Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 10 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Apa Itu Full Time Children? Kenapa Marak Di Indonesia? Ini Penjelasan Dosen UI
Cari Tahu

Apa Itu Full Time Children? Kenapa Marak Di Indonesia? Ini Penjelasan Dosen UI

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juli 6, 2026 4:24 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi Full Time Children
Ilustrasi Full Time Children (Pexels/ cottonbro studio)
SHARE

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga semakin ketatnya persaingan di dunia kerja, muncul fenomena sosial yang mulai tumbuh di masyarakat yakni full time children.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Full Time Children?
  • Era Digital Mengubah Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja
  • Gen Z Lebih Tertarik Menjadi Digital Nomad
  • Tidak Semua Gen Z Akan Mengalami Full Time Children
  • Perguruan Tinggi Harus Beradaptasi

Istilah ini merujuk pada kondisi ketika anak yang telah memasuki usia produktif kembali bergantung secara ekonomi kepada orangtuanya karena belum memiliki penghasilan yang stabil.

Dosen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) Erna Karim menilai ada potensi fenomena ini semakin banyak terjadi, seiring dengan perubahan besar dari era industri menuju era digital.

Menurutnya, perubahan ini tidak hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga menggeser cara generasi muda memandang pendidikan, karier, hingga masa depan.

Baca juga:
Boleh Delulu, Asal Tetap Action: Bongkar Mitos di Balik Tren… Pernah ikut tren manifesting di media sosial sambil mendengarkan lagu Dua Lipa?…
Soal RUU Ketenagakerjaan Baru, Buruh Tuntut Pesangon Tak Dipotong dan… Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan memperketat…
Siapa yang Suka Halu Sampai Lupa Waktu? Hati-hati Jangan-jangan Kamu… Pernah nggak kamu melamun sambil ngebayangin masa depan, ngulang kejadian memalukan, ngobrol…
  • Boleh Delulu, Asal Tetap Action: Bongkar Mitos di Balik Tren Gen Z…
  • Soal RUU Ketenagakerjaan Baru, Buruh Tuntut Pesangon Tak Dipotong dan Outsourcing Dibatasi
  • Siapa yang Suka Halu Sampai Lupa Waktu? Hati-hati Jangan-jangan Kamu Kena Maladaptive…

Apa Itu Full Time Children?

Erna menjelaskan, full time children merupakan kondisi ketika anak yang telah dewasa kembali tinggal bersama orang tua dan bergantung pada mereka secara ekonomi.

Dalam beberapa kasus, orang tua bahkan melibatkan anak dalam kegiatan ekonomi keluarga, seperti membantu menjalankan usaha atau mengurus pekerjaan rumah tangga, kemudian memberikan imbalan kepada mereka.

Fenomena full time children itu ketika anak kembali kepada orang tua. Kalau mereka tidak siap menghadapi perubahan, mereka tidak memiliki penghasilan. Orang tua kemudian mempekerjakan anaknya dalam kegiatan ekonomi keluarga dan memberi mereka penghasilan,”

kata Erna, kepada Owrie.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kemalasan anak muda, melainkan karena perubahan besar yang sedang terjadi dalam struktur dunia kerja.

Era Digital Mengubah Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja

Erna menjelaskan bahwa peradaban digital telah mengubah pola kerja yang sebelumnya didominasi perusahaan-perusahaan besar.

Gen Z Tinggalkan Bangku Kuliah? AI hingga Biaya Mahal Disebut Jadi Biang Kerok

Pada era industri, pendidikan tinggi menjadi jalur utama untuk memperoleh pekerjaan, mengejar promosi jabatan, dan meningkatkan kesejahteraan.

Namun, di era digital banyak pilihan untuk mendapatkan income dan terkadang tidak lagi bergantung pada pekerjaan kantoran.

Di sisi lain, perusahaan juga semakin banyak yang meningkatkan efisiensi, seperti mulai mengandalkan teknologi seperti AI, robotisasi, dan otomatisasi. Akibatnya, sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia mulai tergantikan oleh teknologi.

Karena itu, banyak anak muda mulai menyadari bahwa bekerja sebagai karyawan tidak lagi menjamin keamanan karir dalam jangka panjang.

Gen Z Lebih Tertarik Menjadi Digital Nomad

Erna mengatakan perubahan tersebut membuat banyak Gen Z lebih tertarik menjadi digital nomad, freelancer, maupun content creator dibanding mengejar jenjang karir di perusahaan.

Dengan adanya dukungan internet, mereka dapat bekerja dari mana saja tanpa harus terikat lokasi tertentu.

“Work from anywhere” jadi salah satu fenomena yang terjadi akibat adanya era digitalisasi. Ini juga menjadi salah satu daya tarik, karena membuka peluang memperoleh penghasilan dari berbagai bidang kreatif tanpa harus bekerja secara konvensional di kantor.

Tidak Semua Gen Z Akan Mengalami Full Time Children

Meski demikian, Erna menegaskan tidak semua Gen Z akan mengalami fenomena full time children.

Menurutnya, masyarakat akan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, membangun jaringan, serta terus meningkatkan keterampilan sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan baru.

Sementara kelompok kedua adalah mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan sehingga berisiko mengalami keterpurukan ekonomi, termasuk kembali bergantung pada orang tua.

Erna menilai kemampuan mengakses informasi yang benar, meningkatkan literasi digital, dan membangun jejaring menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang mampu bertahan di era digital.

Perguruan Tinggi Harus Beradaptasi

Perubahan dunia kerja juga dinilai akan memengaruhi sistem pendidikan tinggi. Menurut Erna, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan era digital agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia bahkan menilai, di masa depan ijazah mungkin tidak lagi menjadi satu-satunya penentu seseorang memperoleh penghasilan karena masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk membangun karier melalui ekonomi digital.

Fenomena ini seakan menjadi pengingat bahwa perubahan teknologi bukan hanya mengubah jenis pekerjaan, tetapi juga mengubah hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan keluarga.

Karena itu, adaptasi adalah kunci agar gen z tidak tertinggal di tengah transformasi dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.

Tag:Dosen Sosiologi Fisip UIFull Time Childrengen zPHK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Ivan Mamut, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
3
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
4
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Debat. (sumber: Pexels/Gustavo Fring)
Cari Tahu

3 Cacat Logika yang Sering Muncul di Debat, Pernah Nggak Sih Kamu Ikutan?

Pernah nggak sih kamu lagi debat sama orang di kolom komentar, awalnya…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
1 hari lalu
Sejumlah pekerja membersihkan badan pesawat Airbus A320 milik Citilink dari abu vulkanik yang diparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Cari Tahu

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat? Ini Risiko yang Bisa Bikin Bandara Ditutup

Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Sejumlah anak menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Cari Tahu

Anak Krakatau Erupsi, Pemerintah Ingatkan Kabar Tsunami Jangan Ditelan Mentah

Dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, 6 September…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
3 hari lalu
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
Cari Tahu

September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tinggi karena berada di…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up