Kubu eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan, sudah semestinya Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala BGN dan harus diperiksa dalam dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) 2024-2025.
Sudah seharusnya, gitu loh. Kalau ya kan dia berada di dalam pusaran dugaan dalam korupsi BGN itu sendiri,”
ucap Krisna Murti, pengacara mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, kepada Owrite.id, Rabu 22 Juli 2026.
Sejak awal, Krisna meminta agar penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangani perkara itu untuk melakukan pemeriksaan untuk membuat jelas duduk perkara terkait kasus korupsi MBG.
Nama Nanik juga masuk dalam daftar 47 nama yang disampaikan Sony kepada penyidik yang diduga terlibat dalam korupsi program andalan Presiden Prabowo Subianto.
Harusnya nama NSD yang sudah dilontarkan dalam daftar 47 nama itu dipanggil pihak kejaksaan. Itu yang kami minta sejak awal,”
ujar Krisna.
Alasan Nanik mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN, karena ingin fokus menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya di luar negeri.
Meski begitu, kuasa hukum Sony mendesak untuk segera memeriksa Nanik. Krisna juga menegaskan, pihak Kejagung juga memiliki dokter jika Nanik diperiksa nantinya.
Paling tidak bisa dicek dulu oleh dokter Kejaksaan, apakah orang ini masih bisa menjalani pemeriksaan atau tidak. Yang pasti dipanggil dulu ya kan NSD,”
ujarnya.
Nanik Bersurat ke Prabowo
Dalam postingan Nanik di akun Facebooknya pada Rabu 22 Juli 2026, menyatakan dirinya telah bersurat ke Presiden Prabowo mundur dari Kepala BGN. Nanik berdalih dirinya ingin fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Dalam postingan itu, Nanik menyinggung meski dirinya mundur dari Kepala BGN, nantinya akan disiapkan kursi baru oleh Prabowo.
(Presiden menyuruh) saya menjadi Ketua Dewan Pengawas,”
kata Nanik.
Ia menegaskan, akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk program dan menekankan bahwa program itu murni untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.
Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar mengintervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,”
ujar Nanik.




















