Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 2.800 Korban dalam 12 Kasus Keracunan MBG, Persoalan Dinilai Sudah Sistemik
Nasional

2.800 Korban dalam 12 Kasus Keracunan MBG, Persoalan Dinilai Sudah Sistemik

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: September 11, 2026 5:54 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz)
SHARE

Sedikitnya 2.800 orang disebut menjadi korban dalam 12 kasus keracunan selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). 

Daftar isi Konten
  • Pola Jumlah Korban
  • Ganti Pimpinan Bukan Solusi

Temuan MBG Watch tersebut menambah sorotan terhadap keamanan program yang menyasar anak-anak sekolah, terlebih karena dalam sejumlah kejadian jumlah korban mencapai ratusan orang dalam satu kasus.

MBG Watch menilai, besarnya jumlah korban tidak lagi cukup dipandang sebagai persoalan kesalahan individual atau kendala teknis di lapangan. Mereka mengklaim telah mengingatkan potensi persoalan tersebut bahkan sebelum program MBG resmi dijalankan.

Jadi MBG Watch ini bahkan sebelum MBG berjalan, itu sudah memberikan rekomendasi. Sudah melakukan kajian dan studi terkait itu,”

kata Annette Mau dari Koalisi MBG Watch dan juga Aliansi Ibu Indonesia kepada Owrite, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Annete Mau, kajian dan rekomendasi tersebut telah dilakukan pada November 2024. Program MBG kemudian resmi mulai berjalan pada 6 Januari 2025, tetapi kasus keracunan pertama yang mereka catat disebut muncul hanya sepekan setelah program diluncurkan.

Itu November 2024, program ini berjalan 6 Januari 2025. 13 Januari langsung keracunan, paling pertama,”

ungkapnya.
Rantai Korban Tak Kunjung Putus, Amnesty Desak Penegak Hukum Usut Keracunan MBG

Kasus tersebut disebut terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sejak kejadian itu, MBG Watch mengaku terus melakukan pencatatan terhadap berbagai laporan keracunan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.

13 Januari 2025, itu di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dan sejak itu MBG Watch secara aktif, mendata semua kasus keracunan yang terjadi,”

ujarnya.

Pola Jumlah Korban

Lebih jauh, Annete melihat adanya perbedaan pola jumlah korban pada setiap periode kepemimpinan Kepala BGN. Pada era Dadan, misalnya, jumlah kasus disebut cukup banyak, tetapi korban dalam setiap kejadian umumnya berada pada kisaran puluhan hingga ratusan orang.

Nah, ini kalau saya mau amati, di eranya Dadan, kasus keracunannya itu banyak, kasusnya. Tapi mungkin perkeracunan korbannya sekitar puluhan sampai ratusan,”

ucapnya.

Pola yang relatif sama disebut terjadi pada masa kepemimpinan Nanik S. Deyang. Menurut Annete, meski jumlah kasus kurang lebih sama dengan periode sebelumnya, jumlah korban dalam satu kejadian umumnya masih berada di bawah 200 orang.

Tapi di eranya Nanik, dia kan cuma singkat tuh ya, masa kepemimpinan Nanik. Kasus keracunannya mungkin kurang lebih sama seperti Dadan,”

tuturnya.

Namun, MBG Watch menilai, situasinya berubah pada periode kepemimpinan Sudaryono. Mereka menyoroti jumlah korban yang disebut melonjak meski jumlah kasus secara keseluruhan dinilai tidak sebanyak periode sebelumnya.

Tapi di eranya Sudaryono ini luar biasa, padahal dia baru menjabat Juli 2026. Dan ini kasusnya mungkin tidak terlalu banyak secara angka kasus, tapi korbannya luar biasa,”

jelasnya.

Menurut MBG Watch, satu kejadian bahkan dapat menyebabkan 400 hingga 500 orang menjadi korban. Salah satu kasus yang disebut sangat parah terjadi di Papua.

