Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Apa Itu Full Time Children? Kenapa Marak Di Indonesia? Ini Penjelasan Dosen UI
Cari Tahu

Apa Itu Full Time Children? Kenapa Marak Di Indonesia? Ini Penjelasan Dosen UI

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 6, 2026 4:24 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi Full Time Children
Ilustrasi Full Time Children (Pexels/ cottonbro studio)
SHARE

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga semakin ketatnya persaingan di dunia kerja, muncul fenomena sosial yang mulai tumbuh di masyarakat yakni full time children.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Full Time Children?
  • Era Digital Mengubah Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja
  • Gen Z Lebih Tertarik Menjadi Digital Nomad
  • Tidak Semua Gen Z Akan Mengalami Full Time Children
  • Perguruan Tinggi Harus Beradaptasi

Istilah ini merujuk pada kondisi ketika anak yang telah memasuki usia produktif kembali bergantung secara ekonomi kepada orangtuanya karena belum memiliki penghasilan yang stabil.

Dosen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) Erna Karim menilai ada potensi fenomena ini semakin banyak terjadi, seiring dengan perubahan besar dari era industri menuju era digital.

Menurutnya, perubahan ini tidak hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga menggeser cara generasi muda memandang pendidikan, karier, hingga masa depan.

Baca juga:
Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka… TikTok-Tokopedia membantah kabar adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang belakangan ramai…
Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen Ramainya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di TikTok yang beredar di…
Gen Z Wajib Tahu: IPK Tinggi Tak Lagi Menjamin Sukses,… Di era digital, nilai akademik tinggi dinilai tak lagi cukup untuk meraih…
  • Dipanggil DPR TikTok Bantah Isu PHK Massal, Justru Klaim Buka 100 Lowongan…
  • Isu PHK TikTok Menggema, DPR Beberkan Fakta Setelah Panggil Manajemen
  • Gen Z Wajib Tahu: IPK Tinggi Tak Lagi Menjamin Sukses, Networking Kini…

Apa Itu Full Time Children?

Erna menjelaskan, full time children merupakan kondisi ketika anak yang telah dewasa kembali tinggal bersama orang tua dan bergantung pada mereka secara ekonomi.

Dalam beberapa kasus, orang tua bahkan melibatkan anak dalam kegiatan ekonomi keluarga, seperti membantu menjalankan usaha atau mengurus pekerjaan rumah tangga, kemudian memberikan imbalan kepada mereka.

Fenomena full time children itu ketika anak kembali kepada orang tua. Kalau mereka tidak siap menghadapi perubahan, mereka tidak memiliki penghasilan. Orang tua kemudian mempekerjakan anaknya dalam kegiatan ekonomi keluarga dan memberi mereka penghasilan,”

kata Erna, kepada Owrie.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kemalasan anak muda, melainkan karena perubahan besar yang sedang terjadi dalam struktur dunia kerja.

Era Digital Mengubah Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja

Erna menjelaskan bahwa peradaban digital telah mengubah pola kerja yang sebelumnya didominasi perusahaan-perusahaan besar.

Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok

Pada era industri, pendidikan tinggi menjadi jalur utama untuk memperoleh pekerjaan, mengejar promosi jabatan, dan meningkatkan kesejahteraan.

Namun, di era digital banyak pilihan untuk mendapatkan income dan terkadang tidak lagi bergantung pada pekerjaan kantoran.

Di sisi lain, perusahaan juga semakin banyak yang meningkatkan efisiensi, seperti mulai mengandalkan teknologi seperti AI, robotisasi, dan otomatisasi. Akibatnya, sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia mulai tergantikan oleh teknologi.

Karena itu, banyak anak muda mulai menyadari bahwa bekerja sebagai karyawan tidak lagi menjamin keamanan karir dalam jangka panjang.

