Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Karhutla Tak Berhenti di Titik Api, IPB Pantau Jejak Asap dan Kualitas Udara dari Satelit
Daerah

Karhutla Tak Berhenti di Titik Api, IPB Pantau Jejak Asap dan Kualitas Udara dari Satelit

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: September 1, 2026 11:13 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Petugas pemadam kebakaran Mitra Bhakti menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu
Petugas pemadam kebakaran Mitra Bhakti menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/agr)
SHARE

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Asap dan polutan yang dihasilkan dapat menyebar jauh dari lokasi kebakaran dan mengubah kualitas udara di wilayah lain.

Karena itu, pemantauan karhutla kini tak cukup hanya dengan mengetahui di mana titik api muncul, tetapi juga perlu melihat bagaimana kondisi atmosfer berubah setelahnya.

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara yang dikaitkan dengan kejadian karhutla berbasis data satelit secara near-real time (NRT).

Sistem tersebut terintegrasi dalam platform WebGIS yang mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan pembaruan data setiap hari.

Melalui sistem ini, pengguna dapat melihat lokasi titik panas (hotspot) sekaligus memantau perubahan kondisi kualitas udara dan atmosfer yang menyertainya.

Begitu pula dengan data historis juga tersimpan sehingga perkembangan karhutla dan perubahan kualitas udara dapat ditelusuri dari waktu ke waktu.

Baca juga:
Belasan Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla, Kerugian Capai Rp5,30 Triliun Belasan perusahaan diduga menjadi biang keladi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…
Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada lebih dari 10,67 juta penduduk…
Menhan Sjafrie: Penanganan Karhutla Bergantung pada Rakyat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berujar penyelesaian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…
  • Belasan Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla, Kerugian Capai Rp5,30 Triliun
  • Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya
  • Menhan Sjafrie: Penanganan Karhutla Bergantung pada Rakyat

Menurut Kepala Laboratorium Instrumentasi dan Monitoring Lingkungan Hidup PPLH IPB University, Tubagus Ahmad Mufawwaz, sistem tersebut mengintegrasikan sejumlah sumber data penginderaan jauh satelit untuk memudahkan pengamatan indikasi kebakaran dan perubahan kondisi atmosfer dalam satu platform secara spasial dan temporal.

Dengan sistem near-real time ini, informasi terbaru dapat diperbarui dan dipublikasikan setiap hari lewat dashboard WebGIS. Data historis juga tetap tersimpan sehingga kita dapat mengikuti perkembangan kejadian dari waktu ke waktu,”

jelas Fawwaz.

Dengan mengintegrasikan data titik panas dan kondisi atmosfer, kita dapat menganalisis keterkaitan spasial dan temporal antara kejadian karhutla dengan perubahan kualitas udara, ujarnya.

Pemantauan Karhutla Dikembangkan

Kepala PPLH IPB University, Yudi Setiawan, mengatakan sistem pemantauan karhutla perlu dikembangkan lebih jauh karena kebakaran yang berulang tidak hanya meninggalkan kerusakan pada ekosistem, tetapi juga membawa persoalan kualitas udara.

Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru dan Otak

Menurutnya, teknologi satelit memungkinkan pemantauan dilakukan dalam cakupan yang lebih luas dan konsisten. Hal ini menjadi penting karena stasiun pemantauan kualitas udara berbasis darat memiliki cakupan yang terbatas dibandingkan luas wilayah Indonesia.

Karena kejadian karhutla terus berulang, kita tidak cukup hanya mengetahui kondisi hari ini. Kita juga perlu memahami pola kejadiannya: di mana kebakaran berulang terjadi, kapan intensitasnya meningkat, dan bagaimana perubahan kualitas udara mengikuti kejadian tersebut,”.

tambah Yudi.

Untuk itu, informasi time-series menjadi sangat penting untuk membangun pemahaman. Sementara itu data selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi ilmiah bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat prioritas pemantauan maupun penanganan karhutla.

Ke depan, PPLH IPB University akan mengembangkan sistem dengan menggabungkan data satelit, pengamatan kualitas udara berbasis darat, serta informasi meteorologi dan lingkungan lainnya.

Integrasi ini ditujukan untuk memperkuat analisis mengenai hubungan antara sumber kebakaran, kondisi meteorologi, pergerakan polutan, dan perubahan kualitas udara.

Pengembangan tersebut juga diarahkan menuju sistem peringatan dini (early warning system) kualitas udara terkait karhutla.

Dengan demikian, sistem tidak hanya menjadi alat untuk melihat apa yang sudah terjadi, tetapi juga dapat membantu mengantisipasi dampak karhutla dan mempercepat pengambilan keputusan.

Dengan demikian, teknologi ini dapat berkembang menjadi sistem pendukung pengambilan keputusan untuk mitigasi dampak karhutla terhadap kualitas udara di Indonesia,”

tambah Yudi.

Tag:IPBKarhutlaKualitas UdaraSatelit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Maruarar Berencana Bangun Rumah di Atas Sungai, Reaksi Warganet Beragam dari yang Pedas Hingga Lucu
By Ani Ratnasari
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait
3
Isu Reshuffle Menguat Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Layak Evaluasi Menteri
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
4
Usai Mundur Perry Warjiyo Akhirnya Angkat Suara, Ucapkan Ini ke Destry Damayanti
By Anisa Aulia
Eks Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
5

BERITA LAINNYA

Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Daerah

Ketua MPR: RI Sudah Dirancang Jadi Negara Industri Sejak 1951

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengungkap arsip sejarah menunjukkan gagasan menjadikan Indonesia…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
21 jam lalu
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan pimpinan Komisi I DPR beri keterangan pers.
Daerah

Prabowo Buka Jalan Warga Dayak Pedalaman Masuk TNI, Ada ‘Privilege’ untuk Calon Pendek

Pemerintah buka peluang lebih besar bagi masyarakat Dayak pedalaman untuk jadi prajurit…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Daerah

RS Lapangan Berstruktur Balon di NTT Jadi Penyelamat, Dokter Tetap Operasi Saat Gempa Susulan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Ilustrasi foto ledakan tabung gas yang menewaskan warga.
Daerah

Ledakan Tabung Gas di Cikarang Bekasi Tewaskan Ayah dan Anak, 6 Orang Alami Luka Bakar

Insiden ledakan tabung gas menyebabkan dua orang meninggal dunia di Kampung Pulo…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up