Peneliti ISEAS Yusof Ishak Institute Made Supriatma mengatakan, ketegangan yang melibatkan kepolisian, kejaksaan, dan TNI terkait pengamanan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola penegakan hukum.
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai pengamanan di kediaman Jampidsus pada Rabu malam, 8 Juli 2026, dan kehadiran sejumlah personel TNI di Polda Metro Jaya pada keesokan harinya.
Perang Polisi versus Kejaksaan, TNI lindungi siapa? Soal Jampidsus ini sudah ada sejak 2023. Ia meledak tahun 2024. Febrie dikuntit sama Densus dan ketika itu juga rumahnya dijaga oleh TNI,”
tulis Made Supriatma yang dikutip dari laman akun facebook pribadinya, Kamis, 9 Juli 2026.
Peneliti politik itu berpandangan, apabila benar terjadi tarik-menarik kepentingan antarlembaga penegak hukum, kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.






