Polemik film dokumenter Pesta Babi karya Dhandy Laksono terus memantik perdebatan publik.
Film yang menyoroti dampak Proyek Strategi Nasional (PSN) terhadap alam dan masyarakat Papua itu semakin menjadi sorotan setelah Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dikabarkan menangis usai menontonnya.
Reaksi emosional Megawati dinilai sebagai respons manusiawi terhadap potret penderitaan masyarakat, khususnya kaum perempuan di Papua yang terdampak langsung dari proyek pembangunan.
Pengamat politik Fernando Emas menyebut, tangisan tersebut tidak bisa dilepaskan dari sisi kemanusiaan seorang ibu.
Jadi bukan sekedar nangis-menangis lah kan, Kalau ibu megawati menangis, wajar-wajar aja,”
kata Fernando kepada Owrite Media, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, gambaran kondisi sosial dalam film itu memang berpotensi menggugah empati, terutama bagi perempuan.
Sebagai seorang ibu melihat situasi di Papua, yang banyak ibu-ibu berdampak dari kebijakan PSN. Banyak ibu-ibu yang merasakan situasinya, wajar-wajar aja ketika kebijakan itu buat menangis,”
ucapnya.
Namun, Fernando menegaskan bahwa persoalan tidak berhenti pada ekspresi emosional semata.
Menunggu Langkah Konkret PDIP
Ia mempertanyakan sikap politik PDIP terhadap proyek yang disorot dalam film tersebut.
Sekarang begini, tinggal bagaimana sikap dari PDIP terkait PSN itu, benar apa tidak itu bijakan pemerintah,”
tanya Fernando.
Direktur Rumah Politik Indonesia itu menilai, publik menunggu langkah konkret, bukan sekadar respons emosional dari pejabat atau pimpinan partai politik.
Ada nggak sikap yang jelas kan gitu, ada nggak? Apakah sikap tegas PDIP terkait dengan PSN tersebut?,”
tegasnya.
Fernando juga mengingatkan bahwa tangisan tidak akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat yang terdampak.
Jadi kalau hanya sekedar menangis, ini kan sesuatu yang alami aja. Gak ada sesuatu yang akan bisa berdampak terkait dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat di Papua,”
jelasnya.
Bahkan, menurutnya, reaksi serupa bisa muncul dari siapa saja yang menyaksikan film tersebut.
Jadi kalau hanya menangis, ya semua ibu-ibu juga akan menangis kalau nonton film tersebut,”
tutup Fernando.
Kontroversi Pesta Babi kini tak hanya membuka diskusi soal lingkungan dan pembangunan, tetapi juga menguji konsistensi sikap politik partai terhadap kebijakan pemerintah yang menuai kritik.

