Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI
Ekonomi Bisnis

Revisi UU P2SK Dikritik, Ekonom Sebut Bisa Ganggu Kredibilitas BI

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 18, 2026 7:43 pm
Natania Longdong
Amin Suciady
Share
Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet dalam acara diskusi media terkait Kawal Kredibilitas Bank Sentral, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026
Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet dalam acara diskusi media terkait Kawal Kredibilitas Bank Sentral, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: Owrite/Natania Longdong)
SHARE

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia menilai, revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) perlu dikaji secara hati-hati sebab berpotensi menimbulkan ketidakjelasan prioritas tugas Bank Indonesia (BI) sekaligus memengaruhi independensi bank sentral.

Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, pemberian mandat tambahan kepada BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bukan hal baru dalam praktik bank sentral di berbagai negara. Namun menurutnya, Indonesia memerlukan pengaturan yang lebih jelas terkait urutan prioritas kebijakan.

Baca juga:
Core Indonesia Warning Pemerintah Soal UU P2SK: Pasar Bisa Tak… Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam…
Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tukar rupiah sudah mulai menguat…
Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik… Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, inflasi global naik ke 4,4 persen dari perkiraan…
  • Core Indonesia Warning Pemerintah Soal UU P2SK: Pasar Bisa Tak Percaya, Inflasi…
  • Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah
  • Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik ke 4,4…

Jika berkaca pada konteks dan praktik global, ucap Yusuf, sebenarnya pemberian mandat dari bank sentral bukan sebuah hal baru.

Tapi kalau kita bicara konteks Indonesia, tentu kita perlu menjelaskannya lebih hati-hati karena banyak hal yang perlu dikritisi dari pemberian mandat dari bank sentral yang akan kita diskusikan nantinya,”

kata Yusuf dalam diskusi media Kawal Kredibilitas Bank Central, di Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada belum jelasnya batasan ketika target pertumbuhan ekonomi berbenturan dengan tugas utama BI menjaga stabilitas harga atau inflasi.

Yang belum jelas di UU P2SK ini, sejauh mana kemudian BI diberikan keleluasaan atau diberikan independensi untuk juga tetap menjalankan mandat untuk menjaga harga. Misalnya kalau inflasinya naik pada tingkat seberapa, BI boleh menolak untuk membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan. Ini yang menurut kami belum jelas, sehingga urutan prioritas ini perlu diperjelas terlebih dahulu,”

ujarnya.
Bank Indonesia Diramal Tahan BI Rate Gegara Harga BBM Nonsubsidi Naik

Selain itu, Core Indonesia juga menyoroti sejumlah ketentuan yang dinilai berpotensi mengurangi independensi BI, termasuk mekanisme evaluasi oleh DPR dan pengaturan terkait anggaran bank sentral.

Yusuf pun mengingatkan, bahwa kejelasan mandat dan independensi operasional merupakan faktor penting untuk menjaga kredibilitas bank sentral di mata pelaku pasar dan investor.

Kalau misalnya tidak dijelaskan secara jelas ke publik, maka tentu akan memberikan dampak. Dan dampak ini salah satunya kepada kepercayaan,”

ujar Yusuf.
Baca juga:
BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green…
Rupiah dan IHSG Malah Kompak Loyo Usai BI Naikkan Suku… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak loyo pada…
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke… Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar…
  • BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus
  • Rupiah dan IHSG Malah Kompak Loyo Usai BI Naikkan Suku Bunga
  • Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke Level 5,75…

Sebagai rekomendasi, Yusuf meminta pemerintah memastikan target inflasi tetap menjadi prioritas utama BI meskipun terdapat perluasan mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jangkarnya itu harus jelas, tetapkan dulu target inflasi sebagai tujuan utama di atas perluasan mandat lainnya. Jadi kalau misalnya mau didorong untuk ikut mendukung pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi itu bisa dibantu selama target inflasinya tercapai,”

katanya.
Tag:Bank IndonesiaBank SentralbiCenter of Reform on Economics IndonesiaCore Indonesia
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Babak Baru Timur Tengah: Trump Teken Memorandum Damai dengan Iran
By Natania Longdong
Presiden AS Donald Trump teken kesepakatan perdamaian dengan Iran disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
1
BEM Bersatu Dukung MBG, Ada Dugaan Skenario Pecah Belah Gerakan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
2
Sindir Tokoh yang Berubah Haluan Usai Dapat Jabatan, Islah Bahrawi: Jijik Lihatnya!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
3
Bahlil Akui Pasokan Batu Bara PLN Menipis, Janji Tak Ada Pemadaman Listrik
By Anisa Aulia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kemenko Perekonomian (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
4
Baru Rilis, Lagu “Follow Me” yang Melibatkan Jihyo TWICE Langsung Bikin Fans Kaget
By Ossid Duha Jussas Salma
Jihyo TWICE
5

BERITA LAINNYA

Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
Ekonomi Bisnis

Core Indonesia Warning Pemerintah Soal UU P2SK: Pasar Bisa Tak Percaya, Inflasi Meroket

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memperingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). KSSK menilai bahwa kondisi fiskal, moneter dan sektor keuangan selama triwulan I 2026 tetap dalam kondisi terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ekonomi Bisnis

Mulai Menguat Tipis-tipis, Bank Indonesia Bongkar Resep Jinakkan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tukar rupiah sudah mulai menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Dunia. (Sumber: Unsplash/Greg Rosenke)
Ekonomi Bisnis

Efek Perang Timur Tengah Panjang, BI Perkirakan Inflasi Global Naik ke 4,4 Persen 

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, inflasi global naik ke 4,4 persen dari perkiraan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Ekonomi Bisnis

BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up