Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Dana MBG Setara Puluhan Tahun Kuliah Gratis, Program Gizi atau Bom Waktu Fiskal Negara?
Ekonomi Bisnis

Dana MBG Setara Puluhan Tahun Kuliah Gratis, Program Gizi atau Bom Waktu Fiskal Negara?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 20, 2026 4:22 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Andry Denisah/wsj)
SHARE

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi menuai kritik di media sosial. Dana MBG selama sebulan disebut setara dengan biaya 40 tahun pendidikan gratis di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Daftar isi Konten
  • Proyek Ambisius Sedot Ruang Fiskal
  • Mengalir Hilang, Ulang Lagi
  • Pemerintah Tak Punya Prioritas
  • Terkesan Dipaksa, MBG Tak Optimal 

Narasi di media sosial menyebut bahwa biaya MBG tembus Rp24 triliun per bulan. Bila dialihkan, bisa membiayai 212.000 sarjana selama 40 tahun di ITB, dengan dana Rp21,2 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana mengungkapkan, bila target penerima MBG 82,9 juta terpenuhi, maka MBG akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,2 triliun per hari. Artinya, bila hari efektif sebulan selama 20 hari, maka anggaran yang habis sebesar Rp24 triliun per bulan.

Oleh sebab itu nanti ketika 82,9 juta sudah menerima manfaat maka Rp1,2 triliun akan di spending oleh BGN setiap hari, dan ini adalah potensi ekonomi yang luar biasa,”

ujar Dadan dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

Proyek Ambisius Sedot Ruang Fiskal

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan kritikan itu muncul akibat konsekuensi logis dari target masif 82,9 juta penerima. Ia menilai, MBG lebih menyerupai proyek ambisius yang menyedot ruang fiskal.

Dalam desain seperti sekarang, MBG lebih menyerupai proyek ambisius yang menyedot ruang fiskal, menghabiskan sumber daya nasional, dan menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun kapasitas ekonomi yang lebih tahan lama melalui pendidikan tinggi dan pembangunan daerah,”

ujar Achmad saat dihubungi owrite.

Achmad mengatakan, perbaikan gizi bukan berarti tidak penting, namun negara memilih jalan paling mahal dan rentan untuk tujuan gizi yang hasilnya tidak sebanding.

Ini bukan berarti gizi tidak penting. Ini berarti cara negara mengejar tujuan gizi melalui belanja raksasa, rutin, dan rentan kebocoran berpotensi menjadi jalan paling mahal untuk hasil yang tidak sebanding,”

katanya.

Mengalir Hilang, Ulang Lagi

Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/bar)

Menurutnya, belanja MBG adalah belanja konsumsi yang sifatnya berulang. Sebab hari ini dimakan, besok harus disediakan lagi. 

Ini bukan kelemahan moral, ini sifat ekonominya. Program semacam ini menuntut disiplin tata kelola yang sangat tinggi karena skala penerima 82,9 juta bukan skala normal, itu skala negara,”

jelasnya.

Achmad menuturkan, dengan semakin besar skala, panjangnya rantai pasok, semakin rumit pengawasan, maka peluang kebocoran dan inefisiensi semakin besar. Bahkan katanya, bila tidak ada korupsi sekalipun, biaya koordinasi dan administrasinya sudah mahal.

Inilah titik kritisnya. Sumber daya nasional yang terbatas disalurkan ke belanja yang cepat menguap. Lalu kita merayakan efek jangka pendek, sambil menunda investasi yang meningkatkan kemampuan bangsa menghasilkan nilai tambah di masa depan,”

katanya.

Di sisi lain kata Achmad, pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas daerah adalah belanja yang membentuk mesin produktif. Menurutnya, hasilnya memang tidak bisa langsung dipotret.

Tetapi justru karena tidak instan, ia sering dikalahkan oleh proyek yang mudah dipamerkan,”

katanya.

Pemerintah Tak Punya Prioritas

Sementara itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, dana jumbo MBG sebesar Rp335 triliun pada tahun ini bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Ia justru menyayangkan, dana MBG diambil dari anggaran pendidikan.

Dana jumbo MBG dapat digunakan untuk keperluan yang lebih mendesak lainnya. Salah satu yang kita sayangkan adalah dana diambil dari anggaran pendidikan, yang seyogyanya bisa untuk menyejahterakan guru-guru, utamanya guru honorer,”

ujar Huda kepada owrite.

Huda menyoroti, saat ini masih ada ratusan ribu hingga jutaan guru honorer yang mendapatkan gaji di bawah upah minimum. Menurutnya, yang harus diperhatikan pemerintah adalah kualitas input dari pengajar.

Justru kualitas input dari pengajar ini yang seharusnya ditingkatkan kesejahteraannya,”

tuturnya.

Huda mengatakan, dalam peningkatan human capital index, gizi, akses pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) memiliki pengaruh yang sama-sama penting.

Karena ketika gizi baik, maka akan mencegah stunting alias gizi buruk. Menurutnya dengan gizi yang mencukupi, maka anak-anak akan mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik. Sedangkan akses pendidikan yang terjangkau juga menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas SDM. 

