Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam
Daerah

Muka Air Danau Toba Turun 1,6 Meter, Budidaya Ikan Keramba Terancam

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 4, 2026 10:27 am
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Danau Toba di Sumatera Utara
Danau Toba di Sumatera Utara (Foto: unsplash.com)
SHARE

Penurunan muka air Danau Toba dalam beberapa bulan terakhir mulai memunculkan kekhawatiran terhadap sektor perikanan budi daya, khususnya keramba jaring apung (KJA).

Daftar isi Konten
  • Dampak Penurunan Muka Air Danau
  • Nelayan Diminta Waspada

Berdasarkan data satelit altimetri, permukaan air danau tercatat menyusut sekitar 1,6 meter sepanjang Juni 2025 hingga Maret 2026.

Ahli Penginderaan Jauh Satelit IPB University, Prof Jonson Lumban Gaol, mengatakan kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Baca juga:
Waspada Keracunan! Ini Cara Aman Mengolah Ikan di Rumah Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat mudah ditemukan dan…
7 Tempat Wisata di Danau Toba yang Wajib Dikunjungi, Pemandangannya… Danau Toba berlokasi di Sumatra Utara, danau satu ini menyuguhkan pesona alam…
Liburan ke Sumatera Utara? Ini 6 Kuliner Khas Danau Toba… Mengunjungi Danau Toba tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Danau Toba. Setiap…
  • Waspada Keracunan! Ini Cara Aman Mengolah Ikan di Rumah
  • 7 Tempat Wisata di Danau Toba yang Wajib Dikunjungi, Pemandangannya Bikin Takjub
  • Liburan ke Sumatera Utara? Ini 6 Kuliner Khas Danau Toba yang Tak…

Menurutnya, muka air Danau Toba bisa turun hingga 2 meter, yang berisiko mengganggu berbagai aktivitas di kawasan danau, termasuk usaha perikanan budi daya.

Kekhawatiran itu semakin besar seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan terjadinya El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) fase positif secara bersamaan pada 2026.

Kombinasi ini dapat memicu musim kering berkepanjangan di Indonesia, termasuk di kawasan Danau Toba, yang pada akhirnya mempercepat penyusutan volume air danau dan dapat menyebabkan kematian massal ikan di KJA,”

jelas Prof Jonson.

Dampak Penurunan Muka Air Danau

Ia menuturkan, penurunan muka air danau kerap beriringan dengan kasus kematian massal ikan di keramba.

Pada 2016, misalnya, ribuan ton ikan dilaporkan mati ketika muka air danau surut hingga sekitar 2 meter. Fenomena serupa juga tercatat pada 2018, 2020, dan 2023 meski dengan dampak yang lebih terbatas.

Meski demikian, Prof Jonson menegaskan bahwa turunnya muka air bukan penyebab langsung kematian ikan. Kondisi tersebut lebih berperan sebagai pemicu ketika cuaca ekstrem dan angin kencang terjadi.

Dalam kondisi perairan yang lebih dangkal, angin kuat dapat mengaduk sedimen limbah organik yang mengendap di dasar danau. Sedimen halus kemudian terangkat ke permukaan dan berpotensi menyumbat insang ikan

Pada saat yang sama, air dari lapisan bawah yang miskin oksigen naik ke atas, menyebabkan penurunan drastis kadar oksigen terlarut sehingga ikan di KJA mati,”

jelas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini.

Selain itu, penumpukan limbah organik dan limbah rumah tangga di dasar danau turut menjadi faktor yang memperbesar risiko kematian ikan.

Prediksi BMKG: 2026 Bakal jadi Tahun Terpanas, Siap-siap Hadapi El Nino Godzilla

Dalam kondisi normal, limbah tersebut diuraikan oleh bakteri dengan bantuan oksigen. Namun ketika kadar oksigen menurun, proses penguraian berlangsung secara anaerobik dan menghasilkan gas beracun.

Hidrogen sulfida dapat merusak sistem pernapasan ikan, sementara metana turut menurunkan kualitas air. Kombinasi antara rendahnya oksigen, tingginya kandungan gas beracun, dan meningkatnya kekeruhan air menjadi penyebab kematian massal ikan di KJA,”

terangnya.

Nelayan Diminta Waspada

Prof Jonson mengimbau para pembudi daya ikan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti angin kencang dan perubahan warna air menjadi lebih keruh.

Dalam kondisi tersebut, pemindahan keramba ke perairan yang lebih dalam atau percepatan panen dapat menjadi langkah mitigasi

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu bergerak lebih proaktif, tidak hanya dengan imbauan, tetapi juga dengan sistem yang mampu memberikan peringatan dini secara akurat dan cepat,”

tandasnya.
Tag:Cuaca EkstremDanau TobaIkansumatera
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Kejagung Buru Bukti Baru, Penggeledahan Kasus MBG Meluas ke Jakarta-Bandung
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Helm Pintar Deteksi Kelelahan Pengendara
DaerahHype

Keren! Mahasiswa ITB Bikin Helm Canggih untuk Cegah Kecelakaan akibat Microsleep

Di tengah padatnya aktivitas kuliah, tugas yang menumpuk, dan tekanan kompetisi yang…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Diskusi peluncuran hasil riset, di Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2026.
Daerah

‘Siasat Mepet Waktu’ Revisi UU Pemilu: Ada Desain Kontestasi 2029 Gak Adil?

Hasil riset Yayasan Dewi Keadilan dan Themis Indonesia mengingatkan potensi penyimpangan terhadap…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 hari lalu
Video memperlihatkan perjuangan seorang ayah
Daerah

Mengharukan, Seorang Ayah di NTT Oleskan Arang ke Kaki Anaknya yang Tak Punya Kaus Kaki untuk Sekolah

Video yang memperlihatkan perjuangan seorang ayah demi pendidikan anaknya mendadak viral di…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
1 minggu lalu
Ilustrasi jalan rusak
Daerah

Protes Jalan Rusak di Blora Viral, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp5,276 Miliar

Kondisi Jalan Cepu-Randublatung yang rusak dan sempat viral di media sosial, akhirnya…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up