Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Migrant Watch: Karena Sulit Cari Kerja Layak di Indonesia
Nasional

8 WNI Jadi Tentara Rusia, Migrant Watch: Karena Sulit Cari Kerja Layak di Indonesia

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: September 4, 2026 1:32 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi perekrutan WNI oleh Rusia.
Ilustrasi perekrutan WNI oleh Rusia. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Direktur Migrant Watch, Aznil Tan, menyoroti kasus delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia.

Menurutnya, kasus tersebut tidak cukup dilihat hanya dari sisi hukum terkait keterlibatan WNI dalam dinas militer asing, tetapi juga harus ditelusuri dari persoalan pekerjaan layak di Indonesia dan bagaimana proses perekrutan mereka sejak awal.

Persoalannya bukan semata-mata tidak ada lapangan pekerjaan. Yang dihadapi sebagian pencari kerja adalah keterbatasan pekerjaan yang layak, baik dari sisi upah, kepastian kerja, perlindungan sosial maupun kesempatan pengembangan keterampilan,”

kata Aznil lewat pesan tertulis kepada Owrite, Jumat, 4 September.
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Senior PDIP Minta Pemerintah Tak Bikin Kasus Makin Rumit

Ditegaskannya, keterbatasan pekerjaan layak dapat membuat sebagian pencari kerja lebih mudah tergiur tawaran dari luar negeri, terutama jika pekerjaan tersebut menjanjikan penghasilan besar dan proses keberangkatan yang cepat.

Karena itu, dalam kasus delapan WNI tersebut pemerintah diminta tidak berhenti memeriksa status mereka setelah berada di Rusia. Proses perekrutan sebelum keberangkatan juga harus dibongkar secara menyeluruh.

Yang harus diperiksa adalah pekerjaan apa yang ditawarkan, siapa yang merekrut, apa yang dijanjikan, bagaimana kontraknya, dan apakah pekerjaan yang dijalankan setelah tiba di Rusia sesuai dengan pekerjaan yang mereka pahami sebelum berangkat,”

ucapnya.

Aznil menilai, jika para WNI tersebut awalnya berangkat dengan tawaran pekerjaan sipil, tetapi kemudian ditempatkan dalam struktur militer atau wilayah konflik bersenjata, maka terdapat persoalan serius yang perlu diselidiki. Salah satunya kemungkinan adanya penipuan dalam proses perekrutan hingga eksploitasi.

Jangan Dicap TPPO

Meski demikian, dia mengingatkan agar delapan WNI tersebut tidak langsung dicap sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Status tersebut, kata dia, harus ditentukan berdasarkan fakta dan pembuktian hukum.

Yang penting adalah negara tidak berhenti pada pertanyaan apakah mereka melanggar hukum karena berada dalam dinas militer asing. Negara juga harus bertanya bagaimana mereka sampai berada di sana,”

jelasnya.
Baca juga:
Wilayah Adat Terancam Kawasan Tambang, 23 Juta Hektare Disebut Tumpang… Sekitar 20-30 persen wilayah kelola Masyarakat Adat di Indonesia disebut tumpang tindih…
Kubu Febrie Adriansyah Tepis Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian:… Eks Jampidsus Febrie Adriansyah membantah menerima uang Rp40 miliar dari seorang taipan…
BGN Kantongi Anggaran 'Raksasa' Rp240 Triliun di 2027, 82 Persen… Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran Rp240,2 triliun pada 2027. Sekira 96,95…
  • Wilayah Adat Terancam Kawasan Tambang, 23 Juta Hektare Disebut Tumpang Tindih
  • Kubu Febrie Adriansyah Tepis Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian: Duit "Nyasar"…
  • BGN Kantongi Anggaran 'Raksasa' Rp240 Triliun di 2027, 82 Persen Buat MBG

Aznil juga meminta pemerintah menelusuri seluruh rantai perekrutan. Mulai dari pihak yang menawarkan pekerjaan, identitas pemberi kerja, isi kontrak, proses pengurusan perjalanan, hingga kondisi yang dihadapi para WNI setelah tiba di Rusia.

Negara perlu menyediakan sistem verifikasi yang mudah bagi calon pekerja untuk memastikan apakah perusahaan, lowongan, pemberi kerja, kontrak, upah, lokasi, dan risiko pekerjaan yang ditawarkan benar atau tidak,”

ungkapnya.

Ia menilai, teknologi yang selama ini dimanfaatkan perekrut untuk menjangkau para pencari kerja juga harus digunakan negara untuk memperkuat sistem informasi dan perlindungan calon pekerja migran.

Jangan sampai sulitnya mendapatkan pekerjaan layak di tanah air justru menjadi pintu masuk bagi perdagangan orang di luar negeri,”

tutup Aznil.
Tag:8 WNIAznil TanHeadlineJadi Tentara RusiaLapangan Kerja LayakMigrant Watch
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
BAP Tan Kian Bongkar Aliran Rp40 Miliar, Kubu Febrie Ungkap Fakta Mengejutkan
By Rahmat Baihaqi
Tersangka yang merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (kanan) berjalan menuju mobil tahanan di Rutan Cabang KPK, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
1
Dalih Sudaryono Soal Masih Adanya Keracunan MBG: 80-90 Persen karena SOP Tak Dipatuhi
By Rika Pangesti
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)ÊSudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
2
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
3
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
4
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Saatnya Penyegaran, Kapolri dan Jaksa Agung Didesak Diganti
By Rahmat Tunny
Jaksa Agung ST Burhanudin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung.
5

BERITA LAINNYA

Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah.
Nasional

Lapangan Kerja Susah, Mau Cari Nafkah ke Luar Negeri Malah Dipersulit Pemerintah

Sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri membuat sebagian warga memilih mencari nafkah…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Nasional

Terungkap! 6 Juta Data MBG Ganda, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Kas Negara

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap temuan besar dalam pemutakhiran data…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Nasional

Wilayah Adat Terancam Kawasan Tambang, 23 Juta Hektare Disebut Tumpang Tindih

Sekitar 20-30 persen wilayah kelola Masyarakat Adat di Indonesia disebut tumpang tindih…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Petugas menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah, Jakarta
Nasional

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG, Kini Tak Lagi Dibagi Rata Rp6 Juta

Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema insentif bagi dapur program Makan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up