Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Peringatan Dini Tak Cukup! TII Desak Pemerintah Bergerak Sebelum Bencana Menghantam
Daerah

Peringatan Dini Tak Cukup! TII Desak Pemerintah Bergerak Sebelum Bencana Menghantam

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 26, 2026 1:06 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)
SHARE

Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan bahwa sistem penanggulangan bencana di Indonesia belum cukup hanya mengandalkan peringatan dini.

Daftar isi Konten
  • Potensi Bencana
  • Berisiko Tinggi
  • Peringatan Dini

Pemerintah dinilai perlu memastikan informasi dan data risiko bencana diterjemahkan menjadi aksi konkret sebelum bencana terjadi.

Ia mengatakan pendekatan antisipatif penting untuk mencegah dampak bencana semakin berat, khususnya bagi kelompok rentan.

Indonesia tidak hanya harus memastikan akses informasi peringatan dini, tetapi turut memastikan informasi tersebut dapat dipahami dan ditindaklanjuti masyarakat,”

kata Made dalam keterangannya, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.

Potensi Bencana

Menurutnya, peringatan dini seharusnya tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai potensi bencana.

Baca juga:
Prabowo Dengar Keluhan Korban Gempa NTT Ditagih Utang, Responsnya Bikin… Presiden Prabowo Subianto menerima berbagai keluhan saat memimpin rapat koordinasi penanganan gempa…
Gempa NTT, TII Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Ibu Hamil hingga… Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII),…
Prabowo Ungkap Alasan Tak Langsung ke NTT Saat Gempa: Tak… Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasannya tidak langsung mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT)…
  • Prabowo Dengar Keluhan Korban Gempa NTT Ditagih Utang, Responsnya Bikin Kaget
  • Gempa NTT, TII Ingatkan Ancaman Krisis Kesehatan Ibu Hamil hingga Bayi di…
  • Prabowo Ungkap Alasan Tak Langsung ke NTT Saat Gempa: Tak Mau Ganggu…

Setelah peringatan dikeluarkan, harus ada tindakan yang jelas, mulai dari evakuasi, penyiapan bantuan, hingga perlindungan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan lebih tinggi.

Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Mereka dapat menghadapi hambatan berbeda dalam mengakses informasi, melakukan evakuasi, memperoleh bantuan, maupun mendapatkan layanan kesehatan.

Dampak bencana tidak pernah sepenuhnya setara. Kelompok yang sejak awal memiliki keterbatasan akses terhadap informasi, mobilitas, layanan kesehatan, maupun sumber daya akan menghadapi risiko yang lebih besar ketika sistem penanganan bencana belum dirancang secara inklusif,”

paparnya.

Made menilai data risiko bencana perlu diubah menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum bencana terjadi.

Berisiko Tinggi

Pemerintah harus mengetahui sejak awal kelompok rentan yang berada di wilayah berisiko tinggi, kebutuhan mereka, serta bagaimana bantuan dapat menjangkau kelompok tersebut ketika bencana terjadi.

Menurut dia, pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dapat digunakan untuk memastikan kesiapsiagaan bencana tidak mengabaikan kelompok yang memiliki kebutuhan khusus.

Pendekatan GEDSI perlu diintegrasikan sebelum bencana terjadi, termasuk melalui penyediaan data kebutuhan sasaran berbasis GEDSI di wilayah dengan risiko bencana tinggi agar pemetaan distribusi bantuan sudah siap sebelum bencana terjadi,”

jelas Made.

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat menyiapkan kebutuhan seperti air bersih, bahan makanan, perlengkapan bayi, kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui, perlengkapan kesehatan reproduksi, serta alat bantu mobilitas di wilayah yang berisiko.

Korban Gempa NTT Membludak, 206 Relawan Dikirim ke Enam Wilayah Terdampak Parah

Langkah ini dinilai penting agar pemerintah tidak baru bergerak mencari dan mendistribusikan bantuan setelah masyarakat terdampak bencana. Data risiko harus menjadi pijakan untuk menentukan lokasi stok bantuan, jalur distribusi, hingga kelompok yang mendapat prioritas.

