Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Alasan Wanita Lebih Rentan Kena Autoimun, Bukan Sekadar Faktor Genetik
Kesehatan

Alasan Wanita Lebih Rentan Kena Autoimun, Bukan Sekadar Faktor Genetik

Syifa FauziahHardani Triyoga
Last updated: Juli 7, 2026 4:07 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi pasien sakit.
Ilustrasi pasien sakit tengah dirawat di rumah sakit. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
SHARE

Penyakit autoimun jadi ancaman kesehatan yang terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di kawasan Asia Tenggara, sekitar 80 persen penderita autoimun merupakan wanita.

Daftar isi Konten
  • Wanita Lebih Berisiko
  • Perubahan Gaya Hidup

Pun, jumlah kasus autoimun diperkirakan terus bertambah seiring urbanisasi, perubahan lingkungan, dan gaya hidup.

Secara global, penyakit autoimun kini diperkirakan menyerang sekitar 10 persen populasi dunia, atau sekitar satu dari setiap 10 hingga 15 orang.

Dari sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet juga menunjukkan tren peningkatan prevalensi berbagai penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan diabetes tipe 1.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, prevalensi penyakit autoimun diperkirakan mencapai 3–5 persen. Kondisi ini jadi perhatian karena autoimun bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh dan berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya.

Baca juga:
Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup  Rutinitas merawat diri atau self-care kini tak lagi dipandang sebagai aktivitas untuk…
Ditulis Hampir 200 Tahun Lalu, Ini 5 Pasal Gurindam Dua… Kalau dengar kata Gurindam Dua Belas, mungkin banyak orang langsung kebayang-bayang pelajaran…
Sugar Rush Ternyata Hanya Mitos? Ini Bahaya Sebenarnya dari Kebanyakan… Sugar rush merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan lonjakan energi atau perasaan…
  • Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup 
  • Ditulis Hampir 200 Tahun Lalu, Ini 5 Pasal Gurindam Dua Belas yang…
  • Sugar Rush Ternyata Hanya Mitos? Ini Bahaya Sebenarnya dari Kebanyakan Gula

Pakar Genetika Ekologi IPB University Ronny Rachman Noor menjelaskan bahwa penyakit autoimun muncul ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman. Kesalahan tersebut memicu pembentukan autoantibodi yang kemudian menyerang jaringan tubuh sendiri sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan organ.

Dia menuturkan secara umum, gejala autoimun sering kali mencakup rasa sangat lelah, nyeri sendi atau otot.

Ruam kulit atau perubahan warna kulit, demam ringan yang muncul berulang, gangguan pencernaan seperti diare atau nyeri perut, serta penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas,”

kata Ronny, Selasa, 7 Juli 2026.

Ronny mengatakan penyakit autoimun memiliki lebih dari 100 jenis. Beberapa yang paling dikenal antara lain rheumatoid arthritis, lupus, myositis, psoriasis, vitiligo, dan skleroderma.

Pada sistem pencernaan terdapat penyakit Crohn, celiac, dan kolitis ulseratif. Sementara gangguan hormonal meliputi diabetes tipe 1, hashimoto, dan graves. Sementara, sistem saraf dapat terdampak melalui multiple sclerosis maupun myasthenia gravis.

Mengenal Istilah Penting Diabetes: Dari Glukosa hingga Resistensi Insulin

Wanita Lebih Berisiko

Menurut Ronny, berbagai penelitian menunjukkan perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit autoimun dibandingkan laki-laki.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, serta mekanisme kerja sistem imun.

Meski demikian, ia menegaskan penyakit autoimun tidak diwariskan secara langsung dari orang tua kepada anak.

Autoimun tidak langsung diwariskan kepada anak. Tetapi, ada predisposisi genetik yang meningkatkan risiko mereka, selain faktor lingkungan. Penyakit autoimun muncul dari kombinasi genetik dan lingkungan, bukan hanya karena kesalahan gen yang diwariskan,”

kata Ronny.

