Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 2 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot
Nasional

Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
Last updated: Juni 17, 2026 8:27 pm
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz)
SHARE

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Polda Metro Jaya memperluas penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Desakan itu disampaikan setelah proses peradilan militer menjatuhkan vonis kepada empat prajurit TNI yang dinyatakan bersalah dalam perkara tersebut.

TAUD menilai penanganan hukum tidak boleh berhenti pada para pelaku yang sudah divonis. Aparat penegak hukum didorong untuk mengusut dugaan pihak lain yang memiliki keterkaitan dalam peristiwa tersebut. Hal itu termasuk dugaan rantai komando di balik aksi penyiraman air keras.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan salah satu langkah yang perlu dilakukan penyidik adalah memeriksa eks Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen Yudi Abrimantyo beserta wakilnya.

Baca juga:
Viral Mal di Jakarta Bangun Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya:… Sejumlah pengelola mal dan perkantoran di Jakarta mendadak memasang pagar untuk mengantisipasi…
Berburu Petunjuk di Kaca Gawai: Polisi Sisir Jejak Digital Karumga… Polda Metro Jaya mendalami jejak digital Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks…
Menembus Kabut Kematian Sutrimo: Polisi Cecar Lima Saksi Demi Pecahkan… Pengusutan kasus kematian misterius Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie…
  • Viral Mal di Jakarta Bangun Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya: Situasi Masih…
  • Berburu Petunjuk di Kaca Gawai: Polisi Sisir Jejak Digital Karumga Sutrimo
  • Menembus Kabut Kematian Sutrimo: Polisi Cecar Lima Saksi Demi Pecahkan Teka-Teki

Menurut Dimas, pemeriksaan itu penting untuk mendalami berbagai temuan yang sebelumnya dihimpun oleh Tim Advokasi Untuk Demokrasi.

Untuk membongkar tindakan operasi yang juga kami dalilkan dalam temuan investigasi yang disampaikan oleh tim advokasi untuk demokrasi,”

kata Dimas di Polda Metro Jaya, Rabu, 17 Juni 2026.

Dimas menilai sejumlah pihak yang dianggap memiliki informasi penting belum pernah dimintai keterangan selama proses persidangan berlangsung. Begitupun hingga putusan yang dijatuhkan kepada para terdakwa.

Maka itu, menurutnya, pemeriksaan terhadap mantan pimpinan BAIS diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Ia bilang langkah itu bertujuan untuk mengungkap secara menyeluruh kemungkinan adanya dugaan pola komando atau instruksi yang melatarbelakangi peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Rawat Jalan dan Dijaga LPSK, Begini Kondisi Terkini Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus

Selain mendorong pemeriksaan terhadap mantan petinggi BAIS, TAUD juga minta penyidik kembali memeriksa empat anggota militer yang telah diputus bersalah oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Dua di antaranya diketahui sudah diberhentikan dari dinas militer, yakni Serda Marinir Edi Sudarko dan Lettu Budhi Hariyanto.

Menurut Dimas, pemeriksaan lanjutan terhadap para terpidana penting dilakukan agar proses hukum di lingkungan peradilan militer dapat terhubung dengan penyelidikan menggunakan mekanisme pidana umum.

Sehingga proses hukum yang berjalan dari proses peradilan militer dan juga proses menggunakan konstruksi pidana umum itu juga tetap berkelindan atau saling melengkap,”

jelas Dimas.
Baca juga:
Misteri Kematian Karumga Febrie Adriansyah Belum Usai, Polda Metro Bakal… Polda Metro Jaya berencana meminta keterangan dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang…
Lautan Oranye di Polda Metro Jaya: Operasi Brantas Jaya Sapu… Tenda biru sepanjang 100 meter terpancang tegak di area kompleks Polda Metro…
Tabir Gelap di Kebayoran Baru: Puslabfor Buru Petunjuk Kematian Karumga… Polda Metro Jaya menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menyelidiki kematian…
  • Misteri Kematian Karumga Febrie Adriansyah Belum Usai, Polda Metro Bakal Periksa Dokter…
  • Lautan Oranye di Polda Metro Jaya: Operasi Brantas Jaya Sapu Bersih 729…
  • Tabir Gelap di Kebayoran Baru: Puslabfor Buru Petunjuk Kematian Karumga Febrie Adriansyah

TAUD berharap pengusutan perkara tak berhenti pada pelaku lapangan semata. Tapi, juga bisa mengungkap seluruh pihak yang diduga punya keterlibatan dalam kasus yang menjadi sorotan publik tersebut.

Untuk diketahui, Pengadilan Militer II-08 Jakarta memutuskan empat prajurit BAIS TNI terbukti bersalah melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap Sersan Dua Marinir Edi Sudarko dengan vonis tiga tahun penjara; Letnan Satu Marinir Budhi Hariyanto 2,5 tahun.

Kemudian Kapten Marinir Mandala Dwi Prasetio 2 tahun; dan Letnan Satu Pasukan Kopasgat Sami Lakka 1,5 tahun.

Majelis hakim memberikan hukuman tambahan bagi Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto yakni dipecat sebagai anggota TNI.

Mereka terbukti melanggar Pasal 467 Ayat (1) jo Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Tag:Air KerasAndrie YunusKepala BAISPolda Metro JayaRantai komando
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Diduga Eksploitasi, Bigmo Dilaporkan Gegara Ajak Anak di Bawah Umur Promosikan Vape
By Rahmat Baihaqi
gambar ilustrasi rokok elektrik (vape)
1
Terungkap! Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Butir Ekstasi Simpan Urine ‘Bersih’ di Tas
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penyelundupan narkoba via Bandara Soetta.
2
Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum
By Hardani Triyoga
Tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) turun dari mobil tahanan setibanya di Rutan Cabang KPK, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
3
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
4
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi penyelundupan narkoba via Bandara Soetta.
Nasional

Terungkap! Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Butir Ekstasi Simpan Urine ‘Bersih’ di Tas

Pilot maskapai asing asal Malaysia inisial MSO (39) diduga telah menyiapkan sebuah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
48 menit lalu
Pemerintah RI punya rencana melibatkan Russel Group dalam membangun URI.
Nasional

Mengenal Russell Group, 24 Kampus Riset Elite Inggris yang Dilirik untuk Dukung URI

Pemerintah Indonesia berencana membangun 10 Universitas Republik Indonesia (URI) dalam dua tahun…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
16 jam lalu
Ilustrasi alutsista milik TNI.
Nasional

Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi Aksi Massa Agustus

Markas Besar TNI membantah narasi yang beredar di media sosial terkait keberadaan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
21 jam lalu
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang (kiri) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) menunjukkan seragam pilot milik tersangka saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ekstasi dan sabu di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).
Nasional

Pilot Malaysia Ditangkap Bawa Puluhan Ribu Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Modus Jalur Khusus

Bea Cukai Soekarno-Hatta membeberkan aksi pilot maskapai asing berinisial MSO (39), warga…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up