Pemerintah Uganda resmi melarang semua kegiatan wisata sekolah setelah insiden mengerikan tewasnya 20 siswa dalam kecelakaan.
Insiden puluhan siswa tewas itu terjadi saat kunjungan wisata ke air terjun di Uganda timur, pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pemerintah Uganda menyampaikan pada Sabtu, 18 Juli 2026 bahwa kebijakan itu karena tragedi itu jadi sorotan publik yang menuntut standar keselamatan lebih baik.
Menteri Pendidikan Chrysostom Muyingo telah menangguhkan semua perjalanan dan kunjungan sekolah, berlaku segera dan sampai pemberitahuan lebih lanjut,”
demikian pernyataan lembaga komunikasi pemerintah yang dikutip dari Internazionale, Minggu, 19 Juli 2026.
Menurut kepolisian setempat, investigasi awal menunjukkan bahwa pengemudi kehilangan kendali. Lalu, bus keluar jalur dan terbalik setelah menabrak batu besar.
Bus tersebut diketahui milik Sekolah Dasar King David di ibu kota Kampala. Bis itu sedang membawa rombongan dalam perjalanan pulang dari kunjungan pendidikan ke Air Terjun Sipi.
Namun kemudian mengalami kecelakaan di desa Chekwatit di distrik Kapchorwa,”
kata polisi setempat.
Dari laporan, satu orang dewasa juga meninggal. Sementara, tiga orang dewasa serta beberapa anak terluka.
Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di Uganda. Para ahli sering menyalahkan kendaraan yang kurang terawat dan kurangnya penerangan jalan.
Pada Oktober tahun lalu, 46 orang meninggal dalam kecelakaan bus di salah satu jalan raya utama di antara ibu kota dan kota Gulu di utara.





















