Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam
Daerah

Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 4, 2026 10:27 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Danau Toba di Sumatera Utara
Danau Toba di Sumatera Utara (Foto: unsplash.com)
SHARE

Penurunan muka air Danau Toba dalam beberapa bulan terakhir mulai memunculkan kekhawatiran terhadap sektor perikanan budi daya, khususnya keramba jaring apung (KJA).

Daftar isi Konten
  • Dampak Penurunan Muka Air Danau
  • Nelayan Diminta Waspada

Berdasarkan data satelit altimetri, permukaan air danau tercatat menyusut sekitar 1,6 meter sepanjang Juni 2025 hingga Maret 2026.

Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University, Prof Jonson Lumban Gaol, mengatakan kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Baca juga:
Hujan Disusul Panas, Waspada DBD 2-8 Minggu Kemudian Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University dan Universitas YARSI,…
Bak Negeri Dongeng Diselimuti Salju, Mengapa Embun Upas Dieng Justru… Musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng selalu menghadirkan pemandangan yang bikin banyak…
Air Danau Toba Susut 1 Cm per Hari, BMKG Lakukan… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca di kawasan…
  • Hujan Disusul Panas, Waspada DBD 2-8 Minggu Kemudian
  • Bak Negeri Dongeng Diselimuti Salju, Mengapa Embun Upas Dieng Justru Jadi Horor…
  • Air Danau Toba Susut 1 Cm per Hari, BMKG Lakukan Hal Ini

Menurutnya, muka air Danau Toba bisa turun hingga 2 meter, yang berisiko mengganggu berbagai aktivitas di kawasan danau, termasuk usaha perikanan budi daya.

Kekhawatiran itu semakin besar seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan terjadinya El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif secara bersamaan pada 2026.

Kombinasi ini dapat memicu musim kering berkepanjangan di Indonesia, termasuk di kawasan Danau Toba, yang pada akhirnya mempercepat penyusutan volume air danau dan dapat menyebabkan kematian massal ikan di KJA,”

jelas Prof Jonson.

Dampak Penurunan Muka Air Danau

Ia menuturkan, penurunan muka air danau kerap beriringan dengan kasus kematian massal ikan di keramba.

Pada 2016, misalnya, ribuan ton ikan dilaporkan mati ketika muka air danau surut hingga sekitar 2 meter. Fenomena serupa juga tercatat pada 2018, 2020, dan 2023 meski dengan dampak yang lebih terbatas.

Meski demikian, Prof Jonson menegaskan bahwa turunnya muka air bukan penyebab langsung kematian ikan. Kondisi tersebut lebih berperan sebagai pemicu ketika cuaca ekstrem dan angin kencang terjadi.

Dalam kondisi perairan yang lebih dangkal, angin kuat dapat mengaduk sedimen limbah organik yang mengendap di dasar danau. Sedimen halus kemudian terangkat ke permukaan dan berpotensi menyumbat insang ikan

Pada saat yang sama, air dari lapisan bawah yang miskin oksigen naik ke atas, menyebabkan penurunan drastis kadar oksigen terlarut sehingga ikan di KJA mati,”

jelas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.

Selain itu, penumpukan limbah organik dan limbah rumah tangga di dasar danau turut menjadi faktor yang memperbesar risiko kematian ikan.

Prediksi BMKG: 2026 Bakal jadi Tahun Terpanas, Siap-siap Hadapi El Nino Godzilla

Dalam kondisi normal, limbah tersebut diuraikan oleh bakteri dengan bantuan oksigen. Namun ketika kadar oksigen menurun, proses penguraian berlangsung secara anaerobik dan menghasilkan gas beracun.

Hidrogen sulfida dapat merusak sistem pernapasan ikan, sementara metana turut menurunkan kualitas air. Kombinasi antara rendahnya oksigen, tingginya kandungan gas beracun, dan meningkatnya kekeruhan air menjadi penyebab kematian massal ikan di KJA,”

terangnya.

Nelayan Diminta Waspada

Prof Jonson mengimbau para pembudi daya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti angin kencang dan perubahan warna air menjadi lebih keruh.

Dalam kondisi tersebut, pemindahan keramba ke perairan yang lebih dalam atau percepatan panen dapat menjadi langkah mitigasi

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu bergerak lebih proaktif, tidak hanya dengan imbauan, tetapi juga dengan sistem yang mampu memberikan peringatan dini secara akurat dan cepat,”

tandasnya.
Tag:Cuaca EkstremDanau TobaIkansumatera
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
1
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
Daerah

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Siaga

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
15 jam lalu
Wartawan memotret Gunung Sinabung saat menyemburkan abu vulkanik di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026).
Daerah

Sinabung Masih Siaga, Kubah Lava Baru Tak Kunjung Tumbuh

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih berstatus Level III atau…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
15 jam lalu
Erupsi Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, Minggu, 6 September 2026.
Daerah

Gunung Ibu Kembali Bergejolak: Kolom Abu Erupsi Membubung 600 Meter, Status Waspada

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
15 jam lalu
Warga berjalan saat gelombang tinggi menerjang kawasan Dermaga Teluk Labuan, Labuan, Pandeglang, Banten, Selasa (6/2/2024).
Daerah

Anak Krakatau Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Jaga Jarak 3 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang kini berstatus Level…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up