Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 22 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam
Daerah

Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 4, 2026 10:27 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Danau Toba di Sumatera Utara
Danau Toba di Sumatera Utara (Foto: unsplash.com)
SHARE

Penurunan muka air Danau Toba dalam beberapa bulan terakhir mulai memunculkan kekhawatiran terhadap sektor perikanan budi daya, khususnya keramba jaring apung (KJA).

Daftar isi Konten
  • Dampak Penurunan Muka Air Danau
  • Nelayan Diminta Waspada

Berdasarkan data satelit altimetri, permukaan air danau tercatat menyusut sekitar 1,6 meter sepanjang Juni 2025 hingga Maret 2026.

Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University, Prof Jonson Lumban Gaol, mengatakan kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Baca juga:
Sering Terdengar Saat Cuaca Ekstrem, Apa Itu El Nino dan… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 26 Juni 2026 mengimbau seluruh…
Salmon Mahal? Ini Lima Pilihan Ikan Lokal Kaya Omega-3 Salmon dikenal sebagai salah satu ikan yang kaya akan asam lemak omega-3,…
Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Rp 5 Triliun Periode 2018–2026… Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjelaskan korelasi dugaan kasus…
  • Sering Terdengar Saat Cuaca Ekstrem, Apa Itu El Nino dan La Nina?
  • Salmon Mahal? Ini Lima Pilihan Ikan Lokal Kaya Omega-3
  • Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Rp 5 Triliun Periode 2018–2026 Berbeda dengan…

Menurutnya, muka air Danau Toba bisa turun hingga 2 meter, yang berisiko mengganggu berbagai aktivitas di kawasan danau, termasuk usaha perikanan budi daya.

Kekhawatiran itu semakin besar seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan terjadinya El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif secara bersamaan pada 2026.

Kombinasi ini dapat memicu musim kering berkepanjangan di Indonesia, termasuk di kawasan Danau Toba, yang pada akhirnya mempercepat penyusutan volume air danau dan dapat menyebabkan kematian massal ikan di KJA,”

jelas Prof Jonson.

Dampak Penurunan Muka Air Danau

Ia menuturkan, penurunan muka air danau kerap beriringan dengan kasus kematian massal ikan di keramba.

Pada 2016, misalnya, ribuan ton ikan dilaporkan mati ketika muka air danau surut hingga sekitar 2 meter. Fenomena serupa juga tercatat pada 2018, 2020, dan 2023 meski dengan dampak yang lebih terbatas.

Meski demikian, Prof Jonson menegaskan bahwa turunnya muka air bukan penyebab langsung kematian ikan. Kondisi tersebut lebih berperan sebagai pemicu ketika cuaca ekstrem dan angin kencang terjadi.

Dalam kondisi perairan yang lebih dangkal, angin kuat dapat mengaduk sedimen limbah organik yang mengendap di dasar danau. Sedimen halus kemudian terangkat ke permukaan dan berpotensi menyumbat insang ikan

Pada saat yang sama, air dari lapisan bawah yang miskin oksigen naik ke atas, menyebabkan penurunan drastis kadar oksigen terlarut sehingga ikan di KJA mati,”

jelas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.

Selain itu, penumpukan limbah organik dan limbah rumah tangga di dasar danau turut menjadi faktor yang memperbesar risiko kematian ikan.

Prediksi BMKG: 2026 Bakal jadi Tahun Terpanas, Siap-siap Hadapi El Nino Godzilla

Dalam kondisi normal, limbah tersebut diuraikan oleh bakteri dengan bantuan oksigen. Namun ketika kadar oksigen menurun, proses penguraian berlangsung secara anaerobik dan menghasilkan gas beracun.

Hidrogen sulfida dapat merusak sistem pernapasan ikan, sementara metana turut menurunkan kualitas air. Kombinasi antara rendahnya oksigen, tingginya kandungan gas beracun, dan meningkatnya kekeruhan air menjadi penyebab kematian massal ikan di KJA,”

terangnya.

Nelayan Diminta Waspada

Prof Jonson mengimbau para pembudi daya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti angin kencang dan perubahan warna air menjadi lebih keruh.

Dalam kondisi tersebut, pemindahan keramba ke perairan yang lebih dalam atau percepatan panen dapat menjadi langkah mitigasi

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu bergerak lebih proaktif, tidak hanya dengan imbauan, tetapi juga dengan sistem yang mampu memberikan peringatan dini secara akurat dan cepat,”

tandasnya.
Tag:Cuaca EkstremDanau TobaIkansumatera
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
Hotman Paris Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Yusril: Wajar Saja, Sesama Penegak Hukum
By Natania Longdong
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra memberikan pandangan dan pendapat dalam peringatan Hari Pelayanan Publik Internasional 2026 di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Siswa berjalan membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dekat ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Daerah

Sekolah Negeri di Daerah Sepi Peminat, Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem Pendidikan

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Gambar ilustrasi HIV/AIDS
Daerah

Gaya Hidup dan Pengaruh Medsos jadi Pemicu Angka HIV/AIDS Sidoarjo Melonjak Hingga 7.129 Kasus

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan. Hingga April 2026, tercatat…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
15 jam lalu
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
Daerah

Sempat Senggol Prabowo dengan Kasus Febrie, Hotman Paris Kini Minta Maaf

Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menyenggol Presiden…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).
Daerah

Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Dipicu Bullying, JPPI: Pemerintah Jangan Hanya Andalkan Regulasi

Koordinator Advokasi Seknas Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Ari Hardi menilai, pemerintah…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up