Polri menjelaskan asal-muasal mengantongi dua alat bukti untuk menetapkan eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah sebagai tersangka korupsi.
Hal itu diungkapkan saat menjawab permohonan kubu Febrie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 19 Agustus 2026. Dalam sidang praperadilan ini Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri merupakan pihak termohon.
Ada 16 saksi dan tiga ahli yang telah dimintai keterangan saat proses penyidikan perkara. Kemudian penyidik menyita barang bukti sebagaimana Surat Penyitaan Nomor SP.Sita/2931/VII/RES.3.3/2026/Polda Metro Jaya tertanggal 6 Juli 2026.






