Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Pigai ‘Lisensi’ Aktivis HAM, Cara Halus Monopoli Suara Publik Sekaligus Bungkam Kritik
Nasional

Wacana Pigai ‘Lisensi’ Aktivis HAM, Cara Halus Monopoli Suara Publik Sekaligus Bungkam Kritik

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 5, 2026 11:48 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/nym)
SHARE

Rencana Menteri HAM Natalius Pigai membentuk tim asesor dalam menentukan siapa yang layak disebut sebagai aktivis HAM mendapat kritik. 

Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Felia Primaresti menilai, wacana tersebut merupakan bentuk eksklusivitas yang berisiko menjadi alat pemerintah untuk memonopoli narasi publik. 

Hal yang disampaikan oleh Menteri HAM bahwa aktivis itu harus bersertifikasi, menunjukkan adanya eksklusivitas. Seakan orang-orang tertentu saja yang boleh mengkritik pemerintah. Pasti akan bias penentuan kriterianya,” 

kata Felia kepada owrite.id.

Lalu, misalnya pihak yang dianggap boleh mengkritik dan membela HAM di Indonesia adalah orang-orang “pilihan pemerintah”, maka independensi gerakan sosial bakal terkikis. 

Dampak turunannya ialah pengontrolan informasi secara masif. Ruang untuk menghadirkan antitesis, menyajikan data atau bukti tandingan, maupun memunculkan sumber alternatif di luar versi pemerintah, akan tertutup. 

Masyarakat jadi minim (dapatkan) informasi. Apabila merujuk kepada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, itu jelas bertentangan. Karena masyarakat berhak untuk tahu informasi sedetail dan setransparan mungkin. Sehingga perlu ‘perang narasi’, ‘perang data’, ‘perang argumen’,” 

terang Felia.

Perihal komposisi tim asesor yang melibatkan unsur pemerintah dan aparat penegak hukum, ia pesimis lembaga itu mampu bersikap objektif dan tidak menjadi alat pembungkam lawan politik, serta meyakini pemerintah cenderung mengkurasi pihak yang dianggap selaras dengan kepentingan mereka saja. 

Pemerintah pun akan memilih orang-orang yang mereka anggap ‘valid’ sebagai aktivis yang representasi atau inklusivitasnya tidak terjamin. Kembali kepada konsep dasar sertifikasi aktivis saja sudah aneh. Menurut saya, tidak usah ada tim asesor,” 

tegas Felia.

Mula Polemik 

Menteri Pigai mengatakan, pembentukan tim asesor itu akan berada di bawah Komnas HAM maupun Komnas Perempuan, tergantung kepada kasus HAM yang sedang dibela oleh si aktivis. Tim asesor akan menyeleksi aktivis HAM tersebut. 

Aktivis, pembela HAM, pekerja HAM itu ada yang dibayar dan tidak dibayar. Dibayar artinya dibayar oleh rekanan, perusahaan, atau oknum tertentu. (Bahkan) juga kerja murni tanpa dibayar. Supaya tidak salah kaprah menentukan dia sedang bekerja sebagai pembela HAM atau tidak, maka perlu ada tim seleksi berdasar kriteria yang ditentukan,”

ucap dia.

Dasar aturan tim asesor, yakni Undang-Undang HAM yang direncanakan akan diubah. 

Tag:aktivisMenteri HAMnatalius pigaisertifikasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Boleh Delulu, Asal Tetap Action: Bongkar Mitos di Balik Tren Gen Z Gemar Manifesting
By Ani Ratnasari
Ilustrasi tren gen Z terkait manifesting di media sosial.
3
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Ini yang Bakal Terjadi pada Kebijakan Rupiah dan Inflasi
By Anisa Aulia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman (kiri) dan Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro (kanan) memberi salam saat mengikuti Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/YU)
4
Maruarar Berencana Bangun Rumah di Atas Sungai, Reaksi Warganet Beragam dari yang Pedas Hingga Lucu
By Ani Ratnasari
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait
5

BERITA LAINNYA

Komisi III DPR RI membahas RKA K/L Tahun Anggaran 2027, di komplek parlemen, Jakarta.
Nasional

Anggaran Polri 2027 Dipangkas, BBM hingga Listrik Terancam Seret: Ada Usulan Pergeseran Rp3,6 Triliun

Polri minta tambahan anggaran untuk memenuhi kebutuhan operasional pada 2027. Permintaan itu…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 menit lalu
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Nasional

Oce Madril Ingatkan RUU Perampasan Aset: Jangan Saling Tabrak Kewenangan

Pakar Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril mengingatkan potensi tumpang tindih…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
31 menit lalu
Suasana rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi III DPR dengan akademisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Nasional

Oce Madril Ingatkan soal RUU Perampasan Aset: Jangan Sikat Harta Sah

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril menilai Rancangan…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
1 jam lalu
Personel Yon TP 882/Hulubalang memukul api yang membakar semak-semak menggunakan dahan saat menangani kebakaran lahan gambut di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026).
Nasional

Belasan Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla, Kerugian Capai Rp5,30 Triliun

Belasan perusahaan diduga menjadi biang keladi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up