PDI Perjuangan (PDIP) menilai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih perlu bekerja keras jika ingin masuk dalam bursa kandidat kuat Pilpres 2029.
Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif Deddy Yevri Sitorus mengatakan peluang AHY di Pilpres 2029 belum bisa dipastikan. Namun, jika mengacu pada hasil survei, posisi AHY masih tertinggal dari sejumlah tokoh yang sudah lebih dulu muncul.
Bagaimana peluang AHY saya kurang tahu tetapi kalau melihat survei, beliau perlu kerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan,”
kata Deddy, Kamis, 10 September 2026.
Deddy menyebut AHY harus mengejar sejumlah nama yang sudah masuk radar survei. Hal itu termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM dan Presiden Prabowo Subianto.
Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei seperti KDM dan Prabowo sendiri,”
ujar Deddy.
Menurut dia, hasil survei berbagai lembaga sejauh ini juga belum menunjukkan dukungan yang kuat terhadap AHY maupun Demokrat.
Terlebih melihat rilis hasil survei berbagai lembaga yang belum menunjukkan dukungan yang kuat kepada AHY dan Demokrat,”
katanya.
Meski mulai muncul dalam pembacaan politik menuju 2029, Deddy menilai pembicaraan mengenai kontestasi Pilpres masih terlalu dini. Sebab, pemerintahan Prabowo belum mencapai separuh periode.
Pemilu masih jauh, kita memilih fokus pada kerja-kerja konkret bagi rakyat dan konsolidasi partai secara berkelanjutan,”
lanjut Deddy.
Dia menekankan terlalu cepat jika menyinggung kontestasi Pilpres 2029.
Terlalu pagi untuk bicara kontestasi pilpres atau pemilu saat usia pemerintahan bahkan belum mencapai setengah periode,”
ujar Deddy.
Deddy mengatakan PDIP lebih mengandalkan kekuatan partai dan dukungan akar rumput ketimbang sekadar elektabilitas calon.
Kami juga lebih percaya kekuatan kolektif partai dan dukungan akar rumput dari pada sekadar elektabilitas calon,”
kata Deddy.























