Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 2 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / DPR Soroti Grup WhatsApp Sasar Anak di Bawah Umur secara Acak, Isinya Pedofil Hingga LGBT
Nasional

DPR Soroti Grup WhatsApp Sasar Anak di Bawah Umur secara Acak, Isinya Pedofil Hingga LGBT

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
Last updated: September 2, 2026 5:50 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Foto: fraksigolkar.com)
SHARE

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti informasi mengenai adanya sebuah grup percakapan WhatsApp yang menyasar anak-anak di bawah umur dan memuat konten seksual serta konten yang dinilai menyimpang dari norma hukum.

Daftar isi Konten
  • Perhatian Khusus Pemerintah
  • Ribuan Anggota
  • Tersebar ke Banyak Sekolah

Dave menilai, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa. Menurutnya, terdapat sejumlah lapisan pelanggaran yang harus menjadi perhatian pemerintah, sekolah, orang tua, hingga lingkungan sekitar anak.

Terkait info yang beredar mengenai sebuah chat group di platform WhatsApp yang ditargetkan kepada anak-anak di bawah umur dan memiliki konten-konten yang keluar dari norma-norma hukum kita khususnya hal-hal yang berkaitan dengan penyimpangan seksual. Ini melanggar berbagai macam aturan,”

kata Dave, Rabu, 2 September 2026. 

Dia menyebut salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah akses anak terhadap media sosial. Dave merujuk pada aturan perlindungan anak yang disebutnya mengatur anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh memiliki akses kepada akun media sosial.

Pertama, sesuai dengan PPTUNAS, anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh memiliki akses kepada akun untuk medsos,”

ujarnya.

Selain persoalan usia pengguna, Dave juga menyoroti isi percakapan dalam grup tersebut. Dia menyebut konten yang tersebar memuat materi seksual dan mengarah pada perilaku yang menurutnya menyimpang.

Kedua, konten-konten yang tersebar itu berisi hal-hal yang berbau seksual, bahkan mengarah kepada hal-hal perilaku yang menyimpang,”

katanya.
Viral Rencana Edukasi Pencegahan LGBTQ Masuk Pelajaran Agama, Netizen: Dimulai dari Lingkungan Istana Dulu

Perhatian Khusus Pemerintah

Dave menilai, kombinasi persoalan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran berlapis. Karena itu, dia meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap informasi mengenai grup percakapan tersebut.

Nah, ini sudah ada pelanggaran yang berlapis dan ini membutuhkan suatu perhatian khusus dari pemerintah, dari sekolah dan juga dari orang tua anak dan juga sekeliling anak-anak kita,”

tegas Dave.

Menurut dia, perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar anak harus sama-sama memastikan anak tidak menjadi sasaran pihak yang memiliki niat buruk.

Dave mengingatkan, ruang digital dapat menjadi tempat yang rentan bagi anak apabila tidak disertai pengawasan dan perlindungan yang memadai. Terlebih ketika anak-anak menjadi sasaran langsung dalam penyebaran konten seksual.

Untuk memastikan jangan sampai anak-anak kita ini ternodai, kepolosan mereka dirusak oleh sekelompok orang yang memiliki niatan buruk, niatan jahat untuk menghancurkan generasi masa depan bangsa,”

ujarnya.

Karena itu, Dave meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada perhatian terhadap grup percakapan yang beredar. Penanganan juga perlu melihat bagaimana anak-anak bisa menjadi target dan bagaimana konten tersebut dapat tersebar di ruang digital.

Ribuan Anggota

Diketahui, sejumlah orang tua siswa di Jakarta dibuat waspada setelah beredar grup WhatsApp bernama “Add People As Much As You Can” yang disebut mengundang siswa secara acak. Grup tersebut dikabarkan telah beranggotakan lebih dari 1.000 orang dan mulai diketahui keberadaannya di sejumlah sekolah.

Informasi mengenai grup itu salah satunya disampaikan digital creator, Yuda Fajrin. Ia mendapat cerita dari seorang ayah yang mengetahui anaknya masuk ke dalam grup tersebut setelah menerima undangan dari sesama siswa.

Menurut Yuda, anggota grup tersebut diduga berasal dari kalangan siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Kondisi itu membuat sejumlah orang tua meminta anak mereka keluar dari grup setelah menemukan percakapan yang dinilai tidak sesuai untuk usia anak.

Yuda menyebut salah satu materi yang dibahas dalam grup berkaitan dengan orientasi seksual. Bahkan, terdapat fitur voting yang meminta anggota memilih kategori seperti gay, lesbian, straight, atau lainnya.