Gen Z Lebih Tertarik Menjadi Digital Nomad

Erna mengatakan perubahan tersebut membuat banyak Gen Z lebih tertarik menjadi digital nomad, freelancer, maupun content creator dibanding mengejar jenjang karir di perusahaan.

Dengan adanya dukungan internet, mereka dapat bekerja dari mana saja tanpa harus terikat lokasi tertentu.

“Work from anywhere” jadi salah satu fenomena yang terjadi akibat adanya era digitalisasi. Ini juga menjadi salah satu daya tarik, karena membuka peluang memperoleh penghasilan dari berbagai bidang kreatif tanpa harus bekerja secara konvensional di kantor.

Tidak Semua Gen Z Akan Mengalami Full Time Children

Meski demikian, Erna menegaskan tidak semua Gen Z akan mengalami fenomena full time children.

Menurutnya, masyarakat akan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, membangun jaringan, serta terus meningkatkan keterampilan sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan baru.

Sementara kelompok kedua adalah mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan sehingga berisiko mengalami keterpurukan ekonomi, termasuk kembali bergantung pada orang tua.

Erna menilai kemampuan mengakses informasi yang benar, meningkatkan literasi digital, dan membangun jejaring menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang mampu bertahan di era digital.

Perguruan Tinggi Harus Beradaptasi

Perubahan dunia kerja juga dinilai akan memengaruhi sistem pendidikan tinggi. Menurut Erna, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan era digital agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia bahkan menilai, di masa depan ijazah mungkin tidak lagi menjadi satu-satunya penentu seseorang memperoleh penghasilan karena masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk membangun karier melalui ekonomi digital.

Fenomena ini seakan menjadi pengingat bahwa perubahan teknologi bukan hanya mengubah jenis pekerjaan, tetapi juga mengubah hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan keluarga.

Karena itu, adaptasi adalah kunci agar gen z tidak tertinggal di tengah transformasi dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.

Tag:Dosen Sosiologi Fisip UIFull Time Childrengen zPHK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Abu Janda Belum Minta Maaf, DPP IKM Desak Polisi Segera Naikkan Kasus ke Penyidikan
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum DPP IKM Dafrizal Djamari, usai mendampingi Sekjen DPP IKM Braditi Moulvey menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai pelapor di Mabes Polri
1
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
By Syifa Fauziah
Ilustrasi slow jogging
2
Tak Lagi Cuma Dubes, Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
3
Mengenal Clean Eating, Pola Makan Sehat dengan Makanan Minim Olahan
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi makananclean eating
4
Gol Menit Akhir Mikel Merino Bungkam Portugal, Spanyol Lolos Dramatis ke Perempatfinal
By Hadi Febriansyah
Pemain Spanyol Mikel Merino berjabat tangan dengan Cristiano Ronaldo.
5

BERITA LAINNYA

Upacara Adat Jawa Tedak Siten
Cari Tahu

Mengenal Tedak Siten, Upacara Adat Jawa sebagai Simbol Awal Perjalanan Hidup Bayi

Belakangan ini, tradisi tedak siten kembali menjadi sorotan setelah sejumlah selebriti Indonesia…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
20 jam lalu
Ilustrasi motor
Cari Tahu

Motor Listrik atau Motor Bensin? Simak Keunggulan dan Kekurangannya Sebelum Memilih

Motor menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
21 jam lalu
Panorama wisata pantai di Tanjung Verde.
Cari Tahu

Dari Piala Dunia ke Surga Liburan, Ini 5 Destinasi Wisata Tanjung Verde yang Bikin Penasaran

Nama Cape Verde atau Tanjung Verde mencuri perhatian setelah penampian impresif dalam…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Resep menu Ayam Geprek.
Cari Tahu

Resep Ayam Geprek Rendah Kalori: Tetap Pedas, Gurih, dan Cocok Jadi Menu Diet

Menjalani program diet dengan metode defisit kalori bukan berarti harus mengucapkan selamat…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up