Ia menjelaskan bahwa gen yang meningkatkan risiko penyakit belum tentu langsung aktif. Berbagai faktor lingkungan dapat memengaruhi ekspresi gen melalui mekanisme epigenetik, salah satunya metilasi DNA.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki gen HLA tertentu mungkin tidak akan sakit tanpa adanya infeksi yang memicu. Begitu pula, wanita yang berpotensi terkena lupus bisa mengalami flare setelah terpapar sinar ultraviolet (UV) atau mengalami tekanan mental,”

jelasnya.
Baca juga:
DPR Desak Hukuman Berat untuk Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat…
DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta… Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat mendapat…
That Girl Era yang Bisa Kamu Jalani Tanpa Fake Productivity That girl era nggak harus selalu estetik dan super produktif. Artikel ini…
  • DPR Desak Hukuman Berat untuk Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung
  • DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Tegas…
  • That Girl Era yang Bisa Kamu Jalani Tanpa Fake Productivity

Perubahan Gaya Hidup

Ronny menekankan bahwa penanganan penyakit autoimun tak cukup hanya mengandalkan obat-obatan. Penderita juga perlu menjalani pola hidup sehat serta mendapatkan dukungan psikologis agar kualitas hidup tetap terjaga.

Pasien disarankan rutin berkonsultasi dengan dokter spesialis reumatologi maupun imunologi. Penanganan bisa meliputi pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, imunomodulator, hingga terapi spesifik seperti insulin pada penderita diabetes tipe 1.

Dia menyampaikan penting agar penderita autoimun disarankan mulai menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat itu dengan memiliki pola makan yang baik, pola makan antiinflamasi, menghindari rokok, hingga mengelola stres.

Tidur yang cukup, serta mencatat pemicu gejala. Selain itu, langkah kecil ini membantu merasa lebih baik tiap hari,”

ujar Ronny.

Tag:autoimundiabetesgaya hiduppola hidup sehatWanita
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Abu Janda Belum Minta Maaf, DPP IKM Desak Polisi Segera Naikkan Kasus ke Penyidikan
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum DPP IKM Dafrizal Djamari, usai mendampingi Sekjen DPP IKM Braditi Moulvey menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai pelapor di Mabes Polri
1
Tak Lagi Cuma Dubes, Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
2
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
By Syifa Fauziah
Ilustrasi slow jogging
3
Gol Menit Akhir Mikel Merino Bungkam Portugal, Spanyol Lolos Dramatis ke Perempat Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Spanyol Mikel Merino berjabat tangan dengan Cristiano Ronaldo.
4
KPK Kasih 10 Catatan Merah Soal Makan Gratis, BGN Bakal Bentuk Tim Khusus
By Rahmat Baihaqi
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan hasil audiensi jajarannya dengan pimpinan KPK kepada wartawan, di gedung Merah Putih, 7 Juli 2026.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi negara di Eropa yang dilanda panas ekstrem.
Kesehatan

Jangan Anggap Sepele! Gelombang Panas Ekstrem Bisa Rusak Otak hingga Jantung dalam Hitungan Jam

Gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa yang menewaskan 1.300 orang tengah…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Ilustrasi slow jogging
Kesehatan

Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

Tren olahraga semakin berkembang mengikuti banyaknya minat masyarakat yang mulai menerapkan gaya…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi GERD Sering Kambuh
Kesehatan

GERD Sering Kambuh Saat Banyak Pikiran? Dokter Ungkap Hubungan Stres dan Overthinking dengan Asam Lambung

Pernah merasa gejala GERD semakin sering muncul ketika sedang dilanda banyak pikiran?…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
Ilustrasi mengobati sariawan
Kesehatan

Viral Cara Mengobati Sariawan dengan Adem Sari Bubuk, Simak Penjelasan Ahli Farmasi

Sebuah video memperlihatkan seorang ibu menuangkan bubuk Adem Sari langsung ke sariawan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up