Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / CDC Beri Peringatan Zika di Bali, Epidemiolog Jelaskan Gejala dan Cara Penularannya
Kesehatan

CDC Beri Peringatan Zika di Bali, Epidemiolog Jelaskan Gejala dan Cara Penularannya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 28, 2026 6:20 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi Virus
Ilustrasi Virus (Foto: unsplash.com)
SHARE

Peringatan kesehatan terkait virus Zika di Bali kembali menjadi perhatian setelah Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Level 2 Travel Health Notice pada 7 Agustus 2026.

Daftar isi Konten
  • Demam Ringan
  • Menular Lewat Nyamuk

Peringatan tersebut dikeluarkan setelah adanya laporan kasus Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali.

Level 2 yang diberikan CDC berarti wisatawan diminta menerapkan kewaspadaan lebih tinggi (Practice Enhanced Precautions), bukan larangan bepergian ke Bali.

Otoritas Bali juga menyatakan hingga saat ini belum ada kasus Zika yang dilaporkan terdeteksi di wilayah Bali.

Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan, kondisi tersebut perlu dipahami secara proporsional. Menurutnya, keberadaan laporan kasus pada pelaku perjalanan tidak serta-merta membuktikan Bali sedang mengalami wabah Zika.

Apakah Bali saat ini sedang mengalami outbreak Zika? Jawabannya belum cukup bukti untuk mengatakan demikian,”

ujar Dicky dalam keterangannya yang dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.

Namun, Dicky menilai ketiadaan kasus terkonfirmasi yang dilaporkan di Bali juga tidak dapat langsung diartikan bahwa virus Zika tidak pernah atau tidak sedang bersirkulasi di Indonesia.

Baca juga:
Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi… Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…
Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan… Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa…
Zika Diduga Menjangkit Turis Usai dari Bali, Kemenkes Ungkap Fakta… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan hingga 22 Agustus 2026 tidak pernah menerima laporan…
  • Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis
  • Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan
  • Zika Diduga Menjangkit Turis Usai dari Bali, Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan

Menurut dia, Zika memiliki karakteristik yang membuat penyakit tersebut berpotensi tidak terdeteksi. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami penyakit ringan.

Yang bisa terjadi adalah under-detection. Saya sebagai epidemiolog melihat ini sebagai isu yang lebih penting daripada perdebatan apakah Bali aman atau tidak aman,”

ujarnya.

Demam Ringan

Dicky menjelaskan, gejala Zika umumnya berupa demam ringan, ruam pada kulit, mata merah atau konjungtivitis, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemah. Gejala biasanya berlangsung sekitar dua hingga tujuh hari.

Gejala klinis dari Zika ini adalah pertama demam ringan, sering di bawah 38,5 derajat. Banyak orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala sama sekali,”

katanya.

Masalahnya, gejala tersebut dapat menyerupai penyakit lain yang lebih umum ditemukan di Indonesia, seperti Dengue dan Chikungunya.

Gejala Zika ini overlap, sering disalahartikan dengan Dengue atau Chikungunya. Itu demam, ruam, artralgia, mialgia, dan juga konjungtivitis, mata merah, dapat juga menyerupai arbovirus lainnya,”

Kondisi tersebut membuat kasus Zika berpotensi terlewat dalam sistem surveilans. Selain gejala yang tidak spesifik, pemeriksaan laboratorium juga memiliki tantangan karena masa viremia Zika relatif singkat.

Kalau pasien diperiksa terlambat, PCR dapat jadi negatif sehingga kasusnya terlewat,”

katanya.

Menular Lewat Nyamuk

Dicky mengatakan jalur utama penularan Zika adalah melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menjadi vektor utama penyakit Dengue dan Chikungunya.

Ahli Kesehatan Tegaskan Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti Covid-19

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Bali secara biologis memiliki kondisi yang memungkinkan terjadinya transmisi Zika.

Bali memiliki iklim tropis, populasi Aedes aegypti, kepadatan penduduk, urbanisasi, serta mobilitas internasional yang tinggi.

Zika menular melalui empat jalur utama. Ada gigitan nyamuk, ini jalur utamanya. Terutama ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti,”

kata Dicky.

Selain gigitan nyamuk, Zika dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Virus dapat bertahan lebih lama pada sejumlah cairan tubuh, termasuk semen, dibandingkan periode viremia dalam darah.

Zika ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual karena virus Zika ini bertahan lebih lama di beberapa cairan tubuh, terutama semen,”

ujarnya.

Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke janin selama kehamilan. Jalur ini menjadi perhatian utama karena infeksi Zika pada ibu hamil dapat menyebabkan congenital Zika syndrome, termasuk mikrosefali serta gangguan otak dan neurologis pada janin.

Selain itu, Zika juga berpotensi menimbulkan gangguan mata, gangguan pertumbuhan, keguguran, dan kelahiran prematur.

Ini yang menjadi alasan utama kenapa isu kesehatan Zika ini menjadi isu kesehatan masyarakat yang jauh lebih serius daripada derajat demamnya,”

tutur Dicky.

Jalur penularan lainnya adalah melalui darah dan produk darah serta secara potensial melalui transplantasi organ.

Waspada, Bukan Panik

Dicky menegaskan, risiko Zika tidak sama bagi semua orang. Pada orang dewasa sehat, infeksi umumnya ringan dan dapat sembuh sendiri. Namun, perhatian lebih besar diperlukan terhadap ibu hamil dan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.

Yang paling rentan adalah ibu hamil karena infeksi maternal bisa berdampak ke janin. Kedua, perempuan yang sedang merencanakan kehamilan,”

jelas.

CDC sendiri menyebut Zika terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, serta dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janin. Infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir tertentu.

Sementara itu, European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mencatat 11 kasus Zika terkait perjalanan ke Indonesia yang dilaporkan Prancis sepanjang Juli 2025 hingga Maret 2026, termasuk empat kasus yang terdeteksi pada awal 2026. Sebagian besar kasus tersebut berkaitan dengan perjalanan ke Bali dan pulau-pulau di sekitarnya.

Karena itu, Dicky menilai narasi yang lebih tepat saat ini bukan menyebut Bali bebas Zika ataupun menyatakan Bali sedang mengalami outbreak, melainkan adanya sinyal epidemiologis yang perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kewaspadaan.

Jadi jangan mengatakan Bali bebas Zika, itu tidak ilmiah, tidak berdasar. Ataupun sebaliknya Bali sedang outbreak Zika, itu juga tidak tepat atau salah,”

tambahnya.

Tag:baliDicky BudimanEpidemiologPenularanVirus Zika
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
1
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
2
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
3
Hakim Bongkar Kejanggalan Foto Keluarga Febrie Ditemukan di Rumah Sentul, Ada Pertanyaan Besar
By Rahmat Baihaqi
Hakim Richard Edwin Basoeki saat menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kubu Febrie dalam sidang di PN Jakarta Selatan.
4
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Dokter Icha, Puan Pilih Hormati Hukum
By Rika Pangesti
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi ibu saat melahirkan
Kesehatan

Target AKI 70 pada 2030, Indonesia Masih di Angka 144 Kematian per 100 Ribu Kelahiran

Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai target penurunan angka kematian ibu…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Gambar ilustrasi kematian ibu
Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah Lain, Ini Pemicunya

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
1 hari lalu
Sejumlah anak bermain gawai di depan tenda pengungsian di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis

Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
1 hari lalu
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up