Jenderal (Purn) TNI, Gatot Nurmantyo menceritakan bagaimana dirinya dipecat dari jabatannya sebagai Panglima TNI oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Gatot mengaku dipecat karena tidak nurut perintah Jokowi pada saat itu.
Hal itu dia katakan dalam pidatonya di acara Milad ke-5 Partai Ummat melalui kanal resmi akun YouTube Partai Ummat Official.
Saya buka aja sekarang biar pak Jokowi marah,”
ucap Gatot dikutip Senin, 4 Mei 2026.
Gatot mengaku, Jokowi menitipkan salah seorang perwira TNI agar dinaikkan menjadi bintang tiga pada saat itu. Namun mantan Panglima TNI tidak langsung mengamini permintaan Jokowi. Sebab, Gatot menemukan adanya kejanggalan pada perwira tersebut.
Setelah berat badannya turun 6 kilogram, baru saya kasih lembaran ‘Ini kesalahanmu mau dilanjut apa tidak? Kalau kamu enggak mau lapor lewat jalur mana, bilang’,”
cerita Gatot.
Mantan panglima TNI itu mengatakan, sudah berkali-kali tidak menaikkan pangkat perwira titipan itu dengan berbagai dalih. Hingga puncaknya, Gatot dipecat Jokowi dari kursi Panglima TNI lalu diganti Mersekal TNI Hadi Tjahjanto.
Dan itu berulang kali dan lama-lama ketahuan juga saya kan, ya sudah ditendang saya enggak nurut,”
ujarnya.
Gatot kemudian menjelaskan, sengaja tidak menaikkan pangkat perwira titipan Jokowi itu karena TNI merupakan institusi yang besar, sehingga tidak bisa dipimpin sembarang orang.
Dia adalah prajurit yang dilatih, dipersenjatai, diorganisasir. Kalau pemimpinnya enggak bener bahaya sekali. Apalagi negara yang compact,”
tandas Gatot.


