Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 22 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Karhutla Ancam Kalimantan, IKN Forest City Dipertanyakan: Jangan Cuma Jual Narasi Hijau
Nasional

Karhutla Ancam Kalimantan, IKN Forest City Dipertanyakan: Jangan Cuma Jual Narasi Hijau

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 21, 2026 7:09 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
25 detik lalu
Share
Peserta menanam bibit pohon dalam kegiatan aksi menanan bersama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Paser Penajam Utara, Kalimantan Timur
Peserta menanam bibit pohon dalam kegiatan aksi menanan bersama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Paser Penajam Utara, Kalimantan Timur (ANTARA FOTO/Angga Palguna/nz)
SHARE

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep forest city kembali diuji oleh ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Daftar isi Konten
  • Bangun Kota Hijau
  • Risiko Karhutla
  • Hanya Jadi Narasi

Kebakaran di sejumlah wilayah sekitar Kalimantan Timur dinilai menjadi alarm bahwa konsep kota berbasis hutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui tata bangunan dan ruang terbuka hijau, tetapi harus ditopang ketahanan ekologis kawasan secara keseluruhan.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN “Veteran” Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan keberadaan IKN membuat persoalan karhutla di Kalimantan menjadi semakin penting untuk dievaluasi.

Menurutnya, pemerintah sedang membangun pusat pemerintahan baru dengan narasi kota hutan dan keberlanjutan, sementara ancaman kebakaran masih terjadi di wilayah sekitarnya.

Karhutla sudah cukup serius untuk menjadi prioritas nasional dengan sendirinya. Akan tetapi, pembangunan IKN membuat kontradiksi kebijakan lingkungan semakin terlihat,”

ujar Achmad kepada Owrite, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut Achmad, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kawasan IKN terbakar. Namun, fakta bahwa kebakaran terjadi dalam bentang ekologis Kalimantan Timur harus menjadi perhatian serius pemerintah karena risiko kebakaran tidak mengenal batas administratif.

Bagaimana mungkin sebuah ibu kota yang dirancang dengan narasi kota hutan dan keberlanjutan berada dalam bentang wilayah yang risiko kebakarannya sangat tinggi?”

ujarnya.

Bangun Kota Hijau

Achmad menilai konsep forest city tidak boleh berhenti pada desain kawasan IKN, pembangunan ruang terbuka hijau maupun penanaman pohon. Ketahanan terhadap kebakaran harus menjadi bagian dari desain dan tata kelola kawasan sejak awal.

Forest city tidak cukup dibangun melalui desain gedung hijau dan ruang terbuka. Kota tersebut membutuhkan lanskap regional yang sehat,”

katanya.

Menurut dia, risiko karhutla di sekitar IKN harus dilihat dalam konteks bentang ekologis yang lebih luas. Kawasan penyangga, tata guna lahan, ketersediaan air, kondisi vegetasi, kawasan gambut apabila ada, hingga pola cuaca dan musim kemarau perlu diperhitungankan dalam sistem mitigasi.

Baca juga:
Jangan Coba Bakar Lahan! KLH Siapkan Sanksi Denda hingga Pidana… Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat menegaskan Kementerian…
Asap Karhutla Kalimantan Mulai Ancam Negara Tetangga, Mengapa Pemerintah Masih… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dinilai sudah tidak dapat dipandang…
Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Pemerintah Didesak Fokus pada Pencegahan Pemerintah dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
  • Jangan Coba Bakar Lahan! KLH Siapkan Sanksi Denda hingga Pidana Terhadap Pelaku
  • Asap Karhutla Kalimantan Mulai Ancam Negara Tetangga, Mengapa Pemerintah Masih Diam?
  • Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, Pemerintah Didesak Fokus pada Pencegahan

Pasalnya, asap dan dampak kebakaran tidak berhenti di batas wilayah administrasi. Karena itu, perlindungan IKN dari karhutla tidak cukup hanya dilakukan di dalam kawasan ibu kota baru.

Pemilihan IKN seharusnya diikuti dengan pendekatan ilmiah dan rasional yang kuat terhadap risiko ekologis di kawasan sekitarnya,”

ujar Achmad.

Risiko Karhutla

Achmad mendorong pemerintah dan Otorita IKN melakukan evaluasi khusus terhadap risiko karhutla di kawasan IKN dan bentang ekologis sekitarnya.

Karhutla Kembali Mengganas, DPR Usul Status Bencana Nasional dan Bentuk Badan Khusus

Evaluasi tersebut, menurutnya, harus mencakup sistem mitigasi kebakaran, tata ruang, kawasan penyangga, ketersediaan sumber air serta kesiapan menghadapi musim kemarau.

Jika hotspot masih muncul, maka sistem mitigasi, tata ruang, kawasan penyangga, ketersediaan air dan kesiapan menghadapi kemarau harus diuji kembali secara terbuka,”

katanya.

Ia juga menilai pemerintah perlu memastikan sistem pemantauan hotspot dapat terhubung langsung dengan tindakan di lapangan.

Setiap titik panas harus segera diketahui lokasi dan status penguasaan lahannya sehingga potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

Setiap hotspot harus segera dihubungkan dengan status penguasaan lahan,”

tegasnya.

Menurut Achmad, pemegang konsesi di kawasan rawan kebakaran juga harus memiliki sistem pencegahan yang memadai, termasuk personel, sumber air dan pengawasan lapangan.

Sementara itu, masyarakat di sekitar kawasan juga perlu mendapatkan dukungan agar tidak menggunakan metode pembukaan lahan dengan cara membakar. Pemerintah dinilai perlu menyediakan teknologi, pendampingan dan insentif yang dapat dijangkau masyarakat.

Hanya Jadi Narasi

Achmad menilai ancaman karhutla seharusnya menjadi salah satu parameter untuk menguji apakah konsep forest city IKN benar-benar berjalan secara substantif.

Menurutnya, keberhasilan IKN tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, gedung pemerintahan atau luasan ruang hijau. Ketahanan ekologis kawasan juga harus menjadi indikator penting.

Karhutla Kalimantan memperlihatkan kelemahan lama politik pembangunan Indonesia: perhatian nasional sering membesar ketika masalah sudah mendekati pusat kekuasaan,”

ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menunggu api atau asap mendekati kawasan IKN untuk memperkuat mitigasi.

Jangan sampai Indonesia berhasil memindahkan pusat pemerintahan ke Kalimantan, tetapi gagal memperbaiki cara negara melindungi Kalimantan,”

tambah Achmad.

Tag:Forest CityIKNKarhutla
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Pengamat: Strategi Halus ‘Menundukkan’ Kelompok Kritis
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kedua kiri) berjalan menuju lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,
5

BERITA LAINNYA

Anggota Komunitas Badut Cimahi bermain gelembung sabun bersama murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks SDN Cibeber, Kota Cimahi, Jawa Barat
Nasional

Sebelum Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, JPPI Beri Peringatan Keras

Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ari Hardi meminta…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
7 jam lalu
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat
Nasional

Jangan Coba Bakar Lahan! KLH Siapkan Sanksi Denda hingga Pidana Terhadap Pelaku

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat menegaskan Kementerian…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
7 jam lalu
Api membakar semak belukar lahan di dekat kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Nasional

Karhutla Kalimantan Makin Gawat: 66 Ribu Warga Kena ISPA, Tetapkan Bencana Nasional!

Pemerintah pusat didesak segera menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
11 jam lalu
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Negara Kekurangan 464 Ribu Guru PNS, P2G: Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah mengangkat guru Pegawai Pemerintah dengan…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up