Tiga aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR, dan Patung Kuda pada Senin, 22 Juni 2026.
Aksi pertama digelar oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama sejumlah elemen massa lainnya.
Demonstrasi itu dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di kawasan kaki silang barat daya Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Selain itu, aksi unjuk rasa juga akan digelar oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) bersama sejumlah elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Jakarta akan menggelar aksi damai untuk mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG) di Patung Kuda, pukul Sebanyak 50 ribu orang akan tergabung dalam kegiatan tersebut.
Adanya sejumlah kegiatan yang berlangsung bersamaan di kawasan pusat pemerintahan, diperkirakan akan meningkatkan aktivitas masyarakat.
Namun tak perlu khawatir, ada beberapa tips yang dapat dilakukan apabila terjebak dalam situasi demonstrasi, seperti dilansir dari laman Pemprov DKI Jakarta.
- Tetap tenang dan waspada, jangan panik agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
- Hindari Kerumunan, jika memungkinkan segera menjauh dari titik keramaian dan bergerak ke lokasi yang aman.
- Utamakan Komunikasi, informasikan keberadaan Anda kepada keluarga atau kerabat agar mereka mengetahui kondisi Anda.
- Tetap bersama dengan orang terdekat, usahakan tetap berpegangan tangan atau mengaitkan siku.
- Prioritaskan keselamatan diri, segera cari tempat aman dengan kembali ke kantor atau pulang.
- Jika sedang Berkendara, kemudikan kendaraan dengan tenang dan tetap patuhi aturan lalu lintas.
- Sediakan powerbank atau kabel charger, pastikan baterai ponsel selalu penuh untuk dapat berkomunikasi dan tetap terhubung dengan orang terdekat.
Tips Menghadapi Paparan Gas Air Mata
Gas air mata, atau dikenal dengan tear gas (CS gas/CR gas), adalah senyawa kimia yang biasa digunakan aparat untuk membubarkan kerumunan.
Meski disebut gas air mata, bentuknya sebenarnya adalah bubuk halus yang disemprotkan ke udara. Paparan gas air mata dapat menimbulkan mata perih, berair, pandangan kabur, rasa terbakar di kulit, pusing atau mual, hidung meler, hingga sesak nafas.
Apabila masyarakat tidak sengaja terpapar gas air mata saat berada di sekitar lokasi demonstrasi, tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah berikut:
- Segera menjauh dari sumber gas dengan bergerak melawan arah angin atau cari tempat lebih tinggi
- Lindungi pernafasan dengan masker atau kain basah
- Meskipun perih, sebaiknya hindari mengucek mata
- Lindungi mata dengan cara menggunakan kacamata, sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak
- Bilas muka dengan air mengalir
- Setelah situasi aman, segera lepas pakaian yang terpapar gas
- Cari tempat aman dengan sirkulasi udara yang baik.



















