Barisan Oposisi Indonesia (BOI) mendesak Presiden Prabowo Subianto membersihkan keberadaan mafia alutsista di tubuh Kementerian Pertahanan (Kemhan).
BOI menyebut keberadaan mafia alutsista membuat desain sistem pertahanan nasional menjadi tidak efektif bagi agenda memperkuat pertahanan nasional.
Mafia alutsista ini kan pikirannya cari untung, bukan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional. Makanya dia tidak akan perduli kalau kapal perang dan pesawat tempur yang dibeli rongsokan dan sudah tidak berguna lagi. Masak yang begini kita biarkan,”
kata Aktivis BOI, Andi Yusuf Gufrang, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan mafia alutsista ini disinyalir ada karena Kemhan tidak bersikap profesional dalam menunjuk rekanan penyedia atau vendor pengadaan alutsista. Sehingga, ungkapnya, seringkali alutsista yang diimpor tidak pernah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh publik.







