Wacana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mendapat respons positif dari Ahli Linguistik Frans Asisi Datang.
Menurutnya, mengajarkan anak berbahasa asing sejak kecil memang sangat bagus. Meski demikian, Frans mengingatkan saat mengajarkan anak berbahasa asing metodenya harus tepat. Sebab bila metodenya salah, anak akan mengalami kebingunan bahasa.
Dari perspektif linguistik belajar bahasa asing sebenarnya paling bagus,”
ujar Frans kepada Owrite.
Frans juga menambahkan, agar pemerintah mempersiapkan banyak hal secara matang sebelum metode tersebut diterapkan.
Metode, materi, dan guru perlu dipertimbangkan matang,”
ucapnya.
Pidato Prabowo
Diketahui, Prabowo mengungkap pentingnya pendidikan bahasa asing harus sudah mulai pada tingkat sekolah dasar agar sumber daya manusia di Indonesia semakin andal dalam berkomunikasi dengan negara-negara lain.
Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai,”
kata Prabowo saat pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat lalu.
Prabowo menjelaskan, pemerintah akan memulai pembelajaran bahasa asing sejak anak duduk di kelas 1 SD. Bahasa yang diajarkan, kata dia, adalah bahasa-bahasa yang dinilai paling penting dan banyak digunakan di berbagai negara, seperti bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Prancis, dan Rusia.
Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing; bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis,”
ucap Prabowo.





















