Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah Pidana
Nasional

Skandal Riset Palsu Terkuak, Kemdikti Ancam Seret Pelaku ke Ranah Pidana

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juni 2, 2026 8:28 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut Mendiktisaintek memastikan pihaknya tidak menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan, melainkan justru akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut Mendiktisaintek memastikan pihaknya tidak menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan, melainkan justru akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
SHARE

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, memastikan pemerintah tidak tinggal diam terhadap kasus dugaan pemalsuan identitas dan riset yang menyeret sejumlah nama dalam konferensi internasional. Kemendikti bahkan mulai mengkaji langkah hukum terhadap para terduga pelaku.

Brian mengatakan, pihaknya langsung membentuk tim investigasi yang dipimpin Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikti Saintek begitu menerima informasi terkait kasus tersebut. Ia menyebut, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kampus tempat salah satu terduga pelaku menempuh pendidikan.

Baca juga:
Kemdikti Saintek: Sebanyak 1.911 Aduan Kekerasan Sepanjang 2025 Kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.…
Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan skandal pemalsuan identitas dan riset palsu…
Mendiktisaintek Soal Pelecehan Seksual di UI: Kasus Terus Jalan Tak… Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) angkat bicara terkait kekerasan seksual…
  • Kemdikti Saintek: Sebanyak 1.911 Aduan Kekerasan Sepanjang 2025
  • Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan
  • Mendiktisaintek Soal Pelecehan Seksual di UI: Kasus Terus Jalan Tak Berhenti di…

Kami begitu mendapatkan informasi ini, langsung membentuk tim yang dipimpin oleh Ibu Irjen. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kampus UNY, kampus tempat lulus S1-nya dari yang terduga melakukan pelanggaran ini,”

kata Brian di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.

Terduga Pelaku Tak Ada dari Kalangan Dosen

Namun, hasil penelusuran awal menemukan fakta bahwa sebagian besar terduga pelaku ternyata tidak memiliki afiliasi formal sebagai dosen maupun peneliti di perguruan tinggi Indonesia.

Kondisi ini membuat ruang gerak kementerian menjadi terbatas karena kewenangan sanksi administratif hanya berlaku bagi sivitas akademika yang berada di bawah naungan perguruan tinggi.

Kami mendapati bahwa ternyata hampir semuanya, hanya satu kalau tidak salah, yang memiliki afiliasi sebagai dosen atau peneliti di kampus Indonesia. Artinya ketika itu bukan dosen, kewenangan kami sebagai kementerian tidak masuk ke dalam ranah itu,”

ujarnya.

Meski demikian, Brian menegaskan investigasi tetap berjalan. Bersama UNY, kementerian terus mengumpulkan data dan keterangan untuk mengungkap motif serta bentuk pelanggaran yang diduga dilakukan para pelaku.

Menurut dia, UNY telah memanggil empat orang yang diduga terlibat untuk dimintai klarifikasi.

UNY juga telah mengundang langsung pelaku ini. Ada empat orang yang diundang untuk ditanyai motif dan sebagainya,”

katanya.
Skandal “Ilmuwan Bodong” Gegerkan Konferensi Dunia, Nama Indonesia Kini Dipertaruhkan

Brian mengungkapkan, salah satu temuan yang menguat adalah dugaan penggunaan afiliasi perguruan tinggi tanpa izin. Praktik tersebut dinilai tidak hanya melanggar etika akademik, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah pidana karena mencatut nama institusi pendidikan untuk kepentingan tertentu.

Salah satu yang kami temukan adalah penggunaan afiliasi tanpa izin dari kampus tertentu di Indonesia. Artinya mereka mencatut nama perguruan tinggi tanpa izin dan juga berarti melakukan penipuan,”

tegasnya.

Karena itu, Kemdikti Saintek kini membuka kemungkinan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi reputasi akademik Indonesia di mata dunia.

Kami saat ini sedang terus-menerus mengumpulkan data-data apa yang nantinya bisa kita lakukan proses hukum terhadap terduga pelaku ini. Karena kami meyakini kalau tidak ada tindakan hukum, kami khawatir tidak memberikan efek jera,”

ujar Brian.
Baca juga:
Mendikdasmen: Ada Gejala Generasi Muda Belajar STEM Cukup Rendah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abduk Mu'ti mengatakan banyak generasi muda…
  • Mendikdasmen: Ada Gejala Generasi Muda Belajar STEM Cukup Rendah

Ia mengingatkan dampak kasus ini tidak hanya menyangkut individu yang terlibat, tetapi juga dapat mencoreng kredibilitas peneliti Indonesia secara keseluruhan.

Terlebih, dari hasil penelusuran awal, kualitas karya yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut dinilai jauh dari standar akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Secara etika dan juga secara pandangan dunia internasional ini akan sangat bisa membuat citra yang negatif untuk peneliti-peneliti di Indonesia. Karena dari sisi substansi yang disampaikan itu memang kualitasnya sangat tidak memadai untuk sebuah karya ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan,”

kata Brian.

Kemdikti Saintek berharap proses yang sedang berjalan dapat menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memanipulasi identitas maupun afiliasi akademik demi mendapatkan pengakuan ilmiah.

Menurut Brian, kasus ini harus dituntaskan agar tidak muncul lagi praktik serupa yang merugikan dunia pendidikan dan riset nasional.

Ini yang akan kami proses terus sehingga diharapkan memberikan efek jera dan juga tidak membuat banyak lagi oknum-oknum yang melakukan tindakan serupa,”

pungkasnya.
Tag:Brian Yuliartokarya ilmiah palsuMendikti SaintekRiset Palsu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Akhirnya Pensiun dari Timnas Argentina
By Hadi Febriansyah
Lionel Messi kenag sulitnya lawan Swiss di Piala Dunia 2014
3
Boleh Delulu, Asal Tetap Action: Bongkar Mitos di Balik Tren Gen Z Gemar Manifesting
By Ani Ratnasari
Ilustrasi tren gen Z terkait manifesting di media sosial.
4
Anak Terancam Gagal Dapat Beasiswa Karena Data Desil, DPR Desak Pemerintah Bertindak
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus.
5

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus.
Nasional

Anak Terancam Gagal Dapat Beasiswa Karena Data Desil, DPR Desak Pemerintah Bertindak

Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus menyoroti persoalan data desil…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Nasional

Polisi Tetapkan 49 Tersangka Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus, Ada Anak di Bawah Umur hingga Pembawa Golok

Polda Metro Jaya menetapkan 49 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan yang…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Gunung Sinabung menyemburkan abu vulkanis saat erupsi di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).
Nasional

Sinabung Erupsi, Status Naik Jadi Siaga: Abu Vulkanik Mengarah ke Berastagi

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, mengalami erupsi pada Senin, 31…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
15 jam lalu
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 31 Agustus 2026.
Nasional

Menhan Sjafrie: Penanganan Karhutla Bergantung pada Rakyat

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berujar penyelesaian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up