Satu kasus itu bisa sampai 400–500 korban. Yang di Papua itu parah sekali, yang di Depapre Papua,”

tegasnya.

Rentetan laporan keracunan juga disebut terus bermunculan sejak awal September. MBG Watch menggambarkan laporan datang secara beruntun, bahkan ketika mereka tengah menyiapkan rilis mengenai kasus sebelumnya.

Kemudian yang ada juga baru-baru ini, rentetan dari 1 September. Kita belum nafas, dari awal September belum istirahat nih,”

terangnya.
Baca juga:
Pedas! Annete Mau Sebut MBG Program yang “Menghinakan Ilmu Pengetahuan” Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat kritik tajam terkait fondasi keilmuan…
DPR Bingung Pemerintah Baru Hadir Saat Korban Bencana Berjatuhan, Tak… Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto meminta pemerintah mengubah paradigma penanggulangan…
BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus… Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi sistem pelaksanaan…
  • Pedas! Annete Mau Sebut MBG Program yang “Menghinakan Ilmu Pengetahuan”
  • DPR Bingung Pemerintah Baru Hadir Saat Korban Bencana Berjatuhan, Tak Ada Mitigasi
  • BGN Didesak Berbenah: Jangan Berubah hanya Orangnya, Kelemahan Sistem Terus Berulang

Laporan dari Jombang kemudian disusul laporan dari Rembang. Dalam laporan yang disebut terakhir, jumlah korban bahkan diklaim mencapai 700 orang.

Mau keluar, masuk laporan Jombang, mau keluarin rilis, masuk lagi laporan Rembang. Loh, Rembang 700,”

ujarnya.

Ganti Pimpinan Bukan Solusi

Besarnya jumlah korban yang dicatat tersebut membuat MBG Watch menilai persoalan keamanan MBG tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengganti kepala BGN. Mereka juga menilai perubahan aturan saja tidak akan menyentuh akar persoalan.

Jadi kami menganggap ini sama sekali bukan ada di tataran lagi cukup dengan mengganti kepala BGN. Bukan lagi ada di tataran dengan cukup, you gonta-ganti peraturan, bukan,”

ungkapnya.

Karena itu, MBG Watch menyebut persoalan keracunan MBG telah masuk pada level yang lebih mendasar. Mereka menilai persoalan tersebut bersifat sistemik dan fundamental, bahkan mempertanyakan desain program sejak awal.

Tapi masalahnya sistemik, mendasar, fundamental. Desainnya salah, rusak sejak awal,”

Tag:2.800 korbanAnnete MauHeadlineKepala BGNKeracunan MBGMakanan MBG BeracunMBG WatchSudaryono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka hingga Tanjung Priok Disorot
By Natania Longdong
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
2
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
3
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
4
Harga Emas Hari Ini Jumat 11 September 2026: Global Tertekan, Antam Turun Rp25 Ribu
By Syifa Fauziah
Ilustrasi emas global dan Antam.
5

BERITA LAINNYA

Buku Islam Ala Prabowo.
Nasional

Bukan Cuma “Islam Ala Prabowo”, Ini Deretan Buku yang Mengaitkan Antara Islam dan Presiden di Indonesia

Belakangan ini lagi ramai pembahasan mengenai buku Islam Ala Prabowo. Banyak pihak…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara, Rabu (6/5/2026).
Nasional

Pedas! Annete Mau Sebut MBG Program yang “Menghinakan Ilmu Pengetahuan”

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat kritik tajam terkait fondasi keilmuan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Nasional

Biadab! HP Korban Jadi Alat Teror, Pelaku Penembakan 3 Pegawai Jayawijaya Kini Diburu

Pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diduga tak…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Personel Basarnas Banten bersiap untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak.
Nasional

Basarnas Punya Tiga Hari Lagi, DPR Desak Pencarian Jurnalis Hilang Dimaksimalkan

Pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, memasuki hari keempat. Komisi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up