Gizi baik, namun akses pendidikan susah ya tidak akan berguna juga. Kemudian kesejahteraan pengajar juga menjadi faktor penguat (moderating) keduanya terhadap kualitas human capital index,”

katanya.

Ia menilai, saat ini yang menjadi masalah adalah pemerintah tidak memiliki prioritas. Sebab masalah utama pendidikan Indonesia terletak pada kesejahteraan pengajar dan infrastruktur sekolah. 

Gizi anak-anak bisa diselesaikan melalui intervensi bidang kesehatan dengan targated. Gizi naik tapi gizi guru buruk ya sama saja kan kegiatan belajar mengajar (KBM) juga tidak optimal,”

ujarnya.

Tapi apakah semua mahasiswa ITB layak dibiayai negara. Ya tentu juga harus ada targeted juga bahwa yang kaya tidak perlu subsidi negara,”

tambahnya.

Terkesan Dipaksa, MBG Tak Optimal 

Petugas menyiapkan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Cipinang, Jakarta Timur
Petugas menyiapkan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Cipinang, Jakarta Timur (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom)

Sedangkan, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai program MBG terkesan dipaksakan, di tengah potensi Indonesia akan menghadapi kesulitan fiskal.

MBG memang terlalu masif, terkesan dipaksakan. Apalagi tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang, kita akan menghadapi kesulitan fiskal. Dampaknya, dana pendidikan dan kesehatan banyak dipangkas,”

ujar Wijayanto saat dihubungi owrite.

Wijayanto mengatakan, pemerintah perlu mengurangi pendekatan top down, dan membudayakan evidence based policy alias kebijakan berbasis bukti.

Need dan impact analysis atas MBG perlu dijalankan dengan benar,”

tegasnya.

Wijayanto menuturkan, program MBG masih tidak tepat sasaran. Sebab ia meyakini selain siswa, pegawai sekolah juga menerima MBG.

Saya yakin MBG kurang tepat sasaran, selain semua siswa menerima secara gratis, pegawai sekolah dan lansia pun akan menjadi target,”

katanya.

Adapun pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp335 triliun. Bila dirinci pagunya sebesar Rp268 triliun, dan anggaran cadangan Rp67 triliun. Alokasi anggaran ini naik dari alokasi 2025 sebesar Rp71 triliun, dan cadangan Rp100 triliun.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi Program Makan Bergizi Gratis sepanjang 2025 sebesar Rp51,5 triliun. Realisasi itu sebesar 72,5 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp71 triliun.

Lalu per tanggal 7 Januari 2025, realisasi MBG mencapai 56,13 juta penerima dari target 82,9 juta. Penerima manfaat itu ada di 38 Provinsi Indonesia.

Sedangkan untuk pendidikan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp757,8 triliun atau 20 persen dari belanja negara. 

Dalam RAPBN tahun anggaran 2026, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp757,8 triliun atau 20 persen dari belanja negara. Jumlah tersebut dialokasikan melalui BPP, TKD dan investasi pemerintah pada pos pembiayaan,”

tulis Buku II Nota Keuangan.
Tag:APBNBGNFiskal IndonesiaITBMBGpendidikan gratisSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Derbi Iberia Piala Dunia 2026: Laga Terakhir Ronaldo atau Panggung Bocah Ajaib Lamine Yamal?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo vs LAmine Yamal dalam derbi Iberia Piala Dunia 2026.
1
Resep Ayam Geprek Rendah Kalori: Tetap Pedas, Gurih, dan Cocok Jadi Menu Diet
By Syifa Fauziah
Resep menu Ayam Geprek.
2
Koalisi Prabowo Tak Pasang Badan Bela MBG, Pakar: Loyalitasnya Wajar Dipertanyakan
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto saat upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor.
3
RI Cuma Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei, Dino Patti Djalal: Bebas Aktif Luntur, Takut AS?
By Natania Longdong
Iran gelar pemakaman mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei dengan jutaan pelayat hadir.
4
Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei, Teriakan ‘Matilah Israel’ Menggema di Tengah Jutaan Pelayat
By Natania Longdong
Iran gelar pemakaman mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei dengan jutaan pelayat hadir.
5

BERITA LAINNYA

Pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat.
Ekonomi Bisnis

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Jangan Senang Dulu! Pakar Soroti Beban Bisa Beralih

Kebijakan pemerintah yang membatasi potongan komisi ojek online (ojol) menjadi maksimal 8…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
19 jam lalu
Gedung Pertamina
Ekonomi Bisnis

Pertamina Sapu Bersih 31 Anak Usaha, Rombak Bisnis Besar-besaran

PT Pertamina (Persero) menyelesaikan penataan (business streamlining) terhadap 31 entitas hingga akhir…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 hari lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memonitor sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ekonomi Bisnis

Purbaya Siapkan ‘Mata-Mata’ Awasi Program MBG, SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memonitor sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)
Ekonomi Bisnis

Proyek Dragon CATL Masih Menanti Tax Holiday, ESDM Ungkap Kendalanya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih membahas usulan pemberian fasilitas…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up