Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 24 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Karhutla Mengganas, DPR Sentil Pemerintah Jangan Asal Salahkan Masyarakat Lokal
Nasional

Karhutla Mengganas, DPR Sentil Pemerintah Jangan Asal Salahkan Masyarakat Lokal

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 24, 2026 6:00 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/agr)
SHARE

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Barat, menjadi sorotan berbagai kalangan. Terkait hal itu, pemerintah diminta tak buru-buru menyalahkan masyarakat lokal sebagai penyebab kebakaran.

Daftar isi Konten
  • Gotong Royong
  • Bakar Sesuai Kebutuhan
  • Harus Ada Solusi

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan masyarakat lokal di sejumlah wilayah Kalimantan Barat memang masih membuka ladang dengan cara membakar. Namun, praktik tersebut dilakukan secara terbatas dan memiliki mekanisme pengawasan di tingkat masyarakat.

Baca juga:
Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik pola penanganan kebakaran hutan dan lahan…
Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 91 Jiwa, 5.688 Gempa Susulan… Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan total korban jiwa akibat gempa M7,7…
Jangan Kasih Ampun! Pemerintah Harus Cabut Izin Usaha Perusahaan Penyebab… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah mengevaluasi hingga mencabut izin perusahaan…
  • Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak Selalu Berulang
  • Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 91 Jiwa, 5.688 Gempa Susulan Terjadi
  • Jangan Kasih Ampun! Pemerintah Harus Cabut Izin Usaha Perusahaan Penyebab Karthula

Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar juga telah diatur melalui peraturan daerah sebagai bagian dari kearifan lokal. Karena itu, praktik tersebut tidak bisa serta-merta disamakan dengan pembakaran yang memicu karhutla dalam skala luas.

Oleh karena itu, Lasarus meminta pemerintah tidak buru-buru menyalahkan masyarakat lokal sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan.

Peraturan daerah untuk kearifan lokal setiap KK itu boleh buka 2 hektare. Hanya mungkin ya karena kemarau ini sangat panjang. Sebenarnya kalau yang kearifan lokal ini waktu bakar mereka jaga,”

ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026. 
WALHI Beberkan Penyebab Karhutla Kalimantan: 74 Persen Hotspot Ternyata di Kawasan Konsesi

Gotong Royong

Lasarus menjelaskan, masyarakat biasanya melakukan pembakaran secara gotong royong. Ada mekanisme yang diterapkan di masing-masing kampung untuk memastikan api tidak menjalar ke lahan lain.

Kalau mereka jaga, gotong royong, karena itu sudah ada mekanismenya di masing-masing kampung,”

katanya.

Menurut Lasarus, masyarakat lokal justru memiliki kepentingan besar untuk mencegah api meluas. Sebab, lahan yang mereka buka merupakan bagian dari sumber penghidupan dan pangan keluarga. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak membuat kesimpulan terburu-buru setiap kali terjadi kebakaran. 

Baca juga:
Kemenhub Beberkan Kondisi Transportasi Terkini di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kondisi terkini terkait layanan transportasi di wilayah Kalimantan…
WALHI Beberkan Penyebab Karhutla Kalimantan: 74 Persen Hotspot Ternyata di… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkap sekitar 74 persen titik panas atau…
Pati Lagi Cari Cara Naik Kelas, DPR Minta Danantara Kaji… Aspirasi masyarakat Pati tidak berhenti pada persoalan keamanan dan kepastian hukum. Forum…
  • Kemenhub Beberkan Kondisi Transportasi Terkini di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan
  • WALHI Beberkan Penyebab Karhutla Kalimantan: 74 Persen Hotspot Ternyata di Kawasan Konsesi
  • Pati Lagi Cari Cara Naik Kelas, DPR Minta Danantara Kaji Hirilisasi 3…

Apalagi menurutnya, ada perbedaan antara pembakaran lahan untuk kebutuhan berladang dengan kebakaran yang terjadi di kawasan gambut.

Karena masyarakat lokal juga kalau terbakar, membakar kebun-kebun dia juga, dia enggak mau juga ada kebakaran,”

ujar Lasarus.

Bakar Sesuai Kebutuhan

Ia mengaku, mendapat laporan dari sejumlah camat mengenai adanya kecenderungan masyarakat lokal disalahkan ketika terjadi kebakaran. Padahal, masyarakat disebut hanya membakar lahan sesuai kebutuhan.

