Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 4 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
Politik

Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
Last updated: Juni 17, 2026 5:40 am
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Doc: Rahmat Tunny
SHARE

Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bermunculan di sejumlah daerah.  Salah satunya, aksi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) menggeruduk forum diskusi yang dihadiri tiga pejabat Kabinet Merah Putih.

Adapun gelombang demo mahasiswa bermunculan dengan mengangkat isu beragam. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, kondisi ekonomi yang memburuk, maraknya kasus dugaan korupsi, hingga polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Meski demikian, gelombang perlawanan mahasiswa saat ini dinilai belum mampu berkembang menjadi gerakan nasional yang solid seperti yang terjadi di era Reformasi 1998.

Baca juga:
PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa… Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus melontarkan kritik keras terhadap pemberian…
Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di… Aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpotensi memunculkan persepsi publik lantaran…
Rugi Capai Rp25 Triliun, Penyakit Utama BUMN Karya Ternyata Ini Upaya penyehatan yang tengah dilakukan Danantara terhadap BUMN karya dinilai tidak cukup…
  • PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa Melampaui Nalar
  • Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di Era Prabowo
  • Rugi Capai Rp25 Triliun, Penyakit Utama BUMN Karya Ternyata Ini

Pengamat politik, Arifki Chaniago mengatakan salah satu persoalan utama gerakan mahasiswa saat ini adalah absennya figur sentral. Menurut dia, kehadiran figur sentral itu penting untuk menyatukan berbagai kelompok mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah.

Belum ada figur atau ikon yang muncul untuk memperkuat dan menyatukan pergerakan mahasiswa tersebut,”

kata Arifki Chaniago kepada Owrite, Rabu, 17 Juni 2026.
Pemerintah Kerahkan TNI dan Komcad Saat Demo Mahasiswa, YLBHI: Kritik adalah Ancaman?

Menurutnya, tanpa kehadiran tokoh pemersatu, gerakan mahasiswa cenderung berjalan sendiri-sendiri. Kondisi itu bakal sulit untuk membangun tekanan politik yang lebih besar terhadap pemerintah.

Karena itu, pergerakan yang muncul cenderung terpecah-pecah,”

ujarnya.

Arifki menilai, kondisi tersebut berbeda dengan Reformasi 1998 ketika massa mahasiswa memiliki figur yang mampu menjadi titik temu berbagai kelompok pergerakan. Kehadiran tokoh yang berperan sebagai pemersatu memiliki pengaruh luas dan jadi faktor penting dalam membangun konsolidasi nasional.

Menurut saya, kondisi inilah yang membuat gerakan mahasiswa tidak berjalan secara maksimal, terutama ketika tidak ada pihak atau tokoh yang memainkan peran pemersatu,”

tuturnya.
Baca juga:
Jokowi dan PSI Dinilai Siapkan Berbagai Skenario Politik Jelang 2029,… Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai, langkah Joko Widodo, Partai…
Polemik Gelar 'Sesepuh Raja-Raja Timur' untuk Jokowi Akibat Komunikasi Politik… Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan, polemik pemberian gelar kepada…
DPR Bongkar Titik Rawan RUU Perampasan Aset, Aparat Harus Bisa… Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset diminta tidak hanya berfokus perluas kewenangan…
  • Jokowi dan PSI Dinilai Siapkan Berbagai Skenario Politik Jelang 2029, Lawan Prabowo?
  • Polemik Gelar 'Sesepuh Raja-Raja Timur' untuk Jokowi Akibat Komunikasi Politik yang Berantakan
  • DPR Bongkar Titik Rawan RUU Perampasan Aset, Aparat Harus Bisa Dipidana Jika…

Meski demikian, Arifki memperkirakan kritik dan demonstrasi mahasiswa tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik masih berpotensi memicu aksi-aksi baru di sejumlah perguruan tinggi.

Saya rasa pergerakan ini tetap akan muncul di beberapa kampus lain. Tetapi, tidak akan semasif yang terjadi di kampus-kampus besar seperti UI, UGM, dan kampus-kampus utama lainnya,”

ujar Arifki

Aksi gelombang demontrasi mahasiswa bermunculan di sejumlah daerah. Salah satunya dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI serta organisasi mahasiswa lain di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.

Massa elemen mahasiswa turun ke jalan menyuarakan aspirasi kritis terkait program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, aksi mahasiwa dikawal ketat aparat Polri-TNI yang berjaga untuk mencegah mahasiswa menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Massa mahasiswa kembali turun ke jalan pada Senin, 15 Juni 2026. Perwakilan dari mahasiswa bahkan bertemu dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, pada Senin sorenya.

Tag:Arifki ChaniagoDemo MahasiswademonstrasiHeadlinePemerintahTokoh Pemersatu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1
Kimpul, Umbi Tradisional yang Kembali Populer, Ini Kandungan Gizinya
By Ossid Duha Jussas Salma
Kimpul
2
‘Ditembak’ Api 850 Derajat, Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG Direncanakan Meluncur Agustus 2026
By Natania Longdong
Ilustrasi tabung CNG Merah Putih.
3
Ketika Lapangan Tua Menolak Pensiun: PHI Manfaatkan Inovasi dan Teknologi Jaga Mimpi Besar RI
By Dusep Malik
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
4
Usai Kalah Telak dari Vietnam, John Herdman Akui Timnas Indonesia Kalah Taktik
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Politik

PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa Melampaui Nalar

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus melontarkan kritik keras terhadap pemberian…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Politik

Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di Era Prabowo

Aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpotensi memunculkan persepsi publik lantaran…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Gedung Mahkamah Konstitusi
Politik

Ratusan Gugatan ke MK Bukti UU Pemilu Bermasalah, Tak Bisa Lagi Dipertahankan

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak lagi layak dipertahankan dalam…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
4 jam lalu
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
Politik

Sahroni Usul Lembaga Baru Kelola Aset Sitaan, Kejaksaan dan KPK Tak Lagi Urus Sendiri

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengusulkan pengelolaan aset hasil…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up