Jumlah undisbursed loan atau kredit nganggur yang telah disetujui perbankan namun belum dicairkan kepada dunia usaha mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Kondisi ini mengindikasikan bahwa dunia usaha masih menahan ekspansi, di tengah ketidakpastian ekonomi dan tingginya suku bunga.
Pengamat perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan tingginya undisbursed loan menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki komitmen penyaluran kredit yang kuat, tetapi realisasi pencairannya belum sepenuhnya dilakukan.
Kondisi ini umumnya terjadi karena pencairan kredit dilakukan bertahap sesuai progres proyek, pemenuhan persyaratan tertentu, atau adanya kehati-hatian debitur di tengah ketidakpastian ekonomi dan suku bunga yang masih relatif tinggi,”
ujar Trioksa saat dihubungi Owrite.id Rabu, 3 Juni 2026.
Pengusaha Selektif Ekspansi
Trioksa mengatakan, kondisi itu juga menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha masih bersikap selektif dalam melakukan ekspansi dan investasi baru.
Dalam konteks saat ini, kondisi tersebut juga mengindikasikan sebagian pelaku usaha masih bersikap selektif dalam melakukan ekspansi dan investasi baru sambil menunggu kepastian permintaan pasar serta prospek ekonomi,”
jelasnya.
Trioksa mengungkapkan, untuk dampaknya ke perekonomian karena besarnya kredit nganggur ini, salah satunya adalah ke pertumbuhan kredit dan aktivitas investasi.
Dampaknya terhadap perekonomian adalah potensi pertumbuhan kredit dan aktivitas investasi belum sepenuhnya optimal dalam jangka pendek,”
jelasnya.

Sumber Pembiayaan Saat Ekonomi Membaik
Kendati demikian, dia menilai besarnya undisbursed bisa menjadi sumber pembiayaan yang siap mengalir ketika sentimen dunia usaha telah membaik.
Besarnya undisbursed loan akan menjadi indikator bahwa masih tersedia pipeline pembiayaan yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi ketika kepercayaan dunia usaha dan kondisi pasar membaik,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Nixon Napitupulu mengatakan jumlah undisbursed loan mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026. Angka ini naik sebesar 7,35 persen.
Pertumbuhan undisbursed loan terbesar tercatat terjadi di kelompok bank besar atau Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 dan 4. Sedangkan KBMI 1 dan KBMI 2 mengalami penurunan mendalam.
Berdasarkan paparannya, undisbursed loan KBMI 3 tumbuh 12,50 persen, dan KBMI 4 tumbuh 12,24 persen. Angka ini tumbuh di atas rata-rata industri yang sebesar 7,35 persen.