Mereka tuh dengan sangat liberal santainya tuh kayak “yuk siapa yang lesbian” divoting gitu “siapa yang gay, siapa yang normal” gitu-gitu,”

ujar Yuda saat dikonfirmasi, Selasa, 1 September 2026.

Ia juga menunjukkan adanya pertanyaan dalam voting yang berbunyi, “Are you gay, lesbian, straight, or others?”. 

Menurut Yuda, percakapan semacam itu menjadi perhatian karena anggota grup disebut mencakup anak-anak usia SD dan SMP.

Kekhawatiran orang tua, kata Yuda, tidak hanya berkaitan dengan isi percakapan. Mereka juga mempertanyakan identitas orang-orang yang berada di balik akun dalam grup tersebut.

Sebab, identitas dan usia pengguna WhatsApp tidak otomatis dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam akun. Kondisi itu membuat Yuda khawatir grup tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan lain yang membahayakan anak.

Ya namanya juga WhatsApp ya, lo boleh bilang lo umur 10 tahun, lo boleh bilang umur 13 tahun padahal lo umur 25, nggak ada yang tahu kan. Nah, yang kita takut itu ini malah ada grup yang menyangkut pada pedofilia,”

ujarnya.

Yuda menyebut jumlah anggota grup yang mencapai lebih dari 1.000 orang juga membuat aktivitas di dalamnya sulit dipantau secara menyeluruh. Ia mengaku melihat adanya anggota yang diduga masih duduk di bangku SD dan SMP.

Karena itu 1.000 kita nggak bisa pantau semua ya. Karena 1.000 orang ya cuma yang kita lihat itu anak SD ada, anak SMP ada gitu,”

katanya.

Tersebar ke Banyak Sekolah

Menurut Yuda, undangan grup tersebut juga diduga telah menyebar ke siswa dari sekolah lain. Informasi mengenai keberadaan grup itu disebut telah diketahui pihak sekolah setelah sejumlah orang tua menyampaikan kekhawatiran dan meminta dilakukan pengecekan terhadap anak-anak yang kemungkinan masuk ke dalam grup.

Ini udah mulai kesebar ke banyak sekolah,”

tambah Yuda.

Yuda juga mengatakan, telah menerima informasi bahwa persoalan tersebut dilaporkan ke Unit Siber Polda Metro Jaya sejak Sabtu, 29 Agustus 2026. Namun, dugaan mengenai tujuan maupun modus grup tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Update info sejak Sabtu 29 Agustus isu ini sudah dilaporkan ke polisi dan saat ini laporannya sudah dijalankan oleh Unit Siber Polda Metro Jaya,”

kata Yuda berdasarkan informasi yang diterimanya dari salah satu orang tua siswa.

Ia menilai, penelusuran diperlukan untuk memastikan tujuan sebenarnya dari grup tersebut, termasuk apakah hanya menjadi ruang percakapan atau memiliki aktivitas lain yang dapat membahayakan anak.

Yang random diinvite. Yang kita masih nggak tahu sekarang ini modusnya apa tujuannya apa endingnya tuh apa gitu,”

tandasnya.
Tag:anak anakdave laksonoGrup WhatsappHeadlinelgbtpalajar sdpedofilSekolahWakil Ketua Komisi I DPR RI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, 431 Dilarikan ke RS
By Syifa Fauziah
Sejumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
1
Wajah Baru dan Mesin Monster: Pajero Generasi Anyar Siap ‘Pamer Taring’
By Hadi Febriansyah
Mitsubishi Motors Corporation memperkenalkan SUV lintas alam Pajero terbaru.
2
Heboh 431 Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo: Tak Ada yang Meninggal
By Syifa Fauziah
Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan saat tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
3
Pertamax Green 95 Naik Rp2.550, Kini Tembus Rp19.150 per Liter! Ini Harga Terbarunya
By Natania Longdong
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
4
Garuda Muda dalam Tekanan, Timnas Indonesia U-20 Wajib Hajar Laos demi Tiket Piala Asia
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20
5

BERITA LAINNYA

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
Nasional

PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, 170 Ribu Non-ASN Bisa Ikut CPNS

Komisi X DPR RI menyebut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
37 menit lalu
Nasional

Anggaran BPOM Hanya Rp509 Miliar Jauh dari Ideal, Taruna Ikrar: Rp4,7 Triliun Itu Rasional

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih membutuhkan tambahan anggaran hingga Rp2,4…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Nasional

Karhutla Terus Berulang: Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Pelaku Harus Dibikin Jera

Penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai harus diperkuat…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (tengah) didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat melihat langsung kondisi penanganan proses pemadaman kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Nasional

335 Perusahaan Terindikasi Karhutla, 21 Disegel Pemerintah: Ada yang Terbakar Berulang

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, mengungkap sebanyak 335 perusahaan terindikasi terkait…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up