Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 21 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Negara Kacau! Bolivia Kerahkan Militer dan Tetapkan Darurat Nasional Usai Gelombang Protes
Internasional

Negara Kacau! Bolivia Kerahkan Militer dan Tetapkan Darurat Nasional Usai Gelombang Protes

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 21, 2026 8:44 pm
Hardani Triyoga
Amin Suciady
Share
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah.
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah. (Foto: Istimewa).
SHARE

Harapan agar krisis ekonomi dan sosial di Bolivia bisa berakhir damai hanya bertahan beberapa jam. Kerusuhan pecah di Bolivia setelah pemerintah dan kelompok pengunjuk rasa menandatangani kesepakatan damai pada Jumat, 19 Juni 2026.

Daftar isi Konten
  • Kesepakatan Buyar
  • Kudeta dari Kubu Morales

Mengutip dari El Pais, optimisme yang sempat muncul langsung sirna saat Presiden Rodrigo Paz mengumumkan status darurat nasional selama 90 hari. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Sabtu dini hari.

Keputusan itu terjadi hanya beberapa jam setelah dokumen perdamaian ditandatangani. Langkah itu membuka jalan bagi pengerahan Angkatan Bersenjata untuk membantu memulihkan ketertiban di tengah gelombang protes yang sudah berlangsung lebih dari 50 hari.

Laporan El Pais, krisis di Bolivia sudah menewaskan sedikitnya 14 orang. Data itu merujuk Kantor Ombudsman Bolivia.

Baca juga:
Orasi Pedas Mahasiswa Trisakti Asal Papua di DPR: Tolak Militerisasi,… Seorang mahasiswa Universitas Trisakti asal Papua jadi sorotan saat demonstrasi mahasiswa di…
Walhi Tolak TNI Urus Sampah Jadi BBM: Ini Bukan Urusan… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritisi rencana pelibatan TNI dalam program pengelolaan…
Pernah Jaga Perdamaian di Kongo, Siram Air Keras di Salemba:… Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan vonis bervariasi antara 1,5 hingga…
  • Orasi Pedas Mahasiswa Trisakti Asal Papua di DPR: Tolak Militerisasi, Kami Belum…
  • Walhi Tolak TNI Urus Sampah Jadi BBM: Ini Bukan Urusan Keamanan Negara
  • Pernah Jaga Perdamaian di Kongo, Siram Air Keras di Salemba: Vonis Bapuk…

Kondisi ekonomi di Bolivia saat ini lumpuh. Begitu pun distribusi bahan bakar, dan pasokan kebutuhan pokok di berbagai wilayah negara tersebut juga terganggu.

Kesepakatan Buyar

Kesepakatan yang dicapai pemerintah dengan Serikat Pekerja Bolivia (COB) sejatinya dirancang untuk meredakan ketegangan nasional.

Dalam kesepakatan itu, pemerintah berjanji memenuhi sejumlah tuntutan demonstran. Salah satunya memberikan kompensasi kepada pemilik kendaraan yang terdampak distribusi bensin campuran yang sebelumnya diakui bermasalah oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen membekukan harga kebutuhan pokok di tengah resesi ekonomi. Lalu, melibatkan organisasi sosial dalam pembahasan regulasi strategis, serta mencegah privatisasi perusahaan-perusahaan publik yang dianggap vital.

Namun, kesepakatan tersebut langsung mendapat penolakan keras dari gerakan petani adat, terutama yang berasal dari wilayah La Paz dan Cochabamba.

Kelompok itu menuding COB telah mengkhianati perjuangan demonstran. Selain itu, COB juga dicap terlalu dekat dengan pemerintah.

100 Blokade Jalan Lumpuhkan Bolivia, Dua Menteri Mundur di Titik Kritis Pemerintahan

Mereka bahkan menyerukan perluasan blokade jalan hingga Presiden Rodrigo Paz dipaksa mengundurkan diri.

Menghadapi penolakan tersebut, Presiden Paz menyatakan pemerintah telah menempuh seluruh jalur dialog yang tersedia sebelum akhirnya memutuskan menetapkan status darurat.

Menurutnya, aksi blokade dan kerusuhan telah mengganggu perekonomian nasional, distribusi bahan bakar, layanan publik, hingga keamanan negara.

Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah.
Krisis ekonomi picu kerusuhan di Bolivia dengan tentara dilibatkan pemerintah. (Foto: Istimewa).

Kudeta dari Kubu Morales

Sebagai kepala negara, ia memahami ada keresahan mendalam yang disuarakan petani, pekerja transportasi, asosiasi lingkungan dengan tuntutan yang nyata dan sah.

Tetapi kita juga tahu bahwa di balik mobilisasi ini, yang beroperasi dengan sumber daya ilegal, adalah organisasi dari masa lalu yang tidak berupaya menyelesaikan masalah, tetapi lebih berupaya melakukan proses destabilisasi,”

kata presiden Paz bersama kabinetnya dalam video yang dikutip dari El Pais, Minggu, 21 Juni 2026.

Paz juga secara langsung menuding mantan Presiden Evo Morales sebagai sosok yang berada di balik gerakan yang ingin menggoyang pemerintahan saat ini.

Baca juga:
Vonis Kasus Andrie Yunus: Dalih 'Kasih Pelajaran' Berujung Khianati Tugas… Majelis Hakim Pengadilan Militer menjatuhkan pidana kepada empat terdakwa kasus penyiraman air…
Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Divonis 1-3 Tahun Penjara,… Majelis Hakim Pengadilan Militer II-8 Jakarta memvonis empat terdakwa kasus penyiraman air…
Rupiah dan IHSG Kompak Amblas, RI Mulai Masuki Fase Krisis… Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, perekonomian Indonesia saat ini…
  • Vonis Kasus Andrie Yunus: Dalih 'Kasih Pelajaran' Berujung Khianati Tugas Mulia Prajurit
  • Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Divonis 1-3 Tahun Penjara, Dua Orang…
  • Rupiah dan IHSG Kompak Amblas, RI Mulai Masuki Fase Krisis Ekonomi?

Menurut Paz, kelompok yang berafiliasi dengan Morales tak sekadar menuntut perubahan kebijakan. Tapi, berupaya menggulingkan pemerintahan yang sah.

Ia menyebut gerakan tersebut sebagai upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahannya.

Meski status darurat belum mencakup larangan berkumpul atau pemberlakuan jam malam nasional, pemerintah membuka kemungkinan menerapkan pembatasan tersebut di wilayah-wilayah tertentu yang dianggap rawan.

Menteri Pertahanan Ernesto Justiniano mengatakan pemerintah sedang memetakan sejumlah kawasan sensitif. Hal itu untuk menjadi prioritas operasi gabungan antara kepolisian dan militer.

Pemerintah juga melarang berbagai tindakan yang dianggap mengancam stabilitas, termasuk aksi kekerasan, kepemilikan bahan peledak, serta upaya menghambat distribusi pangan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, aparat diperintahkan mengamankan berbagai infrastruktur strategis seperti jalan raya, pembangkit listrik, bandara, dan fasilitas publik lainnya. Deretan fasilitas itu sudah berminggu-minggu menjadi sasaran pendudukan massa demonstran.

Penetapan darurat nasional menandai babak baru dalam krisis yang mengguncang Bolivia. Alih-alih membawa ketenangan, kesepakatan damai yang sempat diharapkan jadi jalan keluar justru berujung pada perpecahan di kalangan demonstran.

Kondisi itu memicu langkah keras pemerintah. Pihak militer kini diberi kewenangan lebih besar untuk menjaga stabilitas.

Tag:boliviaDarurat NasionalkerusuhanKrisiskrisis ekonomiMiliter
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Listrik Padam di Banyak Daerah, Bahlil Beri Ultimatum Keras ke Bos PLN
By Natania Longdong
Ilustrasi aktivitas masyarakat terganggung karena adanya pemadaman listrik.
1
Bahlil Bantah Krisis Batu Bara Pemicu Pemadaman Listrik Bergilir: Di Mana Kurangnya?
By Natania Longdong
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan sejumlah proyek strategis dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026.
2
Dirut PLN Minta Maaf Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Ternyata Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
3
Kapolri Sigit Soal Penangkapan Roy dan dr Tifa: Itu Rangkaian Sebelum ke Kejaksaan
By Rahmat Baihaqi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
4
DJP Blak-blakan Ungkap Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG
By Anisa Aulia
Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
5

BERITA LAINNYA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Panas! Trump Siap Tagih Dunia di Selat Hormuz Jika Kesepakatan dengan Iran Berantakan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim tak akan ada pungutan biaya…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Presiden AS Donald Trump. (Sumber: X/@WhiteHouse)
Internasional

Perang Kata Trump vs Meloni Meledak, Italia Murka Usai PM Dituding Memohon Foto

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan serangan verbal terhadap Perdana…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Internasional

Tekanan Internal Memuncak, Masa Depan Keir Starmer sebagai PM Inggris di Ujung Tanduk

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik paling berat sejak menjabat.…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kondisi Lebanon saat digempur militer Israel.
Internasional

Gencatan Senjata Baru Hitungan Jam: Israel Kembali Gempur Lebanon, 28 Orang Tewas

Jumlah korban tewas di Lebanon Selatan imbas serangan Israel terus meningkat menjadi…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up