Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kredit Nganggur Capai Rp2.527 Triliun, Pengamat Ungkap Biang Keroknya
Ekonomi Bisnis

Kredit Nganggur Capai Rp2.527 Triliun, Pengamat Ungkap Biang Keroknya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 3, 2026 6:36 pm
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
SHARE

Jumlah undisbursed loan atau kredit nganggur yang telah disetujui perbankan namun belum dicairkan kepada dunia usaha mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Kondisi ini mengindikasikan bahwa dunia usaha masih menahan ekspansi, di tengah ketidakpastian ekonomi dan tingginya suku bunga.

Daftar isi Konten
  • Pengusaha Selektif Ekspansi
  • Sumber Pembiayaan Saat Ekonomi Membaik

Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan tingginya undisbursed loan menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki komitmen penyaluran kredit yang kuat, tetapi realisasi pencairannya belum sepenuhnya dilakukan. 

Kondisi ini umumnya terjadi karena pencairan kredit dilakukan bertahap sesuai progres proyek, pemenuhan persyaratan tertentu, atau adanya kehati-hatian debitur di tengah ketidakpastian ekonomi dan suku bunga yang masih relatif tinggi,”

ujar Trioksa saat dihubungi Owrite.id Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga:
Rupiah Ambruk, Ekonom Ungkap Fakta yang Jarang Diungkap Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan memunculkan kritik terhadap…
Dasco hingga Bahlil Rapat Bareng di DPR, Katanya Ini yang… Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat…
Kantung Kanan Kosong, Kantung Kiri Kebobolan: Sengkarut APBN yang Siap… Pemerintah berpeluang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperkuat holding…
  • Rupiah Ambruk, Ekonom Ungkap Fakta yang Jarang Diungkap
  • Dasco hingga Bahlil Rapat Bareng di DPR, Katanya Ini yang Dibahas
  • Kantung Kanan Kosong, Kantung Kiri Kebobolan: Sengkarut APBN yang Siap Disuntik ke…

Pengusaha Selektif Ekspansi

Trioksa mengatakan, kondisi itu juga menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha masih bersikap selektif dalam melakukan ekspansi dan investasi baru.

Dalam konteks saat ini, kondisi tersebut juga mengindikasikan sebagian pelaku usaha masih bersikap selektif dalam melakukan ekspansi dan investasi baru sambil menunggu kepastian permintaan pasar serta prospek ekonomi,”

jelasnya.

Trioksa mengungkapkan, untuk dampaknya ke perekonomian karena besarnya kredit nganggur ini, salah satunya adalah ke pertumbuhan kredit dan aktivitas investasi.

Dampaknya terhadap perekonomian adalah potensi pertumbuhan kredit dan aktivitas investasi belum sepenuhnya optimal dalam jangka pendek,”

jelasnya.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)

Sumber Pembiayaan Saat Ekonomi Membaik

Kendati demikian, dia menilai besarnya undisbursed bisa menjadi sumber pembiayaan yang siap mengalir ketika sentimen dunia usaha telah membaik.

Besarnya undisbursed loan akan menjadi indikator bahwa masih tersedia pipeline pembiayaan yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi ketika kepercayaan dunia usaha dan kondisi pasar membaik,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Nixon Napitupulu mengatakan jumlah undisbursed loan mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Angka ini naik sebesar 7,35 persen.

Pertumbuhan undisbursed loan terbesar tercatat terjadi di kelompok bank besar atau Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 dan 4. Sedangkan KBMI 1 dan KBMI 2 mengalami penurunan mendalam.

Berdasarkan paparannya, undisbursed loan KBMI 3 tumbuh 12,50 persen, dan KBMI 4 tumbuh 12,24 persen. Angka ini tumbuh di atas rata-rata industri yang sebesar 7,35 persen.

Baca juga:
Indef Wanti-wanti Risiko Revisi Penerima PPh Final UMKM, Ekspansi Usaha… Pemerintah merombak kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…
Teddy Klaim Hobi Prabowo ke Luar Negeri Bawa Investasi Rp2.430… Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menyebut perjalanan luar negeri yang dilakukan…
Kredit Nganggur di Bank Capai Rp2.527 Triliun, Pertanda Apa? Penghimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan, jumlah undisbursed loan atau kredit nganggur yang…
  • Indef Wanti-wanti Risiko Revisi Penerima PPh Final UMKM, Ekspansi Usaha Bisa Terhambat
  • Teddy Klaim Hobi Prabowo ke Luar Negeri Bawa Investasi Rp2.430 Triliun, Ini…
  • Kredit Nganggur di Bank Capai Rp2.527 Triliun, Pertanda Apa?
Tag:ekspansiInvestasiKreditPenyaluran KreditPerbanasPertumbuhan kredit
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Kejagung Buru Bukti Baru, Penggeledahan Kasus MBG Meluas ke Jakarta-Bandung
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Ungkap Fakta Mengejutkan, Mengapa Kelas Menengah RI Tergerus Parah

Bank Dunia (World Bank) menyoroti, penurunan tajam pendapatan kelas menengah dari 14,5…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

BI Bongkar Penyebab Rupiah Balik Perkasa di Rp17.865 per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penguatan rupiah pada akhir pekan ini didorong oleh…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Gedung BRI. (Sumber: BRI)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, BRI Mau Buyback Saham Rp500 Miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI berencana, melakukan pembelian kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ekonomi Bisnis

Danantara Janji Tak Ada PHK, Imbas Perampingan BUMN dari 1.077 ke 200 Perusahaan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan perampingan BUMN dari 1.077…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up