Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI
Ekonomi Bisnis

Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 18, 2026 7:43 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet dalam acara diskusi media terkait Kawal Kredibilitas Bank Sentral, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026
Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet dalam acara diskusi media terkait Kawal Kredibilitas Bank Sentral, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: Owrite/Natania Longdong)
SHARE

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia menilai, revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) perlu dikaji secara hati-hati sebab berpotensi menimbulkan ketidakjelasan prioritas tugas Bank Indonesia (BI) sekaligus memengaruhi independensi bank sentral.

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, pemberian mandat tambahan kepada BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bukan hal baru dalam praktik bank sentral di berbagai negara. Namun menurutnya, Indonesia memerlukan pengaturan yang lebih jelas terkait urutan prioritas kebijakan.

Baca juga:
Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen… Bank Indonesia (BI) mencatat, adanya perbaikan penjualan rumah dan kenaikan harga properti…
BI Ungkap Penyebab Cadangan Devisa RI Tergerus Jadi US$145,3 Miliar… Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026…
Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir bergerak di rentang Rp17.800-Rp18.100 per…
  • Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen Pembeli Andalkan…
  • BI Ungkap Penyebab Cadangan Devisa RI Tergerus Jadi US$145,3 Miliar per Juli…
  • Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya

Jika berkaca pada konteks dan praktik global, ucap Yusuf, sebenarnya pemberian mandat dari bank sentral bukan sebuah hal baru.

Tapi kalau kita bicara konteks Indonesia, tentu kita perlu menjelaskannya lebih hati-hati karena banyak hal yang perlu dikritisi dari pemberian mandat dari bank sentral yang akan kita diskusikan nantinya,”

kata Yusuf dalam diskusi media Kawal Kredibilitas Bank Central, di Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada belum jelasnya batasan ketika target pertumbuhan ekonomi berbenturan dengan tugas utama BI menjaga stabilitas harga atau inflasi.

Yang belum jelas di UU P2SK ini, sejauh mana kemudian BI diberikan keleluasaan atau diberikan independensi untuk juga tetap menjalankan mandat untuk menjaga harga. Misalnya kalau inflasinya naik pada tingkat seberapa, BI boleh menolak untuk membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan. Ini yang menurut kami belum jelas, sehingga urutan prioritas ini perlu diperjelas terlebih dahulu,”

ujarnya.
Bank Indonesia Diramal Tahan BI Rate Gegara Harga BBM Nonsubsidi Naik

Selain itu, Core Indonesia juga menyoroti sejumlah ketentuan yang dinilai berpotensi mengurangi independensi BI, termasuk mekanisme evaluasi oleh DPR dan pengaturan terkait anggaran bank sentral.

Yusuf pun mengingatkan, bahwa kejelasan mandat dan independensi operasional merupakan faktor penting untuk menjaga kredibilitas bank sentral di mata pelaku pasar dan investor.

Kalau misalnya tidak dijelaskan secara jelas ke publik, maka tentu akan memberikan dampak. Dan dampak ini salah satunya kepada kepercayaan,”

ujar Yusuf.
Baca juga:
Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait independensi Bank Indonesia (BI),…
The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga, Tapi Sinyal Kebijakan Ketat… Bank Sentral Amerika (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan keputusan baru mengenai arah suku…
Purbaya Minta Pasar Tak Panik Perry Warjiyo Tinggalkan BI: Destry… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara…
  • Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem
  • The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga, Tapi Sinyal Kebijakan Ketat Masih Menguat
  • Purbaya Minta Pasar Tak Panik Perry Warjiyo Tinggalkan BI: Destry Damayanti Bukan…

Sebagai rekomendasi, Yusuf meminta pemerintah memastikan target inflasi tetap menjadi prioritas utama BI meskipun terdapat perluasan mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jangkarnya itu harus jelas, tetapkan dulu target inflasi sebagai tujuan utama di atas perluasan mandat lainnya. Jadi kalau misalnya mau didorong untuk ikut mendukung pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi itu bisa dibantu selama target inflasinya tercapai,”

katanya.
Tag:Bank IndonesiaBank SentralbiCenter of Reform on Economics IndonesiaCore Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up