Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 18 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah Pidana
Nasional

Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah Pidana

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 2, 2026 8:28 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut Mendiktisaintek memastikan pihaknya tidak menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan, melainkan justru akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut Mendiktisaintek memastikan pihaknya tidak menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan, melainkan justru akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
SHARE

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, memastikan pemerintah tidak tinggal diam terhadap kasus dugaan pemalsuan identitas dan riset yang menyeret sejumlah nama dalam konferensi internasional. Kemendikti bahkan mulai mengkaji langkah hukum terhadap para terduga pelaku.

Brian mengatakan, pihaknya langsung membentuk tim investigasi yang dipimpin Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikti Saintek begitu menerima informasi terkait kasus tersebut. Ia menyebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kampus tempat salah satu terduga pelaku menempuh pendidikan.

Baca juga:
Kemdikti Saintek: Sebanyak 1.911 Aduan Kekerasan Sepanjang 2025 Kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.…
Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan skandal pemalsuan identitas dan riset palsu…
Mendiktisaintek Soal Pelecehan Seksual di UI: Kasus Terus Jalan Tak… Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) angkat bicara terkait kekerasan seksual…
  • Kemdikti Saintek: Sebanyak 1.911 Aduan Kekerasan Sepanjang 2025
  • Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan
  • Mendiktisaintek Soal Pelecehan Seksual di UI: Kasus Terus Jalan Tak Berhenti di…

Kami begitu mendapatkan informasi ini, langsung membentuk tim yang dipimpin oleh Ibu Irjen. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kampus UNY, kampus tempat lulus S1-nya dari yang terduga melakukan pelanggaran ini,”

kata Brian di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.

Terduga Pelaku Tak Ada dari Kalangan Dosen

Namun, hasil penelusuran awal menemukan fakta bahwa sebagian besar terduga pelaku ternyata tidak memiliki afiliasi formal sebagai dosen maupun peneliti di perguruan tinggi Indonesia.

Kondisi ini membuat ruang gerak kementerian menjadi terbatas karena kewenangan sanksi administratif hanya berlaku bagi sivitas akademika yang berada di bawah naungan perguruan tinggi.

Kami mendapati bahwa ternyata hampir semuanya, hanya satu kalau tidak salah, yang memiliki afiliasi sebagai dosen atau peneliti di kampus Indonesia. Artinya ketika itu bukan dosen, kewenangan kami sebagai kementerian tidak masuk ke dalam ranah itu,”

ujarnya.

Meski demikian, Brian menegaskan investigasi tetap berjalan. Bersama UNY, kementerian terus mengumpulkan data dan keterangan untuk mengungkap motif serta bentuk pelanggaran yang diduga dilakukan para pelaku.

Menurut dia, UNY telah memanggil empat orang yang diduga terlibat untuk dimintai klarifikasi.

UNY juga telah mengundang langsung pelaku ini. Ada empat orang yang diundang untuk ditanyai motif dan sebagainya,”

katanya.
Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan

Brian mengungkapkan, salah satu temuan yang menguat adalah dugaan penggunaan afiliasi perguruan tinggi tanpa izin. Praktik tersebut dinilai tidak hanya melanggar etika akademik, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah pidana karena mencatut nama institusi pendidikan untuk kepentingan tertentu.

Salah satu yang kami temukan adalah penggunaan afiliasi tanpa izin dari kampus tertentu di Indonesia. Artinya mereka mencatut nama perguruan tinggi tanpa izin dan juga berarti melakukan penipuan,”

tegasnya.

Karena itu, Kemdikti Saintek kini membuka kemungkinan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi reputasi akademik Indonesia di mata dunia.

Kami saat ini sedang terus-menerus mengumpulkan data-data apa yang nantinya bisa kita lakukan proses hukum terhadap terduga pelaku ini. Karena kami meyakini kalau tidak ada tindakan hukum, kami khawatir tidak memberikan efek jera,”

ujar Brian.
Baca juga:
Mendikdasmen: Ada Gejala Generasi Muda Belajar STEM Cukup Rendah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abduk Mu'ti mengatakan banyak generasi muda…
  • Mendikdasmen: Ada Gejala Generasi Muda Belajar STEM Cukup Rendah

Ia mengingatkan dampak kasus ini tidak hanya menyangkut individu yang terlibat, tetapi juga dapat mencoreng kredibilitas peneliti Indonesia secara keseluruhan.

Terlebih, dari hasil penelusuran awal, kualitas karya yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut dinilai jauh dari standar akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Secara etika dan juga secara pandangan dunia internasional ini akan sangat bisa membuat citra yang negatif untuk peneliti-peneliti di Indonesia. Karena dari sisi substansi yang disampaikan itu memang kualitasnya sangat tidak memadai untuk sebuah karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,”

kata Brian.

Kemdikti Saintek berharap proses yang sedang berjalan dapat menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memanipulasi identitas maupun afiliasi akademik demi mendapatkan pengakuan ilmiah.

Menurut Brian, kasus ini harus dituntaskan agar tidak muncul lagi praktik serupa yang merugikan dunia pendidikan dan riset nasional.

Ini yang akan kami proses terus sehingga diharapkan memberikan efek jera dan juga tidak membuat banyak lagi oknum-oknum yang melakukan tindakan serupa,”

pungkasnya.
Tag:Brian Yuliartokarya ilmiah palsuMendikti SaintekRiset Palsu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Hotman Paris Datangi Kejagung, Jawaban soal Jadi Pengacara Febrie Adriansyah Bikin Heboh
By Rahmat Baihaqi
Pengacara Hotman Paris Hutape di gedung Kejagung.
1
Final Piala Dunia 2026 Bikin Messi Pecahkan Rekor Langka yang Bertahan 32 Tahun
By Hadi Febriansyah
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi
2
Heboh! Lebih dari 17 Juta Orang Teken Petisi Minta Argentina Dicoret dari Piala Dunia 2026
By Ani Ratnasari
Isi petisi agar Argentina dikeluarkan dari Piala Dunia.
3
Viral Wabup Lombok Sowan ke Tersangka Dugaan Kasus Santri Tewas, Netizen Singgung Keberpihakan
By Ani Ratnasari
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, M. Nursiah
4
Berkas Don Ritto Lolos ke Kejagung, Berkas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Malah Tertahan
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon (kiri), dan Kepala Departemen Operasional G-Lab PT Pegadaian Rubika Giovani Malewa (kanan) memberikan keterangan pers saat pengujian kadar atau keaslian barang bukti emas 74 kilogram yang disita dalam penyidikan tiga dugaan kasus korupsi dan TPPU, di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petugas menyusun ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Tubo Ternate, Maluku Utara
Nasional

Program MBG Dievaluasi, BGN Kaji Prioritas Penerima Berdasarkan Tingkat Kesejahteraan

Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji skema penerima program Makan Bergizi Gratis…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (tengah) bersama Trenggono (kedua kanan) tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Nasional

BGN Minta Waktu 30 Hari Benahi Program MBG, Penghentian Kemitraan Hanya Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penghentian kerja sama dengan sejumlah mitra Program…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
8 jam lalu
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
Nasional

BGN Akui Tunggakan Rp1,6 Triliun ke Rekanan, Pembayaran Masih Terkendala Proses

Badan Gizi Nasional (BGN) minta maaf kepada para rekanan karena belum bisa…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Ilustrasi garis polisi. (Sumber: Unsplash/ Ted Balmer)
Nasional

Kasus Santri Dibakar di Lombok, Pakar: Pelaku Bisa Dijerat Pasal Lebih Berat

Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menilai penyidik masih berpeluang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up