Selain bantuan logistik, data risiko juga perlu diterjemahkan ke dalam rencana evakuasi. Masyarakat harus mengetahui rute evakuasi, lokasi pengungsian, dan pusat rujukan pelayanan kesehatan sebelum bencana terjadi.

Made mengatakan pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan sistem peringatan dini benar-benar efektif.

Konsultasi, peningkatan kapasitas, dan simulasi bencana perlu dilakukan di tingkat komunitas agar masyarakat tidak kebingungan ketika peringatan dikeluarkan.

Aplikasi informasi risiko bencana seperti Info BMKG dan InaRISK juga perlu disosialisasikan secara lebih luas agar masyarakat dapat mengenali risiko di wilayahnya dan mengetahui langkah yang harus dilakukan.

Melalui pelibatan komunitas sejak fase pra-bencana, seperti melalui konsultasi, peningkatan kapasitas, dan simulasi bencana, masyarakat akan menjadi berdaya dan mampu untuk mengetahui rute evakuasi, pusat rujukan pelayanan kesehatan, dan pusat pengungsian,”

tuturnya.

Peringatan Dini

Untuk memperkuat penerapan aksi antisipatif, Made mendorong BNPB bersama Kementerian Dalam Negeri menyusun protokol yang jelas setelah peringatan dini dikeluarkan.

Protokol tersebut perlu mengatur pembagian peran lintas sektor, prosedur evakuasi kelompok rentan, serta mekanisme distribusi stok bantuan sebelum bencana.

BNPB juga perlu berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik dan Kementerian Sosial untuk memperkuat data kebencanaan yang terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, status disabilitas, kondisi ekonomi, dan lokasi tempat tinggal.

Pemerintah dapat mengetahui sejak awal kelompok rentan yang belum memiliki kapasitas kuat untuk menerima peringatan dini, melakukan evakuasi, dan memperoleh bantuan, sehingga menjadi prioritas penerima bantuan,”

tutupnya.

Tag:Gempa NTTMade NatasyaPeringatan diniPotensi Bencana Alam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Video Rombongan Bus Serbu Jakarta Jelang Demo 27 Agustus, Polisi Cek Tol dan Temukan Fakta Ini
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi bus di jalan tol.
1
Demo 27 Agustus 2026 di DPR/MPR: Ini Daftar Aliansi dan Tuntutannya
By Ani Ratnasari
Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta melakukan aksi damai di depan Gedung Parlemen, Jakarta,
2
Honda Accord Generasi Terbaru Segera Meluncur, Desain Makin Sporty dan Hybrid Lebih Irit
By Hadi Febriansyah
Ilustrasi Honda Accord
3
Asap Karhutla Bikin Palembang Sesak: 9.313 Kasus ISPA Tercatat hingga Agustus 2026
By Syifa Fauziah
Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
4
Saat Bantuan Menipis di Pengungsian: Gempa NTT Buka Borok Penanganan Bencana
By Syifa Fauziah
Sejumlah pengungsi beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026).
Daerah

Walhi Soroti 10 Korporasi Saat Karhutla Kalteng, Ada yang Capai 3.110 Hotspot

Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Janang Firman Palanungkai menyampaikan sejumlah korporasi yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
8 menit lalu
Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Daerah

2.610 Titik Panas Kepung Kalbar, BNPB Waspadai Ancaman Karhutla hingga Awal September

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Warga mengangkut selang air di tengah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Daerah

259 Ribu Warga Sumsel Kena ISPA Imbas Karhutla, Walhi Ungkap Fakta yang Bikin Miris

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan Ersyah menyebut…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
Daerah

Karhutla Kalteng Kembali Membara, Asap Ancam Warga hingga Sekolah Libur

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam masyarakat di Kalimantan Tengah. Api…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up