Saya dapat laporan dari camat segala macam, jadi ada prediksi kadang-kadang menyalahkan masyarakat lokal. Mereka membakar seperlunya,”

ujarnya.

Lasarus menegaskan, masyarakat tidak akan sengaja membakar lahan secara berlebihan karena risikonya justru akan merugikan mereka sendiri. Jika api menjalar, kebun atau lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka juga ikut terancam.

Lebih dari seperlu yang dia bakar, dia bakar harta benda dia sendiri juga dia tidak mau,”

tegasnya.

Di sisi lain, Lasarus meminta pemerintah melihat karakter lahan yang terbakar. Ia menilai persoalan karhutla tidak bisa dipukul rata antara tanah mineral dan lahan gambut.

Nah, kalau tanah mineral terbakar sebentar, asap hilang. Yang jadi masalah yang gambut,”

kata Lasarus.

Ia menegaskan, masyarakat lokal tidak berladang di kawasan gambut. Sebab masyarakat setempat memahami bahwa gambut tidak cocok untuk pola pertanian padi yang mereka jalankan.

Harus Ada Solusi

Karena itu, Lasarus meminta pemerintah tidak menjadikan larangan membakar lahan sebagai satu-satunya solusi. Jika masyarakat dilarang menggunakan pola pembukaan lahan tersebut, pemerintah harus memberikan alternatif agar kebutuhan pangan mereka tetap terpenuhi.

Nah ini memitigasinya bagaimana? Tentu harus di jalan keluar, misalnya tidak boleh lagi membakar. Terus solusinya apa?”

ujar Lasarus.

Ia mempertanyakan kesiapan pemerintah menyediakan pangan apabila masyarakat lokal tidak lagi bisa menanam padi sendiri. Ditegaskan Lasarus, persoalan karhutla tidak boleh dipisahkan dari persoalan ketahanan pangan masyarakat.

Supaya masyarakat lokal di sini tetap bisa punya cadangan pangan. Mereka kalau tidak menanam padi sendiri, tidak punya lumbung pangan sendiri, nanti negara sanggup nggak menyiapkan,”

katanya.

Lasarus menekankan, perlunya titik temu antara upaya pengendalian karhutla dan kebutuhan masyarakat lokal. Menurutnya, kebijakan yang hanya berisi larangan tanpa solusi justru berpotensi menempatkan masyarakat dalam pilihan sulit.

Ini harus ada jalan keluar, ada titik temu ini. Jadi jangan hanya menyalahkan masyarakat lokal, tapi tidak memberi solusi,”

ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan pilihan yang harus diambil masyarakat jika pola berladang mereka dilarang tanpa disertai alternatif. 

Lebih baik mana? Masyarakat lokal apakah dia nanti memilih kelaparan atau berladang dengan cara membakar,”

pungkasnya.
Tag:DPRKalimantanKarhutlakebakaranKebakaran Hutan dan LahanMitigasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
1
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
2
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
3
Polda Metro Akui Blokir Rekening Koordinator AMPB Supriyono, Selidiki Asal Muasal Saldo
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pemblokiran rekening koordinator Aliansi Masyrakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (Sumber: Istimewa)
4
Trofi Melayang, Mental Juang Menyala: Timnas Putri Indonesia U-16 Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
By Hadi Febriansyah
Sejumlah pesepak bola, staf pelatih, dan ofisial Timnas Putri Garuda Pertiwi U16 Indonesia berfoto dengan medali runner up Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Nasional

72 Tersangka Karhutla Ditetapkan, DPR Desak Semua Perusahaan Diaudit

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendesak pemerintah segera…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Sejumlah petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap pesawat tempur Sukhoi di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026).
Nasional

Rem Bermasalah Saat Test Flight, Sukhoi TNI AU Tergelincir

Sukhoi Su-30MK2 milik TNI Angkatan Udara tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin, Maros,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
4 jam lalu
Foto udara bekas tebangan kayu yang terbakar di Tenam, Batang Hari, Jambi.
Nasional

Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak Selalu Berulang

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik pola penanganan kebakaran hutan dan lahan…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
4 jam lalu
Foto udara situ yang mengalami penyusutan imbas musim kemarau.
Nasional

Kemarau Panjang Mengancam Warga Kalbar, Air Susah hingga Harga Kebutuhan Bisa Melonjak

Kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dipandang bukan sekadar…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up