Tingginya minat warga Jakarta terhadap program padat karya Pemerintah Provinsi DKI jadi gambaran besarnya kebutuhan lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan warga. Hingga Minggu, 21 Juni 2026, jumlah pendaftar program itu sudah menembus angka 100 ribu orang.
Di tengah antusiasme yang membludak, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proses rekrutmen akan berlangsung secara terbuka dan transparan. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titipan maupun jalur orang dalam dalam proses seleksi peserta.
Menurut Pramono, program padat karya dirancang sebagai salah satu instrumen perlindungan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Kenapa dilakukan ini? Untuk membuat bantalan sosial. Karena kemudian memang ekonomi dunia kan tekanannya sekarang ini makin keras,”
kata Pramono di Monas, Jakarta Pusat, dikutip dari Berita Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Magnet Pencari Kerja
Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan program ini jadi salah satu pilihan yang banyak diminati warga Jakarta. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup, kesempatan kerja yang ditawarkan pemerintah daerah mendapat respons sangat tinggi dari masyarakat.
Pramono mengaku sudah mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjaga integritas proses seleksi. Ia tak ingin kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut tercoreng oleh praktik-praktik yang tidak adil.
Pramono juga secara tegas membantah kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya peserta titipan yang mendapat perlakuan khusus dalam proses rekrutmen.
Dan, kekhawatiran untuk ‘orang dalam’ main-main, saya sudah sampaikan ke Bu Dewi, tidak boleh ada. Transparan, terbuka,”
katanya.
Ribuan Posisi Diperebutkan
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan program padat karya tahap pertama membuka 37 jenis lowongan pekerjaan.
Adapun total posisi yang tersedia mencapai sekitar 2.843 lowongan. Ribuan lowongan itu bisa diikuti warga Jakarta sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang ditentukan.
Meski jumlah posisi yang dibuka terbatas, antusiasme warga Jakarta terus meningkat dari hari ke hari.
Jadi, untuk Padat Karya sudah dibuka 37 lowongan pekerjaan dan per hari ini memang ada 100.000 pendaftaran,”
ujar Marulina.
Tingginya jumlah pelamar membuat persaingan dalam seleksi program ini diperkirakan akan berlangsung ketat.
Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan penutupan pendaftaran tahap pertama pada 25 dan 26 Juni 2026. Setelah proses seleksi dilakukan, hasilnya akan diumumkan pada 27 Juni 2026.
Namun, bagi warga yang belum sempat mendaftar, kesempatan masih terbuka karena Pemprov DKI juga akan langsung membuka pendaftaran tahap kedua pada hari yang sama.
Kita akan tutup di tanggal 25 dan 26 Juni untuk sesi pertama dan diumumkan tanggal 27. Dan, pada tanggal 27 Juni itu juga akan ada sesi yang kedua,”
kata Marulina.




























