dengan masalah manifes penumpang yang menjadi sorotan utama Komisi V. 

Lasarus mengatakan hampir seluruh kecelakaan kapal yang dibahas dalam rapat menunjukkan adanya masalah dalam pencatatan jumlah penumpang.

Hampir di semua kecelakaan itu, Pak, manifes ini bermasalah,”

jelasnya.

Lebih jauh Lasarus, ketidaksesuaian manifes membuat pemerintah semakin sulit memastikan jumlah orang yang berada di atas kapal. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu proses pencarian dan pertolongan ketika kecelakaan terjadi.

Kalau orang yang bergerak saja kita tidak bisa data, Pak, bagaimana kita mau mendata muatan yang ada di kapal?,”

tutur Lasarus.

Karena itu, Lasarus meminta pemerintah memastikan tidak ada lagi penumpang yang naik kapal tanpa tercatat. Ia menilai pencatatan penumpang harus menjadi prosedur dasar yang tidak boleh dilanggar.

Setelah rapat ini saya berharap, mohon izin Pak Menteri, enggak ada lagi cerita orang naik kapal tanpa data,”

tegasnya.

Lasarus juga meminta Menteri Perhubungan mengevaluasi kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

KMP Putri Yasmin Terbakar, Komisi V DPR Beri ‘Lampu Kuning’ Pengawasan Pelayaran Nasional

Menurutnya, kapal yang sudah diperiksa dan didata seharusnya tidak lagi memiliki celah untuk menambah penumpang di luar ketentuan.

Sudah didata oleh KSOP, harusnya sudah selesai dan ditutup, tapi masih dibiarkan ada yang naik dan seterusnya,”

ujarnya.

Ia menilai operator kapal juga harus bertanggung jawab dan tidak mencari celah untuk menambah penumpang demi kepentingan operasional.

Keselamatan, kata Lasarus, tidak boleh dikorbankan hanya karena ingin mengangkut lebih banyak orang.

Jangan bermain-main dengan nyawa manusia,”

terang Lasarus.

Adapun, sorotan ini disampaikan Komisi V di tengah evaluasi rentetan kecelakaan pelayaran. Dalam dua tahun terakhir, Komisi V mencatat terdapat 12 kecelakaan pelayaran signifikan di berbagai wilayah Indonesia.

Lasarus menegaskan persoalan keselamatan harus dimulai dari hal paling dasar, termasuk memastikan siapa saja yang berada di dalam kapal dan berapa jumlah sebenarnya.

Sebab, ketika kecelakaan terjadi, kesalahan kecil dalam pencatatan dapat berubah menjadi persoalan besar bagi korban dan keluarganya.

Faktor manusia ini dulu harus kita utamakan, Pak, karena nyawa itu yang paling utama,”

pungkasnya.
Tag:kapal lautKecelakaan kapalKetua Komisi V DPRkursi plastik di kapalLasarusPDIPTambahan kursi pelastik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Roberto Carlos Dikabarkan Mualaf Usai Bertemu Tokoh Islam Brasil, Ucap Syahadat 4 Pekan Lalu
By Hadi Febriansyah
Mantan bintang Timnas Brasil dan Real Madrid Roberto Carlos.
1
Mulai Oktober, Bayar Pakai QRIS di Bawah Rp100 Ribu Tak Kena MDR, Ini Aturannya
By Ani Ratnasari
Penumpang memindai kode QR untuk membayar tiket bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah
2
DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru Menuju Status PNS
By Rika Pangesti
Ilustrasi Gedung DPR
3
Praperadilan Eks Jampidsus: Polri Buka Suara atas Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Polri memberikan jawaban atas gugatan praperadilan kubu eks Jampidsus Febrie di PN Jakarta Selatan, 19 Agustus 2026.
4
Dugaan Perecok Aksi BEM UI: Mahasiswa Bawa Pisau, Sopir Ambulans Angkut Golok
By Rahmat Baihaqi
Petugas kepolisian dan mahasiswa duduk bersama saat berlangsung unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah yang diduga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1/2026).
Politik

Tragedi Nurul Salsa 01 Jadi Alarm Keras, Kemenhub Tak Akan Terbitkan Surat Berlayar Jika Data Tak Valid

Kementerian Perhubungan RI akhirnya buka suara terkait tenggelamnya Kapal Layar Motor Nurul…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
10 menit lalu
Personel Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Politik

Karhutla Kembali Mengganas, DPR Usul Status Bencana Nasional dan Bentuk Badan Khusus

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di sejumlah daerah sehingga mendapat…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
56 menit lalu
Gedung rapat DPR
Politik

DPR Janji Gaspol RUU Perampasan Aset, Formappi: Sok Optimistik, Substansinya Gak ke Mana-mana!

Janji Komisi III DPR RI untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
2 jam lalu
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus
Politik

Penumpang Naik Tanpa Tercatat, Komisi V Desak Pemerintah Evaluasi Total Pengawasan Kapal

Komisi V DPR RI kembali menyoroti persoalan manifes penumpang setelah rentetan kecelakaan…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up