Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pihaknya tak mendukung pengenaan biaya transit pada kapal yang melewati Selat Hormuz. Namun, membuka peluang untuk membahas biaya yang terkait dengan layanan maritim.
Oman tidak mendukung pengenaan biaya apa pun untuk melewati jalur perairan strategis tersebut,”
kata Badr Albusaidi, dikutip dari Anadolu, Rabu, 1 Juli 2026.
Namun, ia mengatakan bahwa mekanisme yang terkait dengan layanan maritim bisa dipertimbangkan. Hal itu termasuk peningkatan keselamatan navigasi, kesiapan darurat, dan langkah-langkah anti-polusi, serupa dengan model yang digunakan di Selat Malaka dan Singapura.
Albusaidi juga menekankan Oman akan terus menyerukan deeskalasi dengan mendukung implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani antara AS dan Iran.
Ia menyampaikan pihaknya siap berkomitmen untuk menjaga navigasi yang aman, terjamin, dan bebas di Selat Hormuz.
Dia juga mengatakan setiap kesepahaman di masa mendatang dengan Iran mengenai Selat Hormuz akan sejalan dengan hukum internasional. Selain itu, ia juga menekankan bahwa Oman tetap berkomitmen pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
Pun, dari setiap pengaturan baru harus tetap berada dalam kerangka hukum tersebut.
Albusaidi juga menunjuk pada apa yang digambarkannya sebagai konsensus Teluk tentang perlunya menurunkan ketegangan dan mencegah serangan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Iran dan Oman pada 23 Juni sepakat membentuk kelompok kerjasama untuk melanjutkan pembicaraan tentang pengelolaan navigasi di Selat Hormuz. Kesepakatan itu juga terkait layanan maritim di masa mendatang.
Kedua pihak juga sepakat berkonsultasi dengan negara-negara pesisir lainnya dan pemangku kepentingan mengenai masalah ini.
Sebagai informasi, jalur Selat Hormuz menangani hampir seperlima konsumsi minyak dunia. Hormuz jadi salah satu koridor maritim paling penting untuk energi dan perdagangan global.
Albusaidi juga mengatakan ketegangan baru-baru ini tak memengaruhi hubungan Oman dengan AS. Ia bilang hubungan bilateral kedua negara didasarkan pada rasa hormat dan kerja